
Rizal berjalan menaiki lift menuju atap hotel. Dia penasaran dengan orang yang sudah mengirimkan surat tersebut. Entah kenapa feelingnya mengatakan jika itu ada sangkut pautnya dengan ular yang tiba-tiba saja ada di kamar pengantinnya.
Saat sampai di sana, mata Rizal menelisik ke setiap sudut. Namun dia tidak menemukan siapapun, pria itu semakin melangkah untuk melihat apakah ada orang di sana atau tidak.
Seketika langkah Rizal terhenti saat dia melihat seorang wanita yang tengah berdiri di pagar hotel tersebut sambil membelakangi dirinya.
Pria itu seperti mengenal bentuk tubuh dari wanita yang ada di hadapannya, dan Rizal yang sudah penasaran pun melangkah mendekat.
"Siapa kamu? Kenapa ngajak aku ketemuan di sini?" tanya Rizal to the point.
Angin berhembus kencang, karena kebetulan Hotel itu terdiri dari 40 lantai. Tentu saja dengan ketinggian seperti itu membuat seseorang bisa menggigil kedinginan, apalagi akhir-akhir ini cuaca sedang tidak menentu.
Wanita itu membalikan badannya, seketika membuat Rizal terdiam. Namun juga tatapannya kaget saat melihat jika yang berada di hadapannya adalah Sania.
"Untuk apa lagi kamu menemuiku?" tanya Rizal dengan nada yang dingin.
__ADS_1
"Aku tahu kamu dijodohkan kan sama dia. Aku juga tahu, kalau kamu tidak mencintainya," ucap Sania sambil berjalan dengan langkah yang dibuat semanja mungkin mengitari tubuh Rizal lalu memeluk tubuh pria itu dari belakang.
"Kamu tidak bisa membohongi hatimu, Rizal. Saat ini kamu masih mencintaiku bukan? Bahkan aku masih tersimpan erat di dalam hatimu, dan dia hanyalah pelampiasanmu sayang." Sania berkata dengan nada yang begitu manja di telinga Rizal, sambil mengalungkan tangannya.
Tatapannya menggoda seperti wanita-wanita nakal yang sering menari di atas bar yang ada di klub malam, akan tetapi Rizal langsung memalingkan wajahnya.
Pria itu mencoba untuk mendorong tubuh Sania, akan tetapi wanita tersebut seperti ulat keket. Dia menempel dan semakin mengalungkan tangannya dengan erat, hingga wajah mereka pun berjarak beberapa senti.
"Menikahlah denganku, dan tinggalkan wanita itu! Kamu dan dia baru menikah bukan? Maka tinggalkanlah dia! Karena aku tahu, kamu masih sangat mencintaiku," ujar Sania dengan pedenya sambil menggerakkan jari lentiknya di wajah tampan pria tersebut.
Dia mengecup pipi Rizal, membuat pria itu menatapnya tajam. Namun saat dia akan mendorong tubuh Sania, tiba-tiba suara seseorang mengagetkannya.
"Pangeran Udeel!" teriak Lulu.
Sontak Rizal memalingkan wajahnya, dan dia sangat kaget saat melihat Lulu ada di sana, membuat pria itu gelagapan dan langsung mendorong tubuh Sania hingga membuatnya tersungkur ke lantai.
__ADS_1
"Lulu!" kaget Rizal yang tidak menyangka jika istrinya berada di atap.
Jujur saja ada rasa takut di dalam hati pria itu, karena Lulu salah paham terhadap kejadian barusan, dan dia takut jika Lulu akan marah.
Sementara Sania hanya tersenyum menyeringai, karena semuanya sesuai dengan apa yang direncanakan.
Iya, dia merencanakan untuk menemui Rizal di atap. Tapi tak lupa Sania juga mengirimkan pesan kepada Lulu agar wanita itu juga datang dan menyaksikan kemesraannya bersama dengan Rizal, supaya keduanya bercerai.
"Lulu, aku bisa jelasin semuanya. Ini tidak seperti yang--"
Lulu mengangkat tangannya, hingga ucapan Rizal pun terhenti. Dia berjalan ke arah Sania yang berdiri tak jauh dari suaminya, kemudian menatap ke arah dua orang itu bergantian.
BERSAMBUNG.....
Hayooo ngamuk gak tuh🤦🏼🤦🏼
__ADS_1