Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Promosi Novel : Istri Somplak Tuan Rey


__ADS_3

Hay Semua🤗Jangan lupa mampir di Novel ini Ya.


JUDUL : ISTRI SOMPLAK TUAN REY


AUTHOR : Bilal22


Kebetulan Ini adalah akun ke 2 Author😘So, jangan Lupa mampir kesana ya😚


Happy reading....


Di atas ranjang yang berukuran King size, seorang pria tampan masih tertidur dengan lelap. Matahari mulai menyembul, menyeruakan sinarnya yang begitu terang, hingga masuk ke dalam celah gorden yang ada di kamar tersebut.


"Eeumh." Lenguhan kecil terdengar lirih dari mulut seksi pria itu. Dengan perlahan kedua kelopak matanya yang tegas terbuka, tangannya mengucek dengan pelan, setelah itu dia bangkit dan menyenderkan tubuhnya di sandaran ranjang.


"Hoooaam." Mulutnya menguap, menandakan jika pria itu masih mengantuk. Namun, dia harus cepat bersiap karena dua jam lagi akan ada meeting bersama dengan kliennya.


Berjalan ke arah kamar mandi, membuka seluruh pakaiannya dan langsung mengguyur tubuhnya di bawah guyuran air shower.


Badan tegap, dada kekar, perut yang sixpack dengan rahang yang tegas, semua begitu sangat sempurna, tidak ada yang terlewat satu inci pun kesempurnaan dari ciptaan Tuhan itu.


"Kenapa dia masih belum mengabariku dari semalam?" gumam pria tampan tersebut saat sudah selesai memakai pakaian kantornya.


Kemudian dia memasukkan ponsel ke dalam saku jas, lalu berjalan keluar kamar menuruni lift menuju meja makan, di mana kedua orang tuanya telah menunggu.


"Morning Mah, Pah," sapa Rey sambil mencium pipi kedua orang tuanya.


Ya, pria itu bernama Reyhan Wiratama. Pengusaha muda yang berusia 25 tahun. Yang sukses di bidang perminyakan dan juga berlian.

__ADS_1


"Morning sayang," jawab Tante Mega.


Kemudian Rey duduk di kursi yang biasa ia duduki, dan tak lama pelayan menyiapkan kopi serta sarapan untuknya.


"Kenapa wajah kamu kusut begitu, Rey? Ini masih pagi loh?" tanya om Baim, Papah dari Rey.


"Gimana aku nggak kesel Pah. Dari kemarin Nagita tidak ada kabar terus, padahal aku sudah menelponnya namun nomornya tidak aktif. Bahkan pesanku masih centang satu," jawab Rey dengan wajah ditekuk.


Mendengar penuturan sang anak, Om Baim dan juga Tante Mega saling melirik satu sama lain sambil memberikan sarapan kepada suaminya, lalu Tante Mega menatap ke arah Rey.


"Apa kamu serius dengan Nagita? Tapi entah kenapa, Mama tidak setuju."


Mendengar itu Rey mengangkat wajahnya, menatap ke arah sang Mama dengan alis bertaut heran. "Kenapa Mah? Bukannya awalnya Mama merestui hubungan kami? Bahkan kami juga sudah bertunangan?"


"Iya, memang awalnya mama dan papa merestui. Tapi saat beberapa hari yang lalu kamu mengajak Nagita ke sini untuk makan malam, kamu Ingatkan, saat wanita itu mengatakan jika iya tidak mau hamil dulu karena ingin terus berkarir di dunia model?" Mendengar ucapan sang mama, Rey mengganggukkan kepalanya.


Tante Mega menaruh garpu yang ada di tangannya, kemudian dia menatap lekat ke arah Rey.


"Begini Rey. Seorang istri jika sudah menikah itu tugasnya mengurus suami. Walaupun di sini banyak pelayan, tapi tetap saja, kamu adalah suaminya. Dan seharusnya dia mengurus dirimu. Apa kamu tidak ingin mempunyai anak? Kamu tidak mau mempunyai keturunan? Begini Rey, dari kasus-kasus yang pernah Mama ketahui, seorang model jika nantinya dia sudah melejit, tidak mau hamil. Lalu pada akhirnya suaminya tidak mempunyai keturunan. Sekalinya dia mempunyai keturunan, istrinya tidak mau mengurus. Apa kamu mau mencari istri seperti itu, Rey?" jelas Tante Mega.


"Aku yakin kok, Nagita tidak seperti itu. Pokoknya nanti Rey mau ke apartemen dia sebelum ke kantor, dan Rey akan berbicara sama Nagita." Setelah mengatakan itu pria tersebut menyudahi sarapannya.


Jujur dia tidak ingin berdebat dengan mamanya ataupun Papanya, karena mood Rey harus bagus untuk meeting. Dan masih ada waktu satu jam lagi. Pria itu pun melajukan mobilnya diantar oleh asisten pribadinya yang bernama Nando.


"Kita langsung ke kantor, Tuan?" tanya Nando kepada Rey.


"Jangan Ndo! Kita ke apartemennya Nagita dulu ya. Ada yang mau aku bicarakan sama dia."

__ADS_1


"Baik Tuan."


Mobil pun melaju membelah jalanan yang mulai padat di pagi hari, karena aktivitas semua orang yang ingin bekerja.


Rey melihat ke arah cincin yang berada di tangannya, di mana ia dan juga Nagita sudah melangsungkan pertunangan, dan mereka akan menikah. Namun, saat keduanya sering membicarakan tentang pernikahan, Nagita selalu saja mengelak dengan alasan dia belum siap.


Hingga suatu hari Rey mendesak dirinya, akhirnya Nagita pun mau menikah. Akan tetapi, dia tidak mau hamil terlebih dahulu, karena dia masih ingin bebas dan bagi Rey itu tidak masalah.


"Kau tunggu di sini dulu ya!" titah Rey kepada Nando.


"Baik Tuan."


Dengan hati yang senang, pria itu masuk ke dalam lift. Namun saat sampai di apartemennya Nagita, dia tidak menemukan wanita tersebut.


Saat akan pergi dari sana, dia berpapasan dengan seorang ibu-ibu yang tak lain adalah tetangga dari Nagita.


"Tuan, mencari Nona Nagita?" tanya ibu-ibu yang baru pulang dari supermarket.


"Benar Bu."


"Sepertinya belum pulang. Semalam saya lihat Nona Nagita pergi bersama dengan seorang pria, tapi sepertinya pria itu kekasihnya, sebab pria itu mengatakan kata sayang."


"Apa! Kekasih!" kaget Rey, dan ibu itu langsung menganggukkan kepalanya, setelah itu dia masuk ke dalam apartemen.


Rey mengepalkan tangannya saat mendengar penjelasan dari ibu itu, namun dia menolak untuk percaya. "Tiidak. Tidak mungkin. Nagita, tidak mungkin selingkuh dariku. Aku harus membuktikannya," gumam Rey.


Kemudian dia berjalan ke arah ruang CCTV untuk mengecek hal tersebut. Apakah memang benar, Nagita pergi dengan seorang pria atau tidak. Karena kebetulan apartemen itu juga milik sahabatnya Rey, jadi dia sedikit leluasa untuk mengecek CCTV di sana.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2