Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Membeli Cincin Dan Hasutan Mona


__ADS_3

Happy reading...


Sebenarnya Amanda ingin sekali baju pengantinnya didesain oleh Lulu, tapi karena sahabatnya saat ini sedang sibuk berbulan madu, jadi Amanda tidak ingin merepotkan Lulu.


Siang ini dia dan juga Ethan berencana untuk makan siang di luar, kemudian wanita itu pun menyelesaikan pekerjaannya.


"Gisel, saya mau keluar dulu ya."


"Iya Mbak, hati-hati ya."


Amanda menganggukan kepalanya, kemudian dia keluar dari butik, dan berbarengan dengan itu, Ethan pun sampai. Dan melihat hal tersebut, Amanda langsung berjalan memasuki mobil calon suaminya.


.


.


Di tempat lain, tante Inggit sedang menunggu di sebuah Mall. Karena dia sudah janjian bersama dengan Ethan untuk membeli cincin pernikahan untuk putranya dan juga Amanda.


Tante Inggit tidak mau melewatkan satu momen pun bersama dengan mereka berdua, karena saat ini hanya Ethan lah yang dia punya.


"Aduh! Ethan lama banget sih? Masa jemput Amanda aja dari tadi nggak nyampe-nyampe?" gerutu Tante Inggit sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.


Dia duduk di salah satu kursi pengunjung yang ada di mall tersebut, kemudian mengeluarkan ponsel dan jarinya langsung menari ria menscrol di grup sosial ditanya.


Tiba-tiba seseorang menyapa dirinya dan ternyata itu adalah Mona. Kebetulan wanita tersebut juga sedang berbelanja di mall, dan dia tidak menyangka jika akan bertemu dengan tante Inggit. Padahal rencananya nanti malam Mona akan ke rumah.


"Tante. Wah! Tidak menyangka ya, ternyata kita bertemu di sini. Tante lagi belanja juga?" sapa Mona.


"Iya, Tante ke sini mau belanja cincin pernikahannya Ethan dan juga Amanda."


"Apa! Jadi tante masih merestui mereka? Tante, sebaiknya Tante pikirkan baik-baik deh!"


"Cukup ya Mona! Keputusan Tante itu sudah bulat mau Amanda janda ataupun tidak, bagi Tante itu tidak masalah. Karena status janda bukan berarti status yang jelek. Kamu lupa, kalau Tante juga janda?" jawab Tante Inggit sambil menatap tajam ke arah Mona

__ADS_1


Melihat tatapan tante Inggit yang begitu menusuk, Mona pun menjadi sedikit gelisah. "Maaf Tante, bukan seperti itu maksud Mona. Hanya saja, Mona tidak ingin jika keluarga Tante nantinya diolok-olok sama orang lain." Wanita tersebut mencoba untuk menarik simpati dari Tante Inggit.


"Iya terima kasih untuk perhatiannya ya, Mona," jawab Tante Inggit. Setelah itu dia kembali fokus pada ponselnya.


Sementara Mona hanya diam memikirkan cara agar membatalkan pernikahan Ethan dan juga Amanda.


'Pokoknya aku harus membatalkan pernikahan mereka, gimanapun caranya.' batin Mona sambil menatap lurus ke arah toko pakaian yang berada di hadapannya, akan tetapi pikiran wanita itu sedang berkelana.


Seketika mata Mona membulat dengan wajah yang berbinar, saat dia menemukan sebuah cara untuk bisa mendapatkan Ethan kembali.


'Kali ini aku tidak akan gagal. Aku akan mendapatkan kamu Ethan, dan kita akan bersama!' batin Mona.


Kemudian dia bangkit dari duduknya berpamitan kepada tante Inggit untuk pergi dari sana, sebab masih ada beberapa barang yang ingin dibelinya, padahal itu hanyalah alibinya saja.


Tak lama Ethan dan juga Amanda datang. Pria itu menatap ke sana dan ke sini, melihat di mana keberadaan mamanya. Dan setelah melihat wanita yang sedari tadi ia cari, keduanya langsung menghampiri tante Inggit.


"Mah, maaf ya lama, tadi jalanan sedikit macet," ucap Ethan saat berada di hadapan sang mama.


"Kamu ini lama banget sih, sampe tepos nih bok0ng Mama. Ya udah, ayo kita ke tokonya sekarang!" ajak tante Inggit, namun yang digandeng bukan Ethan, akan tetapi Amanda.


