Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 105 : Bertemu di Villa


__ADS_3

“Pet, berikan dia obat tidur atau kunci saja sana di kamar mandi,” kata Jeremy.


Peter pun menatap Marsha lantas memberi kode dengan gelengan kepala. Meminta istri atasannya itu untuk diam dan tak banyak bicara. Marsha pun sepertinya tahu, dia tertawa sambil merebahkan kursi kemudian mengenakan kacamata hitam, yang sejak tadi berada di atas kepalanya.


“Kenapa sih di Bali? Aku sudah sering ke sana, membosankan,” cibirnya sebelum bersedekap dada.


Tingkah gadis itu membuat Jeremy dan Peter kembali saling pandang. Dua pria dewasa itu seolah tak berkutik saat dihadapkan dengan mantan beban keluarga Tyaga itu.


Setelah menempuh perjalanan yang super singkat, mereka pun mendarat di Bali. Sebuah van mewah sudah menunggu mereka bahkan sampai masuk ke dalam landasan.


“Jangan bicara kalau tidak ditanya, tidak perlu kamu membicarakan hal-hal aneh karena mereka sudah tua, cukup bersikap manis dan kunci mulutmu.” Jeremy terus mengulang kalimat itu agar istrinya ingat, dia merasa was-was jika sampai Marsha menggagalkan kesepakatan pentingnya dengan Tuan Kevin.

__ADS_1


“Apa tuan Kevin sudah sampai villa?” tanya Jeremy ke Peter.


“Sepertinya sudah Pak,” jawab Peter. Ia menoleh Jeremy yang nampak sangat tegang. Benar saja, pria itu berkata seharusnya mereka dulu yang sampai di sana.


***


Beruntung, saat tiba di villa ternyata tuan Kevin dan istrinya sedang keluar untuk jalan-jalan sejak beberapa jam yang lalu.


“Om, apa aku boleh jalan-jalan dulu?”


Marsha putar badan. Ia memandangi Jeremy yang baru saja menutup pintu. Pria itu meletakkan kopernya tepat di samping koper Marsha lalu duduk di tepian ranjang. Tangannya sibuk mengetikkan sesuatu di layar ponsel dan membuat Marsha kesal karena merasa seperti diabaikan. Hingga tanpa pamit, Marsha memilih keluar dari kamar.

__ADS_1


“Sya, mau kemana kamu?” panggil Jeremy seolah baru sadar kalau istrinya pergi. “Tidak bisa dibiarkan, bagaimana kalau dia tiba-tiba membakar villa ini.”


Jeremy berdiri, dia buru-buru mengejar Marsha sambil memanggil nama sang istri. Tak bisa dihentikan dengan ucapan, Jeremy pun akhirnya mencekal pergelangan tangan gadis itu.


“Ayo pergi bersama,” ucap Jeremy pada akhirnya.


Marsha tersenyum manis, dia mengangguk dan memandang tangan Jeremy yang masih mencekal tangannya. Pria itu pun memilih untuk melepaskan tangan karena sadar, hingga saat mereka sampai di halaman, sebuah sedan mewah masuk ke dalam. Ternyata tuan Kevin dan istrinya sudah kembali.


Marsha dan Jeremy pun terbeku di posisi mereka, drama sepertinya harus dimulai lebih cepat. Marsha terlihat begitu gugup. Ia bukan gadis bodoh, Jeremy sudah berkata bahwa kesepakatan bernilai trilliunan tergantung dengan bagaimana liburan bersama ini dilalui. Putri Richard Tyaga itu pun tersenyum, di luar hubungannya yang memang tidak baik dengan Jeremy, tapi dia juga tidak boleh membuat usaha suaminya berantakan. Marsha merasa seperti sedang menjadi seorang pejuang, nasib puluhan ribu karyawan yang barada di bawah naungan perusahaan Jeremy berada di tangannya.


Marsha yang pemberani bahkan menelan saliva kala pintu mobil terbuka dan seseorang nampak turun dari dalamnya. Ia berusaha agar tidak melakukan kesalahan, tapi Marsha tetap lah Marsha dia malah tertawa melihat pasangan suami istri yang sudah paruh baya itu.

__ADS_1


“Marsha!”


__ADS_2