Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 116 : Ukuran


__ADS_3

“Sya, ayo tidur saja!”


Malam itu di villa, setelah mencuci muka sang istri, Jeremy masih harus dibuat susah payah memakaikan baju ke Marsha. Gadis itu tertawa-tawa sendiri, hingga menarik bagian depan kaus dan membuatnya terjerembab. Alhasil dia menindih tubuh Marsha yang terbaring di atas ranjang.


“Sya!” pekik Jeremy


Marsha malah menyunggingkan senyuman manis. Gadis itu merapatkan tubuh lantas menggesekkan dadanya naik turun.


“Marsha!”


Jeremy hendak bangkit tapi Marsha lebih dulu menariknya kembali. Jeremy berpikir beginilah efek jika saat sadar sering melihat sesuatu yang tidak semestinya. Ia yakin Marsha pasti suka menonton video plus-plus, hingga saat mabuk gadis itu cosplay menjadi cucu kakek sugiono.


Sementara, Marsha tahu apa yang dia lakukan ke Jeremy itu memalukan, tapi entah kenapa ada rasa senang yang tak bisa dia ungkapkan. Hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Marsha, bahwa alkohol memang sangat berbahaya dan wajib dihindari.


Gadis yang sedang kesal itu masih menikmati perjalanannya di udara setelah mengingat kejadian semalam di villa. Marsha memilih diam dan sesekali melempar tatapan ke Peter yang sempat menggodanya tadi.


 


Melihat buah pisang yang tadi ditawarkan pria itu, Marsha pun memiliki ide gila untuk membalas Peter sekaligus Jeremy.


 


“Ukurannya mengingatkanku ke sesuatu,” kata Marsha sambil memegang pisang di tangan.


“Ukuran pisang ini memang lumayan besar, tapi tidak memuaskan aku. Ada yang ukurannya kecil hanya sembilan senti tapi membuatku sangat puas.”


 

__ADS_1


“Apa?”


 


Peter kaget, dia menoleh Jeremy dan entah kenapa tidak bisa menghilangkan pikiran kotor di otaknya. Mata pria itu menyipit curiga, mungkinkah ukuran besar yang tidak memuaskan Marsha adalah brontosaurus sang atasan?


“Apa? ha? apa?” Jeremy menghardik Peter, dia jelas tahu apa yang sedang dipikirkan oleh bawahannya itu.


“Yang sembilan senti itu bisa membuatku ketagihan, aku bahkan ingin lagi dan lagi menggeseknya,” ucap Marsha. Ia mulai mengupas kulit pisang di tangan pelan-pelan lalu melahapnya.


 


“Sya, berhenti mengatakan hal mesum di depan pria, apa kamu tidak malu?” hardik Jeremy pada akhirnya.


 


Ia tertawa di dalam hati, karena berhasil membuat Jeremy dan Peter berpikir yang tidak-tidak. Marsha sengaja tak menjelaskan secara gamblang agar Peter salah paham dan meremehkan Jeremy.


“Yang penting itu kualitas, bukan ukuran. Apa kamu ingin mengatakan itu?” tanya Peter.


Sebuah bantal kursi Jeremy lemparkan dan tepat mengenai kepalanya.


Marsha tergelak, dia senang bisa membuat dua pria dewasa itu over thinking dengan ucapannya.


“Coba keluarkan milikmu kak Pet!” titah Marsha.


Terang saja Peter melotot dan Jeremy langsung membentak.

__ADS_1


“Marsha! Apa kamu sudah gila?”


Marsha hanya menjawab dengan kedikkan bahu, gadis itu mencondongkan badan ke Peter, lalu membujuk pria itu dengan nada merayu.


“Ayo Kak Pet keluarkan milikmu yang sembilan senti itu!”


“Wah … kamu benar-benar sudah gila Marsha, nanti setelah pesawat ini mendarat sebaiknya kita pergi untuk melakukan Ruqiyah."


Peter menggeser pantat dan menjauh dari istri sang atasan. Tatapan mata Jeremy sudah curiga kepadanya, mungkinkah Peter dan Marsha ….


“Ya sudah kalau kak Pet tidak mau mengeluarkan itu, aku akan keluarkan punyaku.”


“Tunggu! Apa kamu punya belalai?”


Pertanyaan Peter membuat Jeremy melebarkan netra, sedangkan Marsha hanya tertawa. Gadis itu membuka dompet lalu mengeluarkan salah satu kartu ATM yang dipunya.


“Ini, sembilan senti yang bisa memuaskan aku dan selalu membuatku ingin menggeseknya lagi dan lagi,” ucap Marsha.


Jeremy dan Peter pun cengo, dua pria dewasa itu sukses dikerjai oleh gadis berumur sembilan belas tahun.


“Kartu ATM?” tanya Peter lalu menoleh Jeremy.


“Hem … apa Kak Pet tidak pernah mengukur? coba ukur! Panjangnya hanya sembilan senti,” jawab Marsha setelahnya tersenyum puas.


“Ah … dasar otak kalian sungguh mesum!” cibirnya


 

__ADS_1


 


__ADS_2