
Halo semua. Jangan lupa mampir di karya Sebelah ya🙏🏻😘
Judul : Nafkah 10rb Suamiku (Pembalasan istri Teraniaya?
Auhtor : Bilal22
JANGAN LUPA FOLLOW YA, BIAR GAK KETINGGALAN UP NOVEL BARU😘DAN jangan lupa masukan Favorit🤗
Happy reading....
''Winda!" teriak seseorang dari dalam rumah.
Wanita yang baru saja selesai menjemur pakaian segera berjalan dengan langkah yang tergopoh-gopoh masuk ke dalam rumah, dan saat sampai di dapur dia harus menerima sebuah jambakkan yang begitu menyakitkan di rambutnya.
"Kenapa hanya ada tempe lagi, tempe lagi, Hah! Sesekali kau beli telur dan ayam. Aku lapar!" teriak seorang wanita yang tak lain adalah ibu mertuanya.
"Maaf Bu, tapi hanya itulah yang bisa Winda masak, sebab Mas Bagas hanya memberi Winda uang Rp10.000 setiap minggu. Jadi---"
"Alasanmu banyak. 10.000 itu bisa bentuk beli telur seperempat, dapat empat biji!" teriak wanita tua tersebut.
Kemudian dia menghempaskan rambut wanita itu hingga tersungkur ke lantai. "Aku tidak mau tahu, belikan aku telur sekarang!"
"Tapi Bu, uangnya sudah habis, karena buat beli minyak dan sekarang serba mahal."
Kemudian wanita tua itu berjongkok di hadapan wanita yang bernama Winda, lalu dia mencengkram rahang Winda dengan keras.
__ADS_1
"Aku tidak peduli. Mau kau dapat ngutang kek, mau tidak kek, itu urusanmu. Sekarang aku mau makan sama telur. Apa kau ingin meracuniku dengan setiap hari memberikan aku tempe dan tahu saja! Duit Rp10.000 itu jumlah yang besar, cukup untuk membeli telur bahkan minyak. Beli saja yang sachet 1000 perak, sudah cukup!" bentak wanita itu lagi.
Setelah menghempaskan wajah Winda, dia pun masuk ke dalam rumah sambil menghentakkan kakinya dengan kesal, sementara Winda menangis merasakan sakit. Sebab setiap hari, mertuanya selalu saja menyiksanya.
Dia merasakan sakit di bagian kepala dan juga rahangnya, akibat cengkraman dari wanita yang bergelar sebagai mertuanya tersebut.
Entah Winda pun tidak tahu apa yang ada dalam pikiran mertuanya dengan uang Rp10.000. Sedangkan kebutuhan begitu banyak, belum beli sabun, minyak dan juga yang lain, ditambah dia juga harus menyisihkan untuk bayar listrik.
Bagaimana mungkin 10.000 bisa menjadi satu juta, untuk mencukupi semua kebutuhan mereka. Wanita itu pun berjalan gontai menuju warung sambil membawa uang sisa 2000 perak.
Winda upitasari, seorang wanita yang mempunyai wajah jelek sebab ada luka bakar di pipinya, karena waktu itu menyelamatkan suaminya yang hampir saja tertimpa oleh reruntuhan bangunan yang terbakar.
Dia menikah dengan seorang pria yang bekerja sebagai buruh pabrik, dan setiap minggu Winda selalu saja diberi nafkah hanya Rp10.000 saja, tidak pernah lebih. Dan itu sudah berlangsung selama 2 Tahun lamanya, sementara pernikahan mereka sudah 4 tahun.
"Lihat! Ada si buruk rupa," ucap seorang ibu-ibu yang sedang berbelanja di warung.
"Boleh, sebentar ya." Kemudian ibu itu pun mengambil telur yang paling kecil lalu memberikannya kepada Winda, setelah membayar dia pun pergi dari sana.
"Ya ampun Bu, kenapa sih memberikan wanita itu telur?" ucap seorang ibu-ibu yang sedang berbelanja sambil menatap sinis ke arah Winda.
Dia merasa jijik dengan wajah wanita itu yang terlihat begitu buruk rupa.
"Jangan begitu Bu! Kasihan Winda. Dia itu wanita yang baik, justru saya kasihan kepadanya. Setiap hari selalu saja mendapatkan cacian dan makian dari mertuanya, bahkan yang saya dengar dia hanya diberikan nafkah cuma Rp10.000 saja per minggu. Ibu bayangkan saja, 10.000 dapat untuk apa? Sedangkan sekarang apa-apa serba naik. Saya tidak habis pikir dengan suaminya, kenapa bisa memberikan nafkah seperti itu?" jawab ibu pemilik warung tersebut.
"Ya wajarlah Bu, Bagas memberikan nafkah seperti itu. Wong Windanya aja buruk rupa. Lagian laki-laki mana yang bakalan tahan melihat istrinya seperti itu? Iiih ... kalau saya sih mempunyai menantu yang rupanya begitu ogah."
__ADS_1
Pemilik warung tersebut hanya menggelengkan kepalanya saja. Dia tidak mendengarkan ocehan dari wanita yang menjadi pelanggan di warungnya.
Sesampainya di rumah, Winda melihat motor sang suami yang sudah terparkir di teras. Kemudian dia segera masuk ke dalam rumah dan melihat Bagas baru saja selesai membersihkan diri.
"Dasar istri tidak tahu diri! Suami pulang bukannya menyambut malah kelayapan!" marah Bagas sambil menyenggol bahu Winda dengan kasar.
"Maaf Mas, tadi aku ke warung membeli telur untuk ibu."
"Beli berapa?"
"Satu aja, Mas. Soalnya uangnya tinggal Rp2.000."
"Kenapa kau tidak ngutang dulu, hah! Dasar istri tidak berguna! Buruk rupa!" marah Bagas sambil menggebrak meja makan. "Apa kau tidak tahu aku ini lapar?!"
"Maaf Mas, tapi kan kamu hanya memberi uang Rp10.000 setiap minggu, jadi---"
PLAK!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Winda dengan keras. "10.000 itu uang yang sangat besar. Kau bisa mengelolanya, paham! Dasar wanita buruk rupa! Menjijikan!" geram Bagas sambil mendorong tubuh Winda hingga tersungkur ke lantai. Untung saja telur yang dipegangnya tidak pecah.
Ibu Ani keluar dari kamar dan dia melihat Winda sedang menangis. "Astaga menantu buruk rupa! Kenapa kau malah menangis? Cepat masak telurnya! Aku lapar."
"Baik bu," jawab Winda sambil menghapus air matanya.
Sementara Ibu Ani hanya tersenyum sinis sambil duduk di meja makan.
__ADS_1
BERSAMBUNG....