Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 121 : Orang Ke Tiga VS Istri Sah


__ADS_3

Marsha diam di dalam kamar memikirkan ucapan Mia padanya. Gadis itu tak percaya begitu saja dengan apa yang wanita itu ucapkan.


“Putus? kapan?” gumam Marsha. Ia melirik jam di dinding. Waktu terasa sangat lambat, dia tak sabar menunggu Jeremy pulang untuk bertanya secara langsung.


Sebenarnya Marsha bisa saja mengirim pesan dan menanyakan kebenaran ucapan Mia, tapi dia lebih memilih untuk bertanya langsung face to face ke Jeremy.


Namun, sepertinya pria itu lembur malam ini, hingga Marsha mengantuk dan terlelap tidur dengan posisi duduk bersandar pada headboard.


Entah sudah berapa lama Marsha terbuai ke alam mimpi, yang pasti dia tiba-tiba terjaga. Gadis itu kaget lalu membuka mata lebar-lebar. Ia melihat Jeremy yang baru saja akan mendaratkan pantat di ranjang. Pria itu mengerjab seperti canggung sambil menatapnya.


“Om Je!”


Jeremy bingung, baru saja dia baringkan Marsha tapi istrinya itu malah bangun.


"Hah... kenapa bangun? tidur lagi sana!" perintah Jeremy. Ia merasa bersalah.


"Aku menunggumu pulang," ucap Marsha dengan suara lengket. Ia pun menegakkan badan dan menatap selimut. Kening Marsha berkerut. Seingatnya dia tidak menarik kain tebal itu tadi.

__ADS_1


"Apa dia yang memakaikannya padaku?"


"Untuk apa menungguku pulang? kurang kerjaan sekali kamu," ketus Jeremy, dia melihat ada sorot curiga di mata istrinya itu.


"Aku memang kurang kerjaan, seharian aku pergi menemui mami lalu tidur-tiduran dan... "


"Dan apa?" bentak Jeremy.


Marsha memajukan bibir, dia mencebik merasa Jeremy sangat galak sampai membentak-bentaknya sejak tadi.


"Om PMS apa gimana sih galak bener," gerutu Marsha. "Aku tadi bertemu dengan kak Mia, dia bilang kalian sudah putus."


Melihat gelagat Jeremy yang terkejut, Marsha semakin curiga ada yang tidak beres terjadi di sini. Ia pun mencondongkan badan untuk berbicara dengan sedikit berbisik. Padahal jelas di kamar itu tidak ada orang lain yang bisa mendengarkan perbincangan mereka.


"Apa benar kalian sudah putus? kenapa putus? Setelah kita bercerai Om akan menjadi duda tua, kasihan sekali," cibir Marsha.


"A-a-a- apa kamu bilang? coba ulangi sekali lagi!" Jeremy tak bisa membalas cibiran istrinya secara langsung, dia megap-megap bahkan membuang mukanya ke arah lain.

__ADS_1


"Ya kalau enam bulan lagi kita berpisah sesuai rencana, aku tidak yakin Om akan cepat mendapatkan istri lagi. Berbeda denganku, aku akan menjadi janda kembang, kaya raya," kata Marsha. "Belum lagi orang pasti akan bersimpati padaku, diceraikan di usia belia pasti orang berpikir mantan suamiku memiliki kelainan."


"Apa kelaianan?" Jeremy yang awalnya ingin tidur seketika melupakan rasa kantuknya karena ucapan Marsha.


"Ya, sudah punya istri cantik, baik seperti ini tapi diceraikan, jelas orang akan berpikir Om bermasalah. Om juga bisa disangka melakukan KDRT."


"Kalau begitu aku tidak akan menceraikanmu, biar saja kamu seumur-umur hidup dengan om-om sepertiku." Jeremy kesal. Ia merebah lalu memunggungi sang istri.


Marsha yang mendengar tentu saja kaget, terlebih Jeremy belum memberikan jawaban atas pertanyaannya.


"Om jangan tidur! Aku menunggu sepanjang malam tadi hanya untuk mencari tahu jawabannya langsung, apa benar Om sudah putus dengan kak Mia?" tanya Marsha lagi.


Jeremy yang memang belum memejamkan mata bisa mendengar dengan jelas ocehan Marsha, tapi dia enggan untuk merespon. Jeremy malah berpikir, mungkin Mia sudah merasa dirinya menjauh sehingga berkata mereka sudah putus ke sang istri. Padahal yang sebenarnya belum ada pembicaraan serius ataupun pertemuan empat mata antara dirinya dan dokter cantik itu.


"Kenapa kalian putus? apa ada orang ketiga?" tanya Marsha sambil mencoba melihat wajah Jeremy. Tanpa aba-aba pria itu membalik badan dan membuatnya kaget.


"Kamu! apa kamu tidak sadar? kamu itu orang ke tiga di antara aku dan Mia," ucap Jeremy.

__ADS_1


"Heh... bagaimana bisa aku menjadi orang ketiga? aku ini istrimu Om, istri sah," jawab Marsha dengan penekanan di akhir kalimat.


__ADS_2