
Happy reading ...
Malam yang ditunggu pun telah tiba, saat ini Amanda sudah siap dengan gamis berwarna biru muda dipadu dengan pashmina senada.
Semua tamu undangan sudah datang termasuk juga kedua orang tua Amanda yang diundang secara langsung oleh Haris, karena itu juga acara 4 bulanan Fitri Putri kedua dari keluarga Hardiyanta.
Amanda tidak menemukan adanya Darius di sana, namun wanita itu tidak peduli. Saat ini bahkan jantung Amanda sudah berdetak dengan kencang, saat menunggu waktu yang sudah ia nanti selama beberapa bulan.
'Tidak Amanda. Kamu harus kuat! Malam ini memang akan menjadi malam yang begitu istimewa, bahkan tidak akan pernah terlupakan di dalam hidupmu. Malam ini juga banyak hati yang akan terluka, walaupun aku sakit harus membuka aib suamiku sendiri di hadapan semua orang, tapi semoga ini menjadi pelajaran bagi Fitri dan juga Mas Darius agar mereka tidak melakukan dosa yang lebih besar ' batin Amanda sambil meremas dadanya.
Air mata seketika luruh, namun dengan cepat dia menghapusnya. Amanda tidak ingin menyia-nyiakan air matanya, sudah cukup dia menangisi pengkhianatan Darius dan Fitri.
Amanda menarik nafasnya dengan dalam, kemudian dia melangkahkan kakinya menuju pintu untuk keluar dari kamar.
''Episode dari drama perselingkuhan antara ipar akan segera berakhir. Dan malam ini tayangannya pasti akan membuat semua orang sangat syok. Maafkan aku mama, papa, jika aku memberikan kotoran di wajah kalian. Sebab malam ini semua kebenaran akan terungkap, dan pastinya kalian juga akan malu," gumam Amanda.
Iya, sejujurnya dia juga merasa bersalah karena harus mengungkapkannya di hadapan semua orang, tapi jika tidak seperti itu, Fitri dan juga Darius tidak akan pernah menyadari kesalahannya.
Sementara itu, Haris sedang mencari keberadaan Fitri dari tadi. Dia tidak menemukan sang istri, dan saat melewati taman tatapan Haris tidak sengaja melihat bayangan sang istri sedang berbicara dengan seseorang.
Dan saat dilihat ternyata itu adalah Darius, pria itu pun langsung mendekat ke arahnya. Namun, seketika langkah Haris terpaku saat mendengar ucapan Darius.
"Aku sudah tidak sabar ingin segera melihatnya keluar. Aku sudah tidak sabar ingin segera menggendongnya, pasti saat lahir nanti dia akan sangat mirip denganku," ucap Darius sambil mengusap perut Fitri.
Haris mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Darius yang begitu ambigu.
'Maksud Kak Darius apa? Kenapa dia tidak sabar ingin segera menggendong anakku. Dan dia bilang mirip dengannya?' batin Haris bertanya-tanya.
"Maksudnya apa ya, Kak? Kenapa anakku harus mirip denganmu?" tanya Haris membuat kedua orang itu kaget.
Darius segera menarik tangannya di perut Fitri, sedangkan Haris menatapnya dengan tajam.
"Haris, kamu salah paham. Maksudku tadi, ia pasti ada mirip-miripnya denganku, karena kan aku kakakmu. Dan aku sudah tidak sabar ingin segera menggendongnya. Memangnya salah? Dia kan keponakanku, dan kamu tahu sendiri kan aku ini belum mempunyai anak. Jadi siapa tahu nanti dengan menggendong anak Fitri, Amanda bisa cepat hamil," elak Darius.
"Oh, aku pikir apa," jawab Haris. Namun entah kenapa dia merasa berat untuk percaya.
"Ya sudah Sayang, ayo kita ke depan! Semua tamu sudah berkumpul, tidak enak kalau kita tidak menyambut mereka," ajak Haris kepada istrinya.
Fitri mengangguk, kemudian mereka pun langsung berjalan menuju ruangan di mana semua orang tengah berkumpul. Sementara Darius menatap ke arah Fitri dengan tangan terkepal.
