Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Tidak Mau


__ADS_3

"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Ethan dengan tatapan curiga.


"Yee ... mau tau aja kakaknya Hello Kitty,"ledek Lulu, "ayo Manda!" ajaknya.


Wanita itu mengangguk, kemudian dia berjalan ke arah Ethan lalu duduk di pangkuannya. Sementara Lulu yang melihat itu hanya melengos dengan kesal.


"Sayang, aku mau keluar dulu ya sama Lulu. Mau refreshing otak." Amanda bergelayut manja di leher kekar pria tampan tersebut.


Etgan mengerutkan keningnya, entah kenapa dia tidak percaya dengan ucapan sang istri. "Keluar? Refreshing otak? Memangnya otak kamu selama ini kenapa? Butek?" Pria itu memutar bola matanya ke atas, "sayang, jangan bilang kalau kamu keluar ingin menemui cowok-cowok muda di sana!"


Mendapat tuduhan seperti itu, tentu saja Amanda menjadi kesal. Kemudian dia mencubit perut suaminya dengan keras, sehingga membuat Ethan menjerit kesakitan.


"Kamu kalau nuduh istrinya jangan kayak gitu dong! Aku keluar sama Lulu, karena mau shopping, bukannya mau cuci mata Emangnya aku tante girang."


Setelah berdebat dengan es batu, akhirnya Amanda pun mendapatkan izin, kemudian dia dan Lulu pergi dari kantor tersebut menaiki mobil yang diantar oleh supirnya Ethan.


"Gue nggak sabar deh ingin segera acara nanti malam. Pokoknya tante Inggit harus diundang!"


"Iya, pasti. Nanti malam pasti lucu banget ya." Keduanya pun akhirnya terkekeh dengan bahagia saat mengingat acara yang akan mereka buat nanti malam.


.


.


"Kamu mau ngapain?" tanya Haris saat melihat Alea turun dari ranjang.


"Aku mau ke lantai bawah, mau ke taman. Rasanya di kamar sangat bosan," jawab Alea, karena sudah beberapa hari dia seperti seorang tahanan dikurung terus-menerus di dalam kamar.


"Ya sudah, ayo!" Tanpa menunggu jawaban Alea, Haris tiba-tiba saja menggendong tubuh wanita itu membuat Akea tersentak kaget dengan perilaku pria tersebut yang berubah 180 derajat.


'Tuhan, aku berharap ini bukan mimpi. Tapi aku tahu di hatinya belum ada namaku. Bahkan dia belum mencintaiku. Tapi aku berharap Mas Haris membuka hatinya dan mulai mencintaiku.' batin Alea sambil menatap wajah tegas sang suami yang saat ini tengah menggendong tubuhnya.


Melihat sikap Harris kepadanya untuk beberapa hari ini, Alea bersyukur karena pria itu tidak bersikap dingin seperti biasanya. Tapi lebih lembut dan lebih menghargainya.


"Diamlah di sini!" ucapan Haris saat sudah mendudukkan Alea di kursi yang ada di taman.

__ADS_1


Baru saja Alea akan bertanya, tapi pria itu sudah pergi. Akhirnya Alea pun hanya diam sambil menatap bunga yang bermekaran, kemudian dia maju lalu menciumnya.


"Sangat harum," lirih Alea.


Dia memandang langit yang cerah karena tadi habis hujan. Kemudian menghela nafasnya dengan pelan. "Kenapa hidupku seperti ini? Mempunyai suami tapi tidak pernah menghargaiku dan tidak pernah memandangku. Apakah rumah tanggaku dan juga Mas Haris akan berjalan lama? Apakah mantan istrinya akan tetap mengejar-ngejar dirinya?"


Alea terlihat begitu bimbang, tapi dia selalu berusaha untuk rumah tangganya, hingga tidak lama Haris kembali sambil membawa jus.


"Minumlah," ucapnya sambil menyodorkan satu gelas jus buah naga.


"Ini jus apa?"


"Buah naga," jawab Haris dengan datar


"Tapi--"


"Minumlah! Ini bagus untuk menambah darahmu."


Alea pun tidak ingin membantah, lalu dia meminumnya sampai tandas, walaupun perhatian sekecil itu membuat Alea sangat bahagia karena setidaknya saat ini Haris sudah menghargai dirinya.


.


.


"Eh, kamu udah pulang Sayang," ucap Amanda sambil mencium tangannya.


"Gimana? Kamu tadi jalan-jalannya sama Lulu happy kan?" tanya Ethan setelah mengecup kening sang istri.


"Senang dong. Masa habis refreshing nggak senang. Oh iya ... kamu mandi terus siap-siap, nanti malam kita mau keluar."