'Lama-lama posisiku digantikan oleh Amanda, dan aku menjadi Putra yang tersisihkan oleh ibuku sendiri.' batin Ethan sambil memegangi dadanya.


Sabar ya babang Ethan🤣🤣


"Yeee ... malah diem aja. Ayo jangan kebanyakan melamun! Belum punya anak juga!" Tante Inggit berkata dengan nada yang sedikit berteriak, membuat Ethan semakin memanyunkan bibirnya.


Mereka pun masuk ke dalam salah satu toko perhiasan yang ada di mall tersebut, kemudian melihat beberapa cincin pernikahan dan meminta Amanda untuk memilihnya.


"Kamu suka yang mana, sayang?" tanya Tante Inggit dengan lembut.


Amanda terdiam, dia sedang mengamati cincin yang berada di hadapannya satu persatu, kemudian wanita itu menatap ke arah Ethan.


"Sayang, ini gimana? Cantik nggak?" tanya Amanda sambil menunjukkan cincin pernikahan yang dia pilih.

__ADS_1


"Bagus. Apapun yang kamu pilih, itu yang terbaik Sayang," jawab Ethan.


Kemudian Amanda meminta Ethan untuk mencobanya, dan cincin itu terlihat begitu sangat cantik saat berada di jari manis mereka. Apalagi di tengah cincin milik Amanda ada permata yang terbuat dari berlian, dan itu harganya sangat mahal.



"Tapi sayang, ini harganya--"


"Harga itu tidak menjadi masalah, kamu suka?" tanya Ethan memastikan, dan Amanda langsung menganggukkan kepalanya.


Kemudian setelah mereka berbelanja dan membeli cincin pernikahan, tante Inggit, Ethan dan juga Amanda menuju salah satu restoran untuk makan siang.


"Oh ya, tadi Mama bertemu dengan Mona di sini," ucap tante Inggit di sela-sela makannya.


"Mona? Untuk apa dia menemui Mama lagi? Jangan bilang, kalau dia ingin menghasut Mama untuk membatalkan pernikahan aku dengan Amanda? Iya?" tanya Ethan yang seketika menghentikan makannya, kemudian menatap lekat ke arah sang mama.


"Iya, tadi memang Mona sempat mengatakan hal tersebut untuk mama membatalkan pernikahan kalian. Tapi kan tidak bisa, sebab Mama sudah sangat sayang sama Amanda," jawab Tante Inggit sambil menggenggam tangan Amanda.


Wanita itu bersyukur sekali karena dia dipertemukan dengan calon mertua yang begitu sangat menyayanginya, di mana Tante Inggit menerima semua kekurangannya, apalagi statusnya yang sekarang sudah menjadi janda.


Tidak semua orang tua akan setuju saat putranya yang masih perjaka menikah dengan seorang wanita yang sudah bergelar menjadi janda, karena 90% penilaian orang terhadap janda, itu adalah hal yang buruk. Dimana mereka men-capa jika janda adalah wanita yang tidak bisa mempertahankan rumah tangganya, dan banyak sekali kekurangannya.


Padahal jika bisa memilih, mana ada wanita yang ingin pernikahannya gagal? Di mana-mana, semua orang mau jika menikah adalah satu kali seumur hidup l, tetapi apa bisa dikata jika takdir sudah berkata lain.


"Makasih Iya Tante, karena Tante sudah menerima aku apa adanya. Menerima semua kekurangan aku dan tidak memandangku dengan sebelah mata," ucap Amanda dengan tulus sambil tersenyum manis ke arah tante Inggit.


"Sama-sama sayang. Dan sekarang kamu jangan panggil tante dong! Kan sebentar lagi kamu akan menjadi anaknya tante, jadi sekarang kamu panggilnya Mama! Seperti Ethan menyebut tante dengan mama."


"Baik Mah," jawab Amanda sambil tersenyum bahagia.


Ethan begitu senang saat melihat kedua wanita yang sangat ia cintai dan sayangi saling bersatu dan merengkuh satu sama lain. Apalagi keduanya bergelar janda, namun pikiran Ethan seketika mengarah kepada Mona.


'Aku yakin, Mona tidak akan mundur sebelum tujuannya tercapai. Aku hanya takut dia akan mencelakai Amanda, tapi ... apa rencananya untuk menghancurkan pernikahanku? Pasti wanita itu tidak akan diam saja.' batin Ethan.

__ADS_1


Dia merasa curiga jika Mona pasti akan mengacaukan pernikahannya, karena dia sudah sangat hafal dengan watak wanita itu.


BERSAMBUNG....


__ADS_2