Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Tamu Tak Diundang 1


__ADS_3

Happy reading....


Ethan menatap lekat ke arah Akmal sedangkan pria itu hanya diam saja. Dia tidak tahu jika Ethan juga berada di sana, namun Akmal sudah siap jika memang pria tersebut akan melayangkan pukulan di wajahnya.


Suasana juga berasa begitu tegang. Amanda yang hendak mengangkat bicara tiba-tiba terperangah saat dia melihat jika ternyata Ethan tidak memukul Akmal.


Pria tersebut menepuk pundak Akmal, membuat Akmal seketika menatapnya dengan heran. Karena dia pikir Ethan akan marah dan memukul dirinya.


"Aku akui, kau memang gentle. Di saat kau mengetahui jika Amanda telah dijodohkan denganku, tapi kau masih berani untuk menyatakan perasaanmu kepadanya. Walaupun pada akhirnya Amanda memang memilihku." Ethan berkata namun dengan nada mengejek, membuat Akmal seketika mendengus dengan kesal.


"Tapi jujur, aku memang salut. Keberanianmu tidak dimiliki pria lain, tapi perasaan tidak bisa dipaksa bukan? Aku doakan supaya kamu mendapatkan jodoh yang terbaik."


Akmal menganggukan kepalanya, "seperti yang ku bilang, sebelum janur kuning melengkung, maka Amanda masih milik bersama. Tapi di sini dia sudah menolakku, dan dia memilihmu. Tentu saja aku tidak akan memaksanya, karena percuma, hanya rasa sakit yang akan aku dapatkan." Akmal menjawab sambil tersenyum getir.


"Ya sudah, kalau begitu aku pamit. Amanda, Kakak doakan ya semoga kamu bahagia bersamanya. Dan jika dia berani menyakitimu, jangan pernah sungkan untuk berbicara kepadaku. Mungkin setelah ini aku akan menerima perjodohan dari mama." Akmal beranjak meninggalkan restoran.


Sementara Amanda menatapnya dengan perasaan tak enak, karena dia sudah menyakiti hati pria itu untuk kesekian kalinya.


Saat Amanda mengetahui jika Akmal sudah memendam rasa kepadanya sejak beberapa tahun, jadinya merasa bahwa dia wanita yang jahat. Karena tidak peka dengan perasaan Akmal, bahkan untuk kesekian kali dia menyakiti hati pria itu yang tulus kepadanya.


'Maafkan aku, Kak. Mungkin takdir kita memang tidak berjodoh. Aku doakan semoga jodoh yang dibelikan orang tuamu adalah yang terbaik,' batin Amanda sambil menatap lekat kepergian Akmal.


Ethan yang melihat jika wajah calon istrinya menjadi sendu seketika merangkul pundak Amanda, membuat wanita itu terlonjak kaget lalu menatapnya.


"Apaan sih, lepasin ah malu! Di sini banyak orang," ucap Amanda sambil mencoba melepaskan tangan Ethan di pundaknya.


"Ngapain malu? Udah yuk pulang!" ajak Ethan sambil menggandeng tangan Amanda.


Saat sampai di dalam mobil Amanda merasa kebingungan, kenapa Ethan bisa berada di restoran yang sama. Kemudian dia menatap ke arah pria tampan yang saat ini sedang mengemudi mobilnya.

__ADS_1


"Oh iya, kamu sedang apa tadi di restoran? Kok kamu bisa berada di sana?" tanya Amanda. Dan entah kenapa dia merasa Itu bukan sebuah kebetulan.


"Aku sedang makan siang saja. Entah kenapa feelingku mengatakan, jika calon istriku ada di sana," Jawab Ethan dengan asal.


Wajah Amanda merengut kesal, karena dia memang tidak percaya jika Ethan di sana untuk makan siang. Entah kenapa feelingnya mengatakan, jika pria tersebut mengikutinya.


"Jangan berbohong! It tidak mungkin sebuah kebetulan." Amanda melipat kedua tangannya di depan dada sambil menghadap ke arah Ethan.


Mendengar ucapan dari wanita yang sudah mencuri hatinya, Ethan kemudian mengacak rambut Amanda. "Kamu ini ternyata feelingnya sangat kuat ya? Tidak diragukan lagi, sepertinya nanti setelah menikah jika aku selingkuh, aku harus lebih pintar." kelakar Ethan dan langsung mendapat cubitan dari Amanda.


