Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 61 : Amarah Uncle Je


__ADS_3

Jeremy menatap tajam Marsha yang masih diam karena tidak mau memberi nomor Andro, dia semakin geram karena Marsha begitu bodoh karena selalu mengikuti keinginan pacarnya itu.


“Aku memang membebaskan dirimu untuk tetap bisa bersama pemuda brengsek itu. Tapi bukan berarti kamu tidak menggunakan otakmu untuk berpikir mana yang baik dan tidak.” Jeremy terlalu gemas sampai bicara sambil menunjuk kening Marsha.


“Ih … Om apaan, sih?” Marsha menepis telunjuk Jeremy dengan wajah cemberut.


“Kamu itu gadis pintar, seharusnya tahu mana yang baik dan buruk. Berpikirlah! apa menurutmu tindakan Andro sebagai kekasih itu sudah benar? Pria tidak akan pernah menyulitkan wanita yang dia sukai. Ingat ucapanku!”


Jeremy akhirnya hanya menasihati karena merasa berdebat dengan Marsha pun akan percuma. Gadis itu mengerucutkan bibir sambil menatap sebal ke Jeremy, dia merasa aneh karena pria itu bicara dengan sangat bijak.


“Keluar dari mobilku jika kamu tidak mau memberikan nomor Andro! Tapi ingat, jika kamu lain kali bertingkah seperti hari ini, maka aku tidak akan segan untuk mengadukanmu ke papi dan mami!” ancam Jeremy setelah mengusir sang calon istri.


Marsha semakin mengerucutkan bibir, gadis itu keluar mobil dengan perasaan kesal, bahkan membanting pintu dengan kasar untuk meluapkan emosi.


Jeremy pun langsung memacu mobil meninggalkan halaman rumah Marsha. Gadis itu menatap dengan perasaan kesal karena terus saja diancam.


“Dasar si tua itu! kenapa dia sangat menyebalkan!” gerutu Marsha sambil menghentakkan kaki. Ia masuk ke dalam dan bertemu Kimi. Maminya itu pun bertanya siapa yang datang dan tidak masuk ke dalam rumah.


"Apa tadi itu Jeremy?"

__ADS_1


"Bukan, kurir JIN EXPRESS," jawab Marsha.


"Terus mana belanjaanmu? emangnya kamu ada duit?" tanya Kimi sambil menoleh putrinya yang berjalan bersungut-sungut masuk ke dalam.


"COD, karena aku sudah kismin aku minta dikembalikan saja, dan dia marah," sahut Marsha.


"Hebat sekali JIN EXPRESS sekarang membelikan fasilitas mobil BEmW ke kurirnya." Kimi berpura-pura bodoh, padahal dia yakin yang barusan datang adalah sang calon menantu.


***


Jeremy tentu saja tidak tinggal diam dengan hal yang terjadi hari ini, dia merasa harus menyelesaikan semuanya agar Marsha tidak terus dimanfaatkan oleh Andro. Pria itu menghubungi Zie, karena tahu yang dekat dengan Marsha hanyalah gadis itu. Beruntung saat ulang tahun Marsha, Jeremy sempat meminta nomor gadis itu. Dia menanyakan di mana tempat tinggal Andro dan bertanya banyak ke sahabat tunangannya itu.


Akhirnya Jeremy mendatangi rumah Andro, di sana dia langsung bertemu dengan pemuda yang terus memanfaatkan Marsha seenak jidatnya.


“Mau apa?” tanya Andro dengan kedua tangan dilipat ke depan dada.


“Aku ingin memperingatkanmu. Jika kamu masih ingin bersama Marsha, maka berhenti memanfaatkannya.” Jeremy langsung to the point. Tak bisa dia sabar dan berbaik hati.


Andro tersenyum mencibir, lantas berkata, “Itu bukan urusanmu, kenapa kamu sewot?”

__ADS_1


Jeremy bisa melihat jika Andro bukanlah pemuda baik, hal ini membuatnya semakin geram dan kesal karena Marsha bisa sangat bodoh menyukai pemuda seperti ini.


“Kuperingatkan sekali lagi!” Jeremy bicara sambil menunjuk wajah Andro. “Jika kamu berani memanfaatkan Marsha lagi, maka aku tidak akan segan membuatmu tidak bisa bertemu dengannya!”


Andro menyeringai mendengar ancaman Jeremy, dan malah balik mengancam. “Jika kamu berani membuatku tidak bisa bertemu Marsha, maka aku akan membongkar pernikahan palsu yang akan kalian lakukan. Biar semua orang tahu bagaimana sebenarnya hubungan yang kalian jalin."


Jeremy sangat terkejut mendengar ancaman balik dari pemuda yang umurnya terpaut belasan tahun darinya ini, andai dia tak berpikir panjang mungkin bogem mentah sudah mendarat di wajah Andro.


“Silahkan! dan lihat saja! aku akan membuatmu menyesal karena terus meminta uang ke Marsha! Dasar pria tak berguna!” cibir Jeremy.


Andro marah karena disebut tak berguna, hingga dia pun membalas cibiran Jeremy.


“Aku tidak pernah memanfaatkan Marsha, dia sendiri yang mau memberi saat aku sedang butuh. Aku hanya bercerita, tapi dia langsung dengan sukarela memberi, apa bisa aku dibilang memanfaatkannya?”


Jeremy menatap tajam Andro, pemuda itu pasti mengira jika dirinya tak tahu apa-apa. Ternyata tadi saat melakukan panggilan dengan Zie, Jeremy mengorek banyak informasi dari gadis itu.


Zie pun jujur kalau selama ini dia iseng mencatat berapa jumlah uang yang diberikan Marsha ke Andro sejak masih duduk di bangku SMA. Jika ditotal mungkin sudah ada ratusan juta yang dikeluarkan Marsha untuk menuruti keinginan pemuda itu.


"Kenapa kamu tidak mencegahnya?"

__ADS_1


"Temanku hanya Marsha, dan teman Marsha hanya aku. Kalau sampai aku menyinggung perasaannya bisa-bisa kami bertengkar, Om seperti tidak tahu bagaimana si the bear."


“Lihat saja nanti!” Jeremy bicara sambil menunjuk wajah Andro sebelum pergi setelah mengingat ucapan Zie.


__ADS_2