Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 109 : Carikan Model Itu! Satu


__ADS_3

Marsha memilih diam karena bingung, dia jelas tidak tahu di mana mendapatkan kecoa mainan yang ada dipikiran Linda. Sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata untuk menikmati pentas seni tari khas Bali, Marsha hanya mendengarkan apa yang Jeremy dan tuan Kevin bicarakan. Dua pria itu membahas masalah kesepakatan dan kerjasama.


"Bisnis memang penting, tapi menghabiskan waktu dengan orang terkasih juga tak kalah penting," ujar tuan Kevin. "Untuk itulah aku memilih menunda pertemuan kita kemarin karena istriku sakit."


Linda tersenyum mendengar ucapan sang suami, meski sudah puluhan tahun menikah tapi keromantisan mereka tetap terjaga. Hal yang patut Jeremy dan Marsha contoh, jika saja pernikahan mereka dilandasi dengan cinta yang tulus.


Marsha tersenyum, dia melihat dengan jelas bahwa Linda bahagia karena ucapan tuan Kevin.


"Jujur, aku juga sangat salut pada pria yang menghargai istrinya, melihat kalian berdua seperti ini, aku yakin Jeremy adalah pria yang sangat sayang istri," puji Linda.


"Sayang istri apanya?"


Marsha menggerutu di dalam hati. Meski tak sepakat dengan ucapan Linda, gadis itu tetap memulas senyum di bibirnya yang berpoles lipstik berwarna merah muda.


Pasangan double date beda usia itu nampak saling bercanda, hingga tak terasa sudah sampai di tempat tujuan mereka.


Berjalan saling mengekor masuk ke dalam, entah sandiwara atau benar adanya, Jeremy terus mengandeng tangan Marsha sampai mereka duduk di kursi yang sudah dipesan.


Suasana Bali kental terasa di sana. Marsha terlihat antusias meski ini jelas bukan kali pertama gadis itu melihat tarian seperti ini.

__ADS_1


"Di mana aku bisa meminta kontak penari? Lihat Om yang paling kiri nomor dua dari belakang, tampan sekali," ucap Marsha tanpa peduli dengan pikiran Jeremy.


"Apa kamu suka? bukankah kamu masih berhubungan dengan Andro?" bisik Jeremy dengan suara yang hampir tak terdengar karena kalah dengan suara sound system di sana.


"Aku sudah tidak berhubungan dengan Andro, aku sudah putus dengannya," cicit Marsha. Ia menyangka Jeremy tak akan bisa mendengar suaranya, tapi ternyata salah. Pria itu menoleh dan memandanginya lekat.


"Kenapa?" tanya Jeremy.


Marsha pun kaget, dia tak menyangka Jeremy akan mendengar kata-katanya. Marsha buru-buru menggeleng, tak ingin jika sampai Jeremy meledeknya.


"Apa kamu sadar kalau sudah dijadikan ATM berjalan?"


Marsha melarang Jeremy, dia melihat kanan dan kiri karena takut jika ada sampai yang mendengar perbincangannya barusan.


"Dari pada membicarakan hal itu, lebih baik bantu aku pikirkan di mana mendapat sekss toys dengan model kecoa terbang," ucap Marsha kemudian.


"Apa? kamu gila? untuk apa kamu mencari benda macam itu?" bentak Jeremy. Ia tak percaya Marsha mengatahui hal-hal semacam ini.


Marsha pun menjelaskan kalau dia memberitahu Linda bahwa kecoa itu adalah mainan mereka.

__ADS_1


"Dia menginginkannya satu," bisik Marsha dengan suara pelan.


Jeremy melongo, tak bisa berkata-kata lagi sampai Marsha menangkup pipinya agar mulutnya tertutup.


"Kalau Om ingin kesepakatan antara perusahaan Om dan tuan Kevin berjalan lancar, carikan benda itu! Aku akan menjadikannya kado untuk Bu Linda."


Marsha tertawa lebar seolah tak memiliki dosa, setelah mengucapkan kalimat itu ke Jeremy, dia kembali menatap ke arah penari yang sedang beraksi lalu mengambil beberap foto selfie.


Sudah menjadi hal yang wajar dan lumrah bagi kebanyakan orang, bahwa di mana ada atasan yang pusing maka di situ akan ada sekretaris atau bawahan yang pecah kepalanya memenuhi keinginan sang atasan.


Begitu juga dengan Peter, dia dibuat ingin melompat ke dalam kandang singa, saat Jeremy mengirimkan pesan meski mereka duduk bersebelahan.


[ Carikan aku alat getar dua satu plus dengan model kecoa ]


"Pak, apa Anda sedang bercanda?"


Pesan yang dikirim Jeremy dibalas secara lisan oleh Peter.


"Tidak, jika pun harus meminta pabriknya membuat satu biji model seperti itu, kamu harus mendapatkannya," jawab Jeremy sambil menekan pundak Peter.

__ADS_1


__ADS_2