Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Deal


__ADS_3

Happy reading....


Di kediaman Akmal.


Saat ini pria tersebut masih berada di dalam kamar, sementara sahabatnya tante Lena sudah datang. Kemudian wanita itu pun memerintahkan pelayan untuk memanggil Akmal di dalam kamar.


Setelah beberapa saat Akmal datang ke ruang tamu, di mana semua orang saat ini sedang menunggu dirinya.


"Wah! Jeung, jadi ini anak kamu? Tampan sekali," ucap sahabat tante Lena.


"Iya Jeung. Akmal kenalin, ini namanya tante Yuki, dan ini suaminya Om Defri. Dan itu adalah Putri mereka, namanya Sania."


Akmal terdiam, entah kenapa dia seperti pernah melihat Sania, akan tetapi lupa di mana. Sementara Sania hanya melengos saja saat melihat wajah Akmal.


"Akmal." Pria itu mengulurkan tangannya ke arah Sania, dan dijawab dengan wajah yang ketus, "Sania."


Setelah berbasa-basi, mereka memutuskan untuk langsung ke meja makan. Dan selama makan malam itu Sania hanya menekuk wajahnya saja, karena dia sama sekali tidak suka dijodohkan dengan Akmal.


'Pria ini memang tampan, tapi sayang hatiku masih untuk Rizal. Rasanya aku tidak rela juga dijodohkan seperti ini. Bagaimana bisa aku membatalkan perjodohan ini ya?' batin Sania sambil mengaduk makanannya.


Melihat putrinya sedang melamun, tante Yuki menyenggol lengan Sania, membuat wanita itu tersentak dan menyadari jika semua orang saat ini tengah menatap ke arah dirinya.


"Apa makanannya tidak enak, sayang?" tanya Tante Lena kepada Sania.


"A-ah, tidak tante. Makanannya enak kok, maaf." Sania tersenyum canggung, kemudian dia mulai menyantap makanannya.


Sementara Akmal sejak tadi memperhatikan gerak-gerik wanita itu. Dia merasa Sania seperti tidak betah ada di sana, dan dia juga merasa jika Sania tidak setuju dengan Perjodohan tersebut.


Setelah makan malam selesai, tante Lena, tante Yuki dan juga Om Defri memutuskan untuk berbicara di ruang tamu. Zementara Akmal dan Sania berada di taman belakang untuk perkenalan agar mereka lebih dekat.


Tidak ada pembicaraan antara keduanya, hanya ada keheningan. Karena Sania tidak tahu apa yang harus dia ucapkan, begitu pula dengan Akmal. Keduanya seperti patung yang diam saja tanpa bisa mengucapkan satu kata-kata pun.


"Apakah kita pernah bertemu?" tanya Akmal tanpa melihat ke arah Sania.

__ADS_1


"Bertemu? Ini saja pertama kalinya kita bertemu," jawab Sania dengan acuh.


Akmal diam karena apa yang dikatakan wanita itu benar Mungkin memang hanya perasaan aku mau saja yang pernah bertemu dengan Sania


"Oh iya, aku ingin bertanya apakah kamu tidak setuju dengan perjodohan ini?" tanya Akmal dan kali ini dia menatap ke arah Sania.


Mendengar pertanyaan Akmal membuat wanita itu seketika menoleh, kemudian dia menatap lurus lagi ke arah depan.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Tidak apa-apa, hanya ingin bertanya saja. Aku melihat wajahmu, sepertinya tidak senang dijodohkan denganku?"


"Iya, itu memang benar. Aku seperti wanita yang tidak laku saja dijodohkan dengan orang." Sania berucap dengan nada yang begitu cuek.


Zementara Akmal hanya tersenyum getir, di mana untuk kedua kalinya dia ditolak oleh seorang wanita. Yang pertama adalah Amanda, dan yang kedua adalah wanita yang dijodohkan oleh orang tuanya.


Sepertinya nasib percintaan Akmal tidak akan pernah mulus seperti jalan tol, karena banyak lika-liku yang harus dilewatinya.


"Apa kau mempunyai kekasih?" tanya Akmal kembali.


Akmal hanya tersenyum miring saat mendengar jawaban wanita itu yang begitu ketus. Namun ada sedikit ketertarikan di hati Akmal saat melihat bagaimana sikap Sania yang tidak mudah tertarik kepada dirinya. Di mana biasanya seorang wanita akan mudah untuk tertarik kepada Akmal.


