Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 70 : Gelang


__ADS_3

Jeremy membungkuk, meminta izin ke rekan bisnis dan bawahannya untuk pergi lebih dulu. Pria itu berjalan tegap dan berhenti tepat di depan Marsha. Melihat wajah cemberut gadis itu, Jeremy malah memandang dengan tatapan meremehkan, dia menekuk tangan ke depan dada dan mengangkat dagunya sama seperti apa yang dilakukan sang calon istri.


“Mana gelangku!” Marsha mengadahkan tangan, dia tidak perlu basa-basi karena menurutnya Jeremy pasti sudah tahu apa maksud kedatangannya ke kantor.


“Cih … apa kamu sudah punya uang jadi mau mengambil gelang itu, aku yang menebusnya!” Jeremy tak mau kalah, bahkan telunjuknya sudah mendorong kening Marsha hingga condong ke belakang.


“Iya, Omano sudah memberiku uang jadi kembalikan gelang itu, dia gelang kesayanganku,” ujar Marsha.


Pundak Jeremy mengedik, tentu saja dia tahu kalau itu gelang kesayangan Marsha karena dia yang meminta sertifikatnya ke Kimi pagi tadi. Diam-diam dia melihat Marsha selalu mengenakan gelang itu dan saat dia menemukan gadis itu di jalan, Marsha tidak memakainya, saking penasaran Jeremy menghubungi temannya yang merupakan pemilik restoran sushi itu agar bisa ditanyakan ke karyawannya.


Benar saja, dan hal ini semakin membuat dia geram. Bagaimana tidak? Bahkan untuk makanpun Andro tak sanggup membayari Marsha.


“Apa kamu masih berharap pada cowok yang membiarkan kekasihnya meninggalkan gelang untuk jaminan? Di mana otakmu? pantas kamu tidak diterima di fakultas kedokteran,” cibir Jeremy. “Jika dia cowok baik, dia bisa menjaminkan motornya dan pulang jalan kaki berdua denganmu. Dia bahkan meninggalkanmu. Heh... MRT, apa perlu kita pergi ke dokter mata untuk memeriksakan matamu itu, Ha!”

__ADS_1


Perkataan Jeremy bagaikan menabur garam ke luka Marsha yang menganga, dia bahkan mulai menjaga jarak dengan Andro. Sejak tadi Marsha yakin pasti cowoknya itu terus menghubungi.


“Sudah lah Om, jangan mentang-mentang ini hari Jumat lalu Om berkhotbah. Berikan gelang itu dan aku akan pergi dari sini, Om pasti tidak ingin aku ganggu kan?”


JLEP


Jeremy tertampar dengan ucapan Marsha. Ia merefleksi diri. Benar, kenapa belakangan ini dia malah merasa selalu ingin diganggu oleh Marsha. Jeremy bahkan merasa ada yang kurang jika gadis itu tidak cerewet seperti biasa.


“Masuk ke ruanganku!”


“Kak Pet, aku mau!” kata Marsha. “Jangan urusi dia. Biarkan saja dia mati kehausan, tapi aku mau. Aku mau yogurt cikmiri rasa strawberry.”


Peter tertawa, dia tahu hubungan macam apa yang sedang terjalin antara sang bos dan Marsha. Menurutnya ini sangat unik, bukankah dengan menikahi Marsha setiap hari Jeremy bisa tertawa? Gadis itu pasti akan menjadi obat awet muda untuk atasannya.

__ADS_1


“Aku sepertinya butuh obat penurun tekanan darah, setelah berbicara dengannya aku yakin tensiku pasti naik tinggi,” ujar Jeremy. Ia memang berbicara pada Peter tapi tatapan matanya tertuju pada Marsha.


Selepas Peter pergi, Jeremy mengambil gelang Marsha dari laci meja kerja. Marsha menyambarnya dengan kasar, setelah itu memindai gelang kesayangannya untuk memastikan benda itu masih utuh.


“Om tidak menukarnya dengan merek palsu, ‘kan?” tuduhnya. Bahkan dia tidak mengucapkan terima kasih.


“Untuk apa? lagi pula gelang itu sudah jelek, bukankah Rey memberimu hadiah juga?” selidik Jeremy.


“Ada hal di dunia ini yang tidak bisa ditakar dengan uang, Om tidak akan pernah tahu rasanya menjadi aku saat itu. Karena mendapat juara satu, papi memberiku gelang ini sebagai hadiah.”


Marsha bercerita panjang lebar, dia berusaha memakai gelang itu tapi terus saja gagal, hingga Jeremy berdecak dan mendekat. Pria itu meraih pergelangan tangan Marsha lalu melilitkan gelang itu di sana.


“Memang kamu memenangkan lomba apa?”

__ADS_1


“Ta-rik tam-bang,” jawab Marsha. Ia bahkan memenggal dua kata itu sebagai bentuk penegasan.


“Hah … “ Jeremy tergelak, seharusnya dia tahu bahwa tidak mungkin calon istri belianya ini memiliki prestasi yang membanggakan. “Aku pikir kamu juara satu membuat keributan.”


__ADS_2