
Happy reading...
Amanda dan juga Lulu tidak makan siang keluar, mereka memesan makanan dan dibawa oleh karyawannya masuk ke dalam ruangan.
Amanda ingat tentang undangan makan malam dari tante Inggit, kemudian dia langsung menelpon mamanya untuk mengabarkan tentang hal itu.
"Halo assalamualaikum Mah," ucap Amnda saat telepon tersambung.
Tante Anjani: Waalaikumsalam sayang, tumben kamu nelepon mama di jam makan siang? Kenapa? Kamu mau mama bawain makan siang ke sana?
"Enggak mah, ini ... Amanda cuma mau bilang sama mama, nanti malem kita mau pergi keluar."
Tante Anjani: Mau pergi ke mana, sayang?
"Makan malam di rumahnya teman Amanda, tadi nggak sengaja ketemu, terus dia ngundang makan malam kita deh. Jadi mama nanti bilang sama papa ya, kita berangkat habis maghrib!"
Tante Anjani: Oke, kalau gitu kamu pulang cepat, jangan lembur!
"Siap tuan raja." Setelah itu telepon pun terputus.
Lulu dari tadi hanya diam saja menyimak pembicaraan antara sahabat dan juga mamanya, kemudian dia menatap lekat ke arah Amanda, membuat wanita itu menatapnya dengan bingung.
"Lo kenapa sih dari tadi ngeliatin gue terus?" tanya Amanda sambil memakan pasta-nya.
"Lo yakin nggak mau buka hati lagi buat pria lain?" tanya Lulu memastikan.
__ADS_1
UHUUK! UUHUUK!
Amanda tersedak makanannya sendiri saat mendengar ucapan Lulu, kemudian wanita itu langsung meminum es lemon tea miliknya.
"Kenapa lo tiba-tiba nanya kayak gitu?" tanya Amanda dengan heran.
Lulu menghentikan makannya, kemudian dia mendekat kearah Amanda lalu memegang lengan wanita itu, membuat Amanda seketika terdiam. Dia merasa perasaannya tidak enak, di mana Lulu pasti akan menceramahinya tentang masalah asmara.
"Lu, kalau lo mau ceramah soal cinta, tunggu gue abis makan dulu ya! Nanti selera gue ilang," pinta Amanda.
Lulu pun kembali melanjutkan makannya tanpa berkata apapun, dia tidak mau membuat Amanda tidak makan siang karena itu bisa berdampak buruk pada kesehatan nya.
Dan setelah memastikan Amanda selesai memakan pasta-nya, Lulu pun berkata, "Kenapa sih lo nggak mau buka hati buat pria lain lagi? Iya i know, kalau lo itu trauma dengan rumah tangga. Tapi kan tidak semua pria seperti itu? Ya ... siapa yang tahu kan, jika tuan Ethan memang jodoh lo? Atau mungkin pria lain? Tapi seenggaknya lo harus buka hati lagi. Gue yakin kok, Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk lo, dan dia tidak seperti Darius."
Sebab apa yang dikatakan Amanda memang benar, dia pandai menasehati sahabatnya soal cinta dan juga perasaan, tapi di sisi lain Lulu pun tak jauh berbeda dengan Amanda.
Dia masih belum bisa menerima Rizal, karena sikap pria itu begitu sangat dingin dan jauh dari ekspektasi nya.
"Karena lo ngga kenal aja sama si Rizal itu kayak gimana. Tiap ketemu gue, yang dipasang kulkas enam pintu. Eh, pas ketemu lo, dia malah senyuman. Kan nyebelin!" kesal Lulu.
Amanda semakin dibuat terkekeh, sementara Lulu hanya merengut kesal.
"Karena lo belum mengenal tuan Rizal sepenuhnya. Coba deh, lo dan dia berbicara dari hati ke hati, pasti lo juga akan tahu wataknya seperti apa. Biasanya cowok yang dingin, pendiam kayak gitu tuh, sebab dia pernah menyimpan luka yang begitu dalam. Biasanya karakter cowok seperti itu." Amanda mengangkat kedua bahunya.
.
__ADS_1
.
Malam yang ditunggu pun telah tiba, di mana saat ini Amanda dan juga kedua orang tuanya sudah siap akan berangkat ke rumah Ethan untuk memenuhi undangan makan malam dari tante Inggit.
"Sayang, sebenarnya kita diundang oleh siapa sih? Calon kamu ya?" ledek om Umar sambil menyetir mobil.
"Calon apa sih, Pah? Jangan kayak Lulu deh, sukanya ngeledekin. Bukan. Itu tante Inggit, dia wanita yang aku tolong beberapa hari yang lalu saat jogging," jawab Amanda.
Kemudian dia pun menjelaskan kepada mama dan bapaknya tentang beberapa waktu yang lalu, di mana dia menyelamatkan tante Inggit dan tadi saat mereka bertemu di jalan.
Om umar dan tante Anjani hanya menganggukkan kepalanya saja, dan tak terasa mobil pun sudah sampai di kediaman Ethan.
Mereka langsung turun dan masuk ke dalam rumah, disambut oleh tante Inggit dan juga keluarganya. Akan tetapi tidak terlihat Ethan di sana, sebab pria itu masih berada di kamar.
"Ayo masuk, silahkan duduk!" ucapkan tante Inggit mempersilahkan tamunya.
Akan tetapi tatapan tante Anjani sedari tadi terus menatap lekat ke arah tante Inggit, kemudian dia pun berseru, "Ya ampun! Inggit!"
Tante Inggit menatap heran, namum seketika matanya membulat. "Anjani! Iya, kamu Anjani kan!" seru tante Inggit.
"Iya, ini aku Anjani. Ya ampun! Ternyata kamu yang undang anak aku makan malam?" ucap tante Anjani dengan senang, kemudian kedua wanita itu pun berpelukan.
Sementara Amanda, om Umar dan juga Ethan yang baru saja masuk ke ruang tamu merasa heran saat melihat dua wanita itu yang sedang berpelukan, seperti teman lama yang baru saja bertemu.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1