Bahkan di luar sana banyak yang mengejar-ngejarnya dan berlomba-lomba ingin menjadi istri Akmal, tapi pria itu selalu menutup hatinya karena hanya ada Amanda seorang.


"Bukan apa-apa, hanya saja kalau kau memang mempunyai kekasih, maka aku akan membatalkan Perjodohan ini. Sebab aku tidak mau menjadi penghalang di antara hubungan orang lain. Aku juga tidak ingin menjadi perusak atau menjadi pisau yang memutus tali sebuah hubungan," jelas Akmal.


Sania terdiam, dia memikirkan bagaimana kisah cintanya bersama dengan Rizal. "Tidak, aku tidak memiliki kekasih. Hanya saja ..." Sania menggantungkan ucapannya.


"Hanya saja kau mempunyai perasaan pada pria lain?" tebak Akmal. Dan mendengar itu Sania langsung menoleh ke arah pria tersebut dengan cepat.


Dia tak menyangka jika pikirannya bisa dibaca oleh Akmal. "Kau bisa membaca pikiranku?" kagetnya.


"Tidak. Hanya menebak saja. Karena melihat dari raut wajahmu mengatakan seperti itu." Akmal berkata dengan nada yang dingin dan juga datar.

__ADS_1


"Jangan sok tahu!" ketusannya.


Mendengar itu Akmal malah terkekeh, karena apa yang dirasakan oleh Sania juga dirasakan olehnya. Mereka seperti seseorang yang bodoh, mencintai orang lain tetapi orang itu tak pernah mencintai mereka.


"Untuk apa kamu masih mencintainya, jika dia sudah memiliki orang lain? Itu hanya akan membuang waktu dan tenagamu saja. Lebih baik kau bangkit dan move on, walaupun aku tahu itu tidak mudah. Tapi setidaknya kau berusaha, karena berharap pun percuma jika orang itu sudah memiliki cinta lain di dalam hidupnya."


Sania menatap lekat ke arah Akmal saat mendengar penuturan pria itu, namun lidahnya menjadi kelu.


"Kau tidak sendirian, karena aku pun sama," ujar Akmal kembali membuat Sania seketika membulatkan matanya.


"Apa! Kau juga sama?"


Akmal langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya, aku juga terpaksa menerima perjodohan ini, karena hatiku juga sudah berpaut pada wanita lain. Sayangnya dia sudah menjadi milik orang lain, jadi tidak ada lagi tempat bagiku. Jadi lebih baik aku mundur, tapi aku yakin dengan adanya Perjodohan ini, mungkin saja memang itu sudah jalan takdirnya, di mana aku harus mendapatkan jodoh dengan seperti ini. Kita tidak tahu, jika tak mencobanya bukan?"


Sania tidak menjawab, dia sedang berkecamuk dengan pikirannya sendiri. Jujur wanita itu tidak menyangka jika Akmal juga mengalami hal yang sama dengan dirinya, di mana mencintai seseorang tapi orang itu tidak pernah mencintai kita.


"Apa kau akan membuat perjodohan ini sebagai uji coba?" tanya Sania kembali.


Akmal hanya mengangkat kedua bahunya saja. "Kenapa tidak? Kita belum mencobanya bukan? Kalau kau memang kita tidak ada chemistry, ta sudah tidak usah dilanjutkan, sesimpel itu."


Sania diam karena apa yang dikatakan oleh Akmal benar. Mereka belum mencobanya, jadi mereka tidak tahu hasilnya seperti apa.


Hingga pada akhirnya Sania pun mengangguk, menyetujui usul Akmal bahwa mereka akan mencoba untuk Perjodohan itu. Walaupun sebenarnya Sania tidak yakin jika ia bisa melupakan Rizal di dalam hidupnya.


"Tapi selama kita mencobanya, kau tidak boleh menemui pria itu. Dan kau juga tidak boleh menaruh hati padanya, cobalah untuk move on walaupun aku tahu itu susah," kata Akmal.


"Jangan hanya aku saja. Kau pun sama, jangan curang!"


Kemudian mereka pun bersalaman. "Deal." ucap Akmal.


"Deal." jawab Sania.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2