Dahi Ethan mengkerut heran, "keluar? Memangnya kita mau ke mana?"


"Ada deh. Ya sudah, aku ke dapur bikin kopi dulu ya." Wanita itu pun pergi dengan wajah yang riang gembira, sementara Ethan dan mama Inggit menatapnya dengan bingung.


Kemudian Ethan melihat ke arah sang mama, lalu menggerakkan dagunya seperti memberi kode bahwa Mama Inggit mengetahui tentang acara nanti malam, tapi wanita itu menggelengkan kepalanya karena dia pun tidak tahu.

__ADS_1


"Mama beneran nggak tahu kenapa Amanda tiba-tiba aja ngajak kita keluar nanti malam?"


"Kalau mama tahu. Mama nggak bakalan menggeleng. Sudahlah, turuti saja kemauan istri kamu. Namanya juga orang hamil, biasanya mereka itu banyak maunya, bahkan bisa dibilang ya seperti kamu ini." Lagi-lagi Mama Inggit terkekeh saat melihat penampilan putranya.


"Udah deh Mah, jangan ngeledek. Ini sih masih mending, tadi di kantor aku dibuat malu habis-habisan tahu nggak." Pria itu membuang dasinya ke sembarang arah, kemudian membuka jasnya dan menaruhnya di sofa.


"Memangnya apa lagi yang dilakukan istrimu?" tanya Mama Inggit dengan penasaran, lalu Ethan pun menceritakan tentang kejadian di kantor, di mana sang istri meminta dia untuk memakai bando berwarna pink dengan pita yang berada di tengahnya, dan ukuran pitanya cukup besar benar-benar seperti Mickey Mouse.


Bukannya kasihan, Mama Inggit malah semakin tertawa sampai dia memegangi perutnya, bahkan air mata sampai keluar dari sudut matanya. zdan Ethan yang melihat itu pun hanya cemberut karena dia merasa kesal.


"Bukannya kasihan sama putranya dijadiin bahan lawakan, malah tertawa. Mama jahat banget sih!" Ethan merajuk.


Kemudian Mama Inggit mendekat ke arahnya lalu menepuk pundak pria itu. "Yang sabar ya! Namanya juga ibu hamil muda itu bawaan dari bayi. Jadi kamu jangan banyak protes, kalau memang nanti anak kamu nggak mau ileran. Itulah nikmat seorang suami saat istrinya sedang hamil, maka apapun yang dimintanya harus dituruti, apalagi hormonnya ibu hamil itu naik turun. Jadi tidak bisa disakiti sedikit saja, perasaannya sangat sensitif."


Ethan menghela nafasnya dengan pelan, "Ya ... mama benar. Sepertinya aku harus lebih banyak bersabar. Ya sudah, kalau gitu aku ke kamar dulu ya." Pria itu beranjak dari duduknya kemudian dia menaiki tangga dengan langkah yang sedikit gontai untuk membersihkan dirinya.


Jam menunjukkan pukul 18.30 malam. Ethan baru saja selesai menunaikan shalat Magrib, kemudian Amanda memanggilnya, "Kenapa sayang?" tanyanya sambil mengusap kepala Amanda.


"Ayo kamu siap-siap! Kita kan mau keluar."


"Iya, sebentar aku ganti pakaian dulu ya." Pria itu pun berbalik, tapi tangannya ditahan oleh Amanda. "Kenapa Sayang? Katanya tadi kita mau keluar ya udah kalau gitu aku ganti baju dulu dong. Nggak mungkin kalau kita keluar pakai koko dan sarung kayak gini, kan?"


"Iya, aku tahu. Gapi aku udah siapin bajunya, ini!" Amanda memberikan sebuah kostum yang seketika membuat Ethan terpaku dengan tatapan kagetnya.


"Kamu yang bener aja dong, sayang! Masa aku suruh pakai ini?" protes Ethan dengan tidak terima, kemudian dia melemparnya ke atas ranjang. "Aku nggak mau!"


"Sayang ... ayo dong! Kita akan couple-an nih. Aku juga udah siapin buat aku." Amanda menunjukkan kostumnya sendiri, tetapi tetap saja Ethan menolaknya dengan tegas.


"Enggak. Pokoknya sekali aku bilang nggak ya nggak! Kamu yang bener aja dong, Sayang. Kalau mau keluar masa pakai pakaiannya kayak gitu? Kamu mau jadi pusat perhatian orang lain?"


Saat Amanda akan menjawab, tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk dan muncullah Mama Inggit. "Amanda! Maksud kamu apa? Kok ngasih Mama kayak ginian? Kan kita mau keluar, tapi kenapa kamu ngasih kostum begini?" tanya Mama Inggit dengan bingung.


BERSAMBUNG....


Kostum apa ya kira2🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2