__ADS_1
''Setelah anak itu lahir, aku akan mengungkapkan semuanya, bahwa anak itu adalah anakku," gumam Darius dengan lirih.
Semua tamu undangan tengah mengucapkan ucapan selamat kepada Fitri dan juga Haris. Sedangkan Amanda dan juga Lulu tengah duduk di salah satu meja sambil meminum jus di tangannya.
"Apa kita akan mulai sekarang?" tanya Lulu kepada Amanda setengah berbisik.
Wanita itu mengedipkan matanya sebanyak dua kali, membuat Lulu seketika mengeluarkan ponsel lalu mengirim pesan kepada seseorang yang tak lain adalah orang suruhan dari Lulu, untuk diajak untuk bekerja sama dengan mereka.
"Mohon perhatiannya hadirin semua," ucap MC yang ada di atas panggung, membuat semua mata seketika menatap ke arahnya dan keheningan pun tercipta di tempat itu.
"Mohon perhatiannya sejenak. Saya ingin menayangkan sebuah video perjalanan kehamilan dari Nyonya Fitri Laksono, dari trimester minggu pertama sampai sekarang. Dan di video ini juga menampilkan kemesraan serta harmonisnya rumah tangga dari Nyonya Fitri dan juga tuan Haris. Mari kita simak dan beri tepuk tanganny," ucap MC tersebut.
Riuh tepukan tangan pun menggema di ruangan itu, dan seketika tayangan tentang perjalanan kehamilannya Fitri ditayangkan di sana, begitu pula dengan kemesraannya bersama sang suami membuat semua orang menatap iri.
Namun tidak dengan Darius, pria itu menatap tajam dengan rahang mengeras saat melihat video yang ditayangkan di layar lebar.
'Sekarang kamu boleh cemburu Mas, tapi setelah ini kamu akan menanggung malu.' batin Amanda yang menatap Darius dari jauh bersama dengan Lulu.
"Nyonya Fitri benar-benar beruntung memiliki Tuan Haris ya. Mereka pasangan yang sangat serasi," ucap salah satu tamu undangan.
"Iya, kau benar. Mereka adalah pasangan yang sangat harmonis, keluarga Laksono ini benar-benar keluarga idaman ya," jawab salah satu teman yang ada di sebelahnya.
Dan saat video dalam layar itu sudah selesai, tiba-tiba digantikan dengan sebuah video yang membuat semua orang seketika terdiam dengan mata membulat, wajah terkejut bahkan banyak yang menutup mulut dengan tangannya.
"Hei apa itu! Ya ampun, ternyata keluarga Laksono itu benar-benar menjijikan ya. Lihat, itu adalah Nyonya Fitri dan itu adalah kakaknya Tuan Haris! Mereka melakukan adegan yang begitu menjijikan. Ya ampun, mereka benar-benar seperti binatang," ucap salah satu tamu undangan.
Bisik-bisik pun mulai terdengar riuh, dan Om Samuel menatap ke arah Darius serta Fitri bergantian. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang ditayangkan di depan matanya, namun itu bukanlah mimpi.
Haris menatap ke arah Fitri, dan wajah wanita itu seketika menjadi pucat pasi, begitu pula dengan Darius. Dia menggelengkan kepalanya sambil menggenggam tangan Haris.
"Itu video ... videonya tidak benar! Ini semua Fitnah! Tidak. Ini semua tidak benar!" teriak Fitri sambil menggelengkan kepalanya.
Dada Haris bagaika di hantam batu yang begitu besar saat menyaksikan adegan yang begitu menjijikkan antara istri dan juga kakak kandungnya. Apalagi saat suara kenikmatan istrinya menggema, saat Darius terus menghentak panggulnya.
"Katakan! Apa itu maksudnya, Fitri! Kak Darius!" teriak Haris sambil menunjuk layar lebar.
Om Samuel mendekat ke arah Haris, kemudian dia memegang lengan pria itu sambil menggelengkan kepalanya. "Tunggu Nak! Jangan marah dulu. Kita lihat apakah ini memang nyata atau semua hanya rekayasa," ujar Om Samuel dengan tenang.
