Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 174 : Tidak Peka


__ADS_3

Menyadari putrinya sedang tidak baik-baik saja karena menginginkan sesuatu, setelah berbincang dengan Marsha tadi, Kimi terlihat menengok ke kanan dan kiri, memastikan jika tidak ada yang melihat apa yang hendak dilakukannya termasuk Marsha, wanita itu mendial nomor Jeremy dengan masih memasang muka waspada.


“Halo, Mi.” Beberapa saat kemudian, suara Jeremy terdengar dari seberang panggilan.


“Je, Mami mau omong sesuatu. Tapi kamu harus merahasiakannya,” ujar Kimi.


“Merahasiakan apa, Mi?”


“Marsha ingin mendapat kejutan. Katanya kamu nggak pernah kasih dia kejutan, jadi berilah sekali-kali agar dia senang,” jawab Kimi menjelaskan.


Di ruang kerjanya Jeremy menghela napas lega, dia sempat jantungan berpikir apa yang harus dirahasiakan tadi.


“Baiklah, Mi. Mami tenang saja! aku akan mengikuti ucapan Mami,” ucap Jeremy.


Ia pun mengakhiri panggilan itu, hingga kemudian tampak memikirkan ucapan Kimi.


“Kejutan apa yang harus aku berikan ke Marsha?” Jeremy berpikir dengan keras apa yang harus dia lakukan agar istri kecilnya itu merasa senang.


***


Sepulang kerja, Jeremy memutuskan pergi ke baby shop untuk membeli beberapa perlengkapan bayi, dia sudah mencari di internet hal romantis apa yang bisa dilakukan calon ayah untuk membuat istrinya yang sedang hamil bahagia.


Jeremy pun memutuskan membeli satu set baju bayi dan perhiasan.


“Bagaimana dengan ini, Pak?” tanya pelayan toko perhiasan.


Jeremy memerhatikan kalung yang ditunjukkan pelayan toko, hingga mengangguk menyetujuinya.

__ADS_1


“Bungkus itu,” kata Jeremy.


Setelah melakukan pembayaran, Jeremy pun bergegas untuk pulang. Dia tadi terlalu lama berada di baby shop, sehingga pulang kemalaman.


Tanpa dia tahu Marsha menunggu kedatangannya, tapi karena sampai larut malam tidak kunjung datang, sang istri pun merajuk.


Mereka menginap di rumah orangtua Marsha malam itu, dan Marsha memilih tidur lebih awal karena kesal.


Saat Jeremy sampai rumah, dia tidak melihat keberadaan Marsha di bawah. Akhirnya pria itu memutuskan pergi ke kamar Marsha dan melihat istrinya sudah tidur.


“Tumben tidur awal,” gumamnya.


Jeremy pun tidak ingin mengganggu tidur sang istri, hingga akhirnya memilih mandi. Setelah selesai dia keluar menemui Kimi dan Richie.


“Marsha udah tidur, ya?” tanya Kimi karena Jeremy turun dari lantai atas sendirian.


Jeremy pun duduk bersama Kimi dan Richie di ruang keluarga.


“Marsha tadi ngobrol banyak sama Mami sambil bantuin ngurus tanaman di kebun. Dia cerita soal kondisinya, juga tadi sempet kesel karena Mami nunjukkin baju bayi miliknya yang dikasih papi. Dia cemburu karena mami diberi kejutan dengan diberi hadiah baju bayi dan dijadikan kenang-kenangan sampai sekarang. Terus dia bilang kalau kamu nggak peka dan nggak pernah kasih dia kejutan, makanya Mami minta kamu kasih kejutan ke dia,” ujar Kimi panjang lebar menjelaskan.


“Aku penasaran bagaimana cara papi memberikannya ke Mami, sampai membuat Mami terus menyimpan baju itu sebagai kenang-kenangan, bahkan Marsha ingin mendapat kejutan juga setelah mendengar cerita Mami?” tanya Jeremy penasaran.


Kimi malah malu mendengar pertanyaan Jeremy, lantas menceritakan kalau Richie memberikan hadiah itu dengan cara yang sangat romantis, hingga memori itu selalu melekat di hati Kimi.


Jeremy tertawa melihat Kimi yang malu-malu, kemudian memilih membahas hal lain.


Setelah cukup lama berbincang dengan Kimi dan Richie, Jeremy memutuskan kembali ke kamar. Saat baru saja membuka pintu, Jeremy mendapati Marsha yang ternyata sudah bangun. Ia pun tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memberikan kejutan. Jeremy berjalan ke arah sofa untuk mengambil hadiah yang dibelinya dan sukses membuat Marsha keheranan.

__ADS_1


Gadis itu menatap barang yang dibawa Jeremy, tapi alih-alih bertanya, dia menunggu suaminya itu untuk menjelaskan dengan sendirinya.


“Terima kasih karena kamu sudah mengandung anakku, bahkan rela cuti kuliah demi kesehatan dan menunda cita-citamu demi bayi kita."


Marsha sangat senang karena mendapatkan hadiah, hingga berterima kasih karena Jeremy ternyata pengertian.


“Kak Je tiba-tiba peka, pasti karena dikasih tahu Mami soal keinginanku,” tebak Marsha.


Jeremy terkesiap dan tidak bisa mengelak, hingga kemudian memilih memeluk sang istri.


“Maaf kalau aku kurang peka dan membuatmu merasa diabaikan, ke depannya aku akan belajar untuk lebih peduli lagi kepadamu dan bayi kita,” ujar Jeremy.


Marsha memulas senyum bahagia, dia balas pelukan Jeremy dan mencurukkan kepala ke leher pria itu.


"Kak Je, aku sayang kakak," bisiknya.


***


Setelah melakukan beberapa persiapan, akhirnya pesta acara empat bulanan Marsha hari itu dilaksanakan.


Rumah Kimi yang memang dijadikan tempat acara, tampak sangat ramai dengan orang-orang yang datang untuk menghadiri dan mendoakan kesehatan juga keselamatan Marsha dan bayinya.


“Semoga kamu dan bayimu sehat, dan selamat sampai persalinan,” ucap Zie memberikan doa.


Marsha berterima kasih, dia malah balik mendoakan Zie agar cepat mendapat jodoh.


Semua orang di sana nampak bahagia. Acara berlangsung lancar dan tamu yang datang pun satu persatu mendoakan Marsha juga bayinya.

__ADS_1


__ADS_2