Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Ternyata Mama Sangat Bar-bar


__ADS_3

Happy reading.....


"Tunggu! Tunggu! Mama sama Tante Inggit saling mengenal?" tanya Amanda saat keduanya sudah lepas berpelukan.


"Iya sayang, Tante Inggit ini teman Mama waktu SMA. Kami itu Bestie, tapi waktu itu tante Inggit kuliah di luar negeri, hadi kami terpisah dan lost contact gitu," jelas tante Anjani.


Amanda mengangguk paham, kemudian mereka pun duduk di ruang tamu. Terlihat jelas pancaran kebahagiaan di wajah tante Inggit dan juga tante Anjani, sebab keduanya adalah teman lama yang baru saja bertemu setelah sekian tahun.


Dulu mereka sangat akrab, bahkan sudah seperti saudara. Tapi terpisahkan oleh jarak, dan sekarang di pertemukan saat mereka sudah mempunyai anak.


"Ya ampun! Jadi Amanda itu anak kamu? Pantesan ya, saat aku melihat Amanda, wajahnya itu kayak mirip siapa gitu. Tapi aku lupa, dan ternyata dia mewarisi wajah kamu." Tante Inggit menggelengkan kepalanya sambil terkekeh kecil.


"Iya, dunia itu memang sempit ya. Kita dipertemukan lagi saat sudah berbuntut. Waktu itu malah belum menjebol gawang, sekarang gawangnya sudah melebar kemana-mana." Tante Anjani tertawa membuat Amanda hanya bisa menghela nafas karena ternyata Mamanya sangat bar-bar.


Kedua wanita itu bercerita seakan tidak menganggap jika Amanda, Ethan dan juga Om Umar ada di sana, sehingga ketiganya pun hanya bisa menarik nafas secara dalam, memaklumi jika dua sahabat yang telah lama dipisahkan kini bertemu kembali.


'Ya ampun! Aku tidak penyangka, ternyata mama sebar-bar itu? Bahkan kata-katanya tidak di rem, main ceplas-ceplos aja kayak Lulu. Untung aku tidak mewarisi kebar-baran Mama.' batin Amanda di dalam hati.

__ADS_1


Sementara Ethan tersenyum tipis saat melihat kebahagiaan di raut wajah sang Mama, di mana sudah lama sekali dia tidak melihatnya semenjak kepergian Papanya.


'Aku senang karena bisa melihat Mama tertawa kembali. Sudah lama aku tidak melihatnya bisa tersenyum seperti itu, setelah kepergian Papa. Sekarang aku bisa melihatnya lagi, dan ini berkat orang tua Amanda.' batin Ethan sambil melirik ke arah Amanda.


"Ya sudah, kalau gitu kita kemeja makan sekarang yuk! Nanti makanannya keburu dingin," ucap tante Inggit mengajak sahabatnya sekaligus Amanda serta Om Umar.


Kemudian mereka pun berjalan ke arah meja makan dan di sana sudah ada pelayan yang sedang menunggu, setelah itu makan malam pun dimulai dibarengi dengan obrolan obrolan ringan antara masa kecil Ethan dan juga masa kecil dari Amanda.


Sementara Amanda hanya diam saja menyimak, sesekali dia pun tersenyum sambil tertawa kecil. Amanda bahkan tidak sadar jika sedari tadi Ethan terus saja menatap ke arah dirinya, karena Amanda memang orang yang sangat cuek. Dia tidak terlalu memperhatikan sekitarnya.


Setelah makan malam selesai, Amanda saat ini sedang berada di taman yang ada kolam ikannya, di sana juga terlihat sangat indah dengan bunga-bunga yang menguncup karena pada malam hari.


Ethan melihat ke arah Amanda, kemudian dia berjalan mendekat ke arah wanita itu dan duduk di sebelahnya. "Tidak baik seorang perempuan duduk merenung sendirian. Nanti kalau kesambet bagaimana?"


Amanda menoleh ke arah samping, kemudian dia pun tertawa kecil. "Kesambet apa? Kesambet cinta? Aku hanya kagum saja dengan bunga-bunga ini," jawab Amanda.


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, hingga pada akhirnya Ethan pun menanyakan perihal kejadian di mana dia juga ada di sana.

__ADS_1


"Jujur sih, waktu itu aku cukup kaget saat menerima undangan yang ternyata dari keluarga kamu. Ya ... aku turut berduka dan tidak menyangka jika ada pria konyol dan sepengecut itu. Bahkan dia berselingkuh dengan adikmu sendiri, tapi aku salut sih, kamu wanita yang tangguh. Bahkan kamu tidak menangis sama sekali," ucap Ethan tanpa menoleh ke arah Amanda sedikitpun.


Amanda cukup terkejut sebab Ia tidak mengetahui jika Ethan ada di sana. "Buat apa menangisi pria seperti itu? Hanya akan membuang waktuku saja. Aku rasa air mataku sudah sangat cukup untuk menangisi penghianatan mereka. Jadi, kenapa aku harus berlarut-larut dalam kesedihan? Bukankah hidup itu harus terus berjalan?" jawab Amanda.


Ethan mengangguk mantap, dia tidak menyangka jika ada wanita setangguh Amanda yang baru saja ia temui.


'Dia benar-benar wanita yang tangguh. Beruntung sekali pria yang bisa mendapatkannya nanti. Apakah aku bisa masuk dalam salah satu Jejeran itu?' batin Ethan.


.


.


Sementara di tempat lain, saat ini Fitri sedang membaringkan tubuhnya di atas sofa sambil tersenyum dengan tatapan menerawang menatap langit-langit kamarnya.


Senyum terus saja terukir di wajah cantik wanita itu, seakan dia sedang memikirkan sesuatu hal yang indah.


"Aku berharap, aku bisa bertemu dengan cowok tampan itu lagi. Dan sepertinya dia orang yang sangat kaya? Pokoknya aku harus bisa mendapatkannya, apapun yang terjadi. Dan aku harus bisa untuk bertemu dengannya kembali," gumam Fitri.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2