"Kalau berani untuk selingkuh, maka tidak usah kita menjalani kedekatan dari sekarang! Karena aku sama sekali tidak mau menjalin sebuah hubungan di mana nantinya akan sia-sia," jelas Amanda sambil memalingkan pandangannya ke arah samping.


Entah kenapa perkataan dari Ethan membuat Amanda teringat dengan perselingkuhan Darius dan juga Fitri, yang membuat hatinya hancur berkeping-keping.


Melihat raut wajah yang berbeda dari Amanda, membuat Ethan merasa tak enak. Karena dia rasa dirinya sudah melakukan kesalahan, kemudian Ethan menepikan mobilnya.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menegaskan saja, jika memang ada niatan dari awal untuk kamu selingkuh dan mendua, lebih baik tidak kita lanjutkan saja. Aku tidak ingin sakit hati untuk kedua kalinya," jelas Amanda.


Ethan menggeleng dengan kuat, karena dia sama sekali tak ada niatan untuk menyakiti Amanda sedikitpun. Sebab ia tahu rasanya dikhianati seperti apa.


Melihat wajah kekasihnya menjadi muram, kemudian Ethan memutar otak untuk kembali membuat Amanda tersenyum, dan seketika dia mendapatkan ide. Lalu pria tersebut kembali melajukan mobilnya menuju suatu tempat.


"Loh! Kita mau ke mana?" tanya Amanda yang baru menyadari jika arah yang dituju Ethan bukan menuju butik.


"Nanti juga kamu akan tahu," jawab Ethan dengan cuek.


Hingga setelah beberapa jam, tidak terasa mobil sudah sampai di suatu tempat. Namun Amanda merasa heran, sebab terdapat sebuah Villa di mana mereka masuk ke dalam kota Bogor dan itu membuatnya sangat heran.


"Untuk apa kita ke sini?" bingung Amanda.

__ADS_1


Dia merasa was-was, takut jika Ethan nanti membuat yang macam-macam kepada dirinya. Dan Ethan yang mengetahui tentang pikiran Amanda pun kemudian menggenggam tangan wanita itu.


"Tidak usah cemas. Aku tidak akan berbuat yang macam-macam, sudah ikut yuk!" ajak Ethan.


Amanda hanya menurut, kemudian mereka masuk dan disambut oleh seorang wanita paruh baya yang bernama ibu Sarkiyem, kebetulan beliau yang mengurus Villa milik Ethan.


"Selamat datang Tuan muda."


Ethan hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia mengajak Amanda untuk menuju taman belakang di mana terdapat sebuah kolam renang. Akan tetapi di sana Amanda merasa takjub, sebab ada akuarium yang besar dan terdapat beberapa akuarium yang sedang dan kecil, di mana semua ikan-ikan hias milik Ethan berjejer.


Dari mulai ikan yang ratusan juta puluhan sampai yang ratusan ribu. Semua tak luput dihias oleh Ethan, karena kebetulan pria itu pecinta ikan.


"Wow! Apa ini semua milik kamu?" tanya Amanda sambil menatap satu persatu ikan yang berada di akuarium yang besar, dan di sana juga ada ikan Arwana.


"Iya, ini semua ikan hias ku Kebetulan aku mencintai ikan, dan aku senang sekali mengoleksi berbagai ikan," jawab Ethan sambil memberi makan ikan-ikannya.


"Apakah di villa ini tidak ada orang? Maksudku, apa kamu tidak tinggal di sini?"


"Tidak, hanya sesekali saja saat pekerjaan sedang banyak dan pikiranku sedang kalut, maka aku akan ke sini. Aku akan menenangkan diri di sini," jawab Ethan.


Sebab memang jika dia sedang banyak pikiran, apalagi harus kerja lembur di luar kota Ethan selalu menyempatkan dirinya untuk tinggal di villa. Karena menurut dia itu adalah tempat ternyamannya, di mana tidak ada yang mengusik ketenangannya.


Saat keduanya sedang melihat ikan-ikan milik Ethan, tiba-tiba bi Sarkiyem datang.


"Maaf Tuan muda, di depan ada seseorang yang mencari Tuan."


"Siapa Bi yang datang?"


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2