Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 66 : Baru Sadar


__ADS_3

Andro bingung menjawab, hingga Marsha kesal dan memukul dadanya. Gadis itu memilih untuk pergi meninggalkan Andro. Ia merasa bahwa semua yang dikatakan orang terdekatnya bahkan Bu Dewan pentolan geng sultini blok kamboja benar. Andro memang mata duitan.


“Sya! Mau ke mana? sudah malam, ayo aku antar pulang,” bujuk Andro.


Marsha menatap motor yang dinaiki pacarnya, bahkan motor itu bukan motor yang dia belikan untuk Andro, tapi motor lama. Gadis itu seperti sadar setelah baru saja dipermalukan. Seorang Marsha Tyaga harus sampai meninggalkan jaminan di sebuah restoran sushi, bisa-bisa nama baiknya tercemar.


“Sudah pulang sana! nanti juga kamu minta dibelikan bensin, aku tidak punya uang,” omel Marsha.


Andro pun garuk-garuk kepala, dia masih tidak menyadari bahwa Marsha sedang pada fase emosi jiwa tingkat dewa. Pemuda itu berpikir keras, dia tidak boleh membuat Marsha membencinya apa lagi sampai meminta putus darinya karena masalah tak dibayari makan di restoran sushi.


“Aku bisa jalan kaki pulang ke rumah!”


“Tidak, bagaimana kalau ada orang jahat yang ingin melakukan tindakan buruk ke kamu? apa kamu tidak ingat waktu itu …. “

__ADS_1


Lisan Andro terjeda, ini karena Marsha menoleh dengan tatapan mata tajam. Peristiwa penyekapannya di gudang kala SMA memang tidak terlalu menimbulkan trauma, tapi mana ada orang di dunia ini yang mau masa lalu suram dikorek kembali.


“Aku ingat! tentu aku ingat, karena peristiwa itu aku sampai merasa seperti berhutang budi padamu,” ketus Marsha. Rasa kecewa dan marah bercampur menjadi satu di hatinya.


_


_


“Kemana anak itu? merepotkan saja!”


“Aku tidak tau Om, Marsha bahkan sedang marah padaku. Tanyakan saja pada Andro, dia pasti tahu.”


Jawaban Zie membuat Jeremy semakin bingung. Namun, tak tinggal diam Zie ternyata diam-diam juga mencoba mencari keberadaan Marsha. Ia menelepon Andro dan bertanya apa mungkin cowok itu sedang bersama sang sahabat.

__ADS_1


[ Dia sedang merajuk, aku sudah pulang dan dia memilih jalan kaki, entahlah pusing aku menghadapi kelakuannya yang seperti anak kecil ]


Zie mengumpat kesal, dia teruskan pesan yang dikirimkan Andro ke Jeremy dan pria itu pun dengan cepat mencari di sepanjang jalan dekat restoran sushi, tempat calon istrinya makan tadi.


Beruntung, setelah menuju tempat yang disebutkan oleh Zie, Jeremy melihat Marsha berjalan seperti gelandangan. Karena berbeda jalur, pria itu pun harus mencari perpotongan jalan untuk berbelok.


Jeremy membuang muka, dia kesal bercampur kasihan melihat Marsha yang seperti mahkluk terbuang. Ia memberi sign kiri dan memperlambat laju kendaraan. Calon istrinya itu masih tidak sadar bahwa dia dibuntuti, hingga suara klakson terdengar nyaring. Bukan dari mobil Jeremy, melainkan dari pengguna jalan lain yang merasa mobil pria itu menghalangi dan membuat jalanan menjadi tersendat.


Marsha menoleh, dia menyipitkan mata karena silau melihat lampu mobil yang berlalu Lalang, hingga sebuah mobil berhenti dan sang pengendara keluar dari dalamnya. Gadis itu terkejut, tapi entah kenapa hatinya senang.


Marsha merasa Jeremy sangat tampan dan mempesona. Kemeja putih tergulung sampai siku dan cara berjalan pria itu membuatnya meneguk saliva.


“Di…dia, dia calon suamiku, kan?”

__ADS_1


PLETAK


__ADS_2