Padahal saat ini dadanya sedang bergemuruh saat melihat perselingkuhan antara Fitri dan juga Darius, dan tak hanya itu, di video itu pula ditayangkan beberapa adegan di kantor, di kamar, di atap, bahkan beberapa percakapan mesra dan juga chat-chat mesra antara Darius dan juga Fitri.
__ADS_1
Tante Dina sudah tidak bisa menahan rasa terkejutnya, bahkan air mata sudah lolos membasahi pipi saat mendengar semua bisik-bisik tamu undangan yang mencemooh terhadap keluarganya. Tubuhnya lemas, dan dia terduduk di kursi dengan wajah yang sudah merah padam menahan malu dan amarah.
Lalu, dia berjalan ke arah Darius dan melayangkan tamparan dengan amat sangat keras, sehingga membuat suasana seketika menjadi hening.
Kemarahan terlihat jelas di kedua sorot mata Tante Dina. Dia tak pernah menyangka jika Putra yang selama ini disayanginya dan menjadi panutan, malah melakukan hal yang begitu menjijikan.
"Mah, aku bisa jelasin ini semua. Mah, ini tidak benar. Ini semua rekayasa. Video itu tidak benar Mah!" ucap Darius mencoba untuk memegang tangan Tante Dina, namun segera dihempaskan oleh wanita itu.
Sedangkan Haris masih diam. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya, ini bagaikan mimpi buruk yang membuat hatinya seketika remuk tak tersisa.
"Jelaskan! Apa itu semua Darius?! Kenapa kau tega menusuk adikmu sendiri!" teriak Tante Dina.
Darius menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Tidak Mah, Pah! Ini semua tidak benar. Aku dan juga Fitri tidak melakukan itu. Video itu semuanya rekayasa! Itu semua tidak benar. Ini fitnah!" Darius mencoba untuk menjelaskan.
"Itu fitnah? Apakah yakin? Bahkan di sana ada tanggalnya Kak. Di sana ada chat mesra antara kalian. Dan jika itu fitnah, tidak mungkin hanya satu video saja. Dan tidak mungkin hanya satu adegan saja, tapi di sana banyak!" teriak Haris dengan emosi
Kemudian dia berjalan ke arah Darius dan menonjok wajah pria itu bertubi-tubi, hingga membuat wajah sang kakak babak belur.
"Teganya kau melakukan ini kepadaku, Kak? Apa kurangnya aku padamu! Kenapa kau begitu jahat! Kau menusuk dari belakang, dan kau malah berselingkuh dengan istriku! Kalian benar-benar manusia yang sangat menjijikan!" teriak Haris sambil terus memukul wajah Darius.
BUGH!
BUGH!
Om Samuel menghentikan aksi Haris, "Hentikan Nak! Di sini banyak orang, tidak enak jika dilihat oleh orang lain."
Nafas Haris memburu naik turun. Bagaimana mungkin bisa dia hanya tinggal diam saat melihat kenyataan yang begitu pahit, yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Bahkan bukan ia saja, tapi semua orang yang ada di sana termasuk kedua orang tuanya
"Bubarkan semua orang!" titah Om Umar ayahnya Amanda, kepada salah satu pelayan untuk membubarkan semua tamu undangan.
Dia tidak mau jika aib keluarganya menjadi tontonan.
"Tidak Pah! Percuma semua sudah melihatnya!" teriak Haris dengan emosi, bahkan wajahnya sudah memerah menahan amarah yang meledak.
Sementara Fitri sudah menangis sambil duduk di kursi. Dia benar-benar sangat malu, apalagi saat ini semua orang tengah mencemooh ke arahnya.
Saat pelayan sedang menyuruh tamu undangan untuk pergi dari sana, tiba-tiba sebuah tepukan tangan menghentikan langkah semua tamu, sehingga menatap ke satu arah di mana sumber suara itu berasal.
PROK! PROK! PROK! PROK.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
Tahan! tahan! masih ada amukan selanjutnya,😎😂Mawar dan Kopinya dong. Biar Author semangat😘😘