Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 24 : Memberikan Penjelasan


__ADS_3

“Pokoknya kamu harus membuat Mia yakin bahwa kita memang tidak saling suka, kita akan berpisah setelah satu tahun, dan kita memiliki kepentingan masing-masing menerima perjodohan ini.”


Jeremy terus saja mengulangi ucapannya. Marsha sampai cemberut karena bosan mendapatkan informasi yang sama dari pria itu.


Setelah pertemuannya dengan Mia, Jeremy meyakinkan kekasihnya itu. Ia berjanji pada Mia akan mengajak Marsha menemuinya dan meminta calon istri belianya itu untuk menjelaskan sendiri duduk perkara hubungan mereka.


“Ribet sekali sih pacar Om, tidak seperti pacarku yang percaya saja saat aku bilang mau kawin sama Om tapi cuma bohong-bohongan.”


Tepat setelah mendengar ucapan Marsha, Jeremy menginjak rem mobil dalam-dalam. Tubuh Marsha bahkan sampai terhuyung ke depan, beruntung gadis itu mengenakan sabuk keselamatan sehingga aman.


“Astaga Om, kalau bunuh diri jangan ngajak-ngajak aku donk! aku belum merasakan ciuman dari cinta sejatiku, ya kali mati,” omel Marsha. Wajah gadis itu berubah masam dengan bibir maju mundur bak ikan mas koki.


“Sejauh mana kekasihmu itu tahu rahasia kita, Ha?” Jeremy membentak, menurutnya Marsha terlalu polos dan bodoh karena memberitahu rahasia mereka ke Andro. Tangan pria itu bahkan memukul kemudi saking geramnya.

__ADS_1


“Ya sejak awal, Om pikir aku pergi dengan Om begini dia tidak tahu? dia tahu Om, aku bahkan izin.”


Jeremy semakin tak percaya dengan model pacaran remaja zaman sekarang yang sudah melebihi pasangan suami istri. Terkadang malah memakai panggilan ayah dan bunda di muka umum dan membuat geli orang yang mendengarnya.


“Mungkin saat mau buang air pun kamu izin,” cibir Jeremy. Nahas, tak dia sangka Marsha malah mengangguk mengiyakan ucapannya.


“Aku mau makan juga pamit, mau tidur juga pamit. Memang Om yang punya pacar tapi tidak romantis, iyuh …” Marsha menyibakkan rambut lalu bersedekap menoleh ke arah jendela. Ia tahu kalau Jeremy sedang mencibir dan menghina model pacarannya.


“Kalau begitu telepon pacarmu itu sekarang, minta dia datang ke kafe tempat kita akan bertemu dengan Mia.”


Jeremy menarik napas panjang, berusaha untuk memperluas kesabarannya untuk menghadapi Marsha. Ia pun berucap dengan lembut, pelan dan memperbaiki nada bicaranya.


“Marsha, minta pacarmu datang agar kita bisa bicara delapan mata, aku, kamu, Mia dan pacarmu si rasi bintang itu,” ucap Jeremy dengan rahang yang mengetat.

__ADS_1


“Nah … gitu donk Om, ngomong sama cewek itu lemah lembut.” Marsha dengan lagak malas-malasan mengambil ponsel dari tas, dia mencari nama sang pacar lalu melirik tajam Jeremy yang berusaha mengintip ponselnya.


“Oh … ya dia punya nama, namanya bagus An-dro-me-da, jadi jangan asal sebut,” amuk Marsha.


“Lagi pula sejak kapan Andromeda menjadi rasi bintang, dia itu nama galaksi, dan galaksi itu lebih kompleks, dia lebih dari sekadar rasi bintang, makanya belajar Om jangan bisanya cuma bawel.”


Jeremy semakin naik darah, jika bertemu Mia nanti sepertinya dia harus meminta kekasihnya itu memeriksa tekanan darah. Marsha benar-benar bisa membuat darahnya mendindih karena geram. Pria itu pun melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, sebelum Marsha lagi-lagi meneriaki dirinya.


“Om, kalau aku mati karena kecelakaan yang disebabkan Om ngebut, aku akan menghantui pacar Om karena dalam perjalanan menemui dia lah aku meregang nyawa. Catat itu Om!”


_


_

__ADS_1


_


Scroll ke bawah 👇


__ADS_2