
Happy reading .....
Pesanan pelanggan membuat Lulu sedikit menguras tenaga dan juga otaknya, karena dia harus lembur ditambah pelanggan juga ingin cepat-cepat sesuai tanggal yang sudah ditentukan.
"Mbak Lulu, ini minum dulu kopinya," ucap Gisel sambil menaruh kopi meja milik Lulu.
"Terima kasih ya Gisel," jawab Lulu dengan lemas.
"Loh Mbak kenapa, lagi sakit?" tanyanya.
"Nggak papa kok, cuma sedikit meriang aja. Mungkin karena terlalu memposir tenaga," jawab dulu sambil tersenyum tipis.
Gisel pun merasa tak tega. "Mbak sebaiknya jangan terlalu memforsir tenaga. Lagi pula kan besok Mbak Amanda juga sudah pulang."
"Iya kamu tenang aja. Ya udah kalau gitu kamu kembali bekerja gih biar cepat kelar juga kerjaan kita, udah jam 05.00 soalnya."
Gisel mengangguk, kemudian dia kembali ke mejanya. Lulu yang merasa kepalanya semakin pusing pun seketika memijit dan mengeluarkan minyak angin lalu mengoleskannya ke kening.
"Astaga ... kepalaku ini kenapa sih dari pagi makin ke sini kok malah makin sakit? Padahal aku udah minum obat," gumam Lulu sambil terus memijit keningnya.
Dia bangkit dari duduk hendak menuju ke toilet, akan tetapi tubuh Lulu yang tidak seimbang hampir jatuh ke lantai untung segera ditahan oleh Gisel.
"Mbak kenapa? Ya ampun ... ayo duduk dulu!" ajak Gisel dengan panik kemudian dia mendudukkan dulu di sofa.
"Ini Mbak, diminum dulu," ucap Gisel sambil memberikan air putih kepada Lulu dan langsung ditegak oleh wanita itu.
"Ya ampun Mbak, muka Mbak tuh pucat banget. Udah sebaiknya Mbak pulang aja ya biar kerjaan aku yang selesaikan."
"Gak usah Gisel, aku cuma sedikit pusing aja."
"Mbak ... kesehatan itu mahal. Lagi pula kalau mbak Amanda juga tahu Mbak seperti ini, udah pasti Mbak Amanda akan marah dan dia tidak setuju. Sebaiknya Mbak pulang aja ya!" Gisel mencoba untuk membujuk Lulu.
Dia khawatir dengan keadaan wanita itu yang terlihat pucat. Kalau sampai Lulu memaksakan untuk bekerja otomatis akan membuat kesehatannya semakin memburuk.
__ADS_1
"Ya udah, aku pesen pesenin taksi dulu ya," ucap Gisel sambil mengambil ponselnya yang terletak di atas meja.
Lulu hanya bisa mengangguk, karena memang kepalanya terasa pening sekali. Setelah beberapa menit Gisel membantu Lulu untuk keluar dari butik. Dia akan menuju tempat parkiran di mana saat ini sopir taksi online sudah menunggu.
"Aku bisa jalan sendiri Gisel."
"Mbak lagi sakit aja keras kepala banget, sudah ayo!" Gisel memapah Lulu
Hingga saat mereka sampai di parkiran keduanya terkejut, karena Rizal tiba-tiba saja datang. "Ya ampun sayang! Kamu kenapa?" panik Rizal.
"Eh Tuan Rizal ... ini Tuan, Mbak Lulu tadi kepalanya pusing hampir aja pingsan. Sepertinya lagi tidak enak badan, makanya saya mau minta Mbak Lulu untuk pulang aja," jawab Gisel.
"Tuh kan, aku kan udah bilang sama kamu jangan terlalu memaksakan tenagamu. Ya sudah sekarang kita pulang aja ya!"
"Tapi aku udah mesen taksi online," ujar Lulu sambil menunjuk ke arah taksi yang dipesan oleh Gisel.
Kemudian Rizal mengeluarkan 2 lembar uang merah meminta Gisel untuk membayar taksi tersebut, setelahnya dia menggendong tubuh Lulu dan masuk ke dalam mobil.
"Kita ke rumah sakit ya," ucap Rizal.
"Jangan menolak! Ini adalah titah suami. Kalau kamu berani menolak aku akan marah," ancam Rizal. Akhirnya Lulu pun tidak mempunyai pilihan lain mereka pergi ke rumah sakit.
Gisel menatap ke arah mobil yang semakin menjauh. "Andai saja aku mempunyai suami seperti Tuan Rizal yang begitu sangat menyayangi dan juga mencintai istrinya," gumam Gisel penuh harap.
Sayang, dia terus-menerus jomblo sehingga sampai sekarang belum menikah padahal umurnya sudah 25 tahun.
.
.
Saat sampai di rumah sakit Rizal langsung membawa Lulu untuk memeriksa keadaannya, setelah beberapa saat dokter memeriksa keadaan Lulung Mereka pun duduk di kursi.
"Bagaimana Dok, keadaan istri saya? Dia sakit apa?" tanya Rizal dengan wajah yang sudah dilanda kecemasan.
__ADS_1
"Bapak tidak usah khawatir. Ibu Lulu tidak sakit, sepertinya hanya kelelahan saja, itu juga faktor dari kehamilannya jadi saya sarankan--"
"Apa Dok! Hamil?" kaget Lulu dan Rizal bersamaan.
"Iya Bu, Pak, selamat ya sebab ibu dan b
Bapak sebentar lagi akan bergelar menjadi kedua orang tua, dan saat ini kehamilan Ibu Lulu juga sudah menginjak Minggu ke-4."
Mendengar penjelasan dari Dokter, Lulu segera memeluk tubuh suaminya. Dia benar-benar sangat bersyukur karena akhirnya mereka dikaruniai seorang anak.
"Alhamdulillah sayang ... aku benar-benar bersyukur banget karena akhirnya kamu hamil. Makasih ya sayang, kamu sudah mewujudkan impianku untuk menjadi seorang ayah," ucap Rizal sambil mengecup kening lulu dengan lembut.
Wanita itu hanya bisa mengangguk sambil menitikan air matanya, karena dia pun merasa bahagia.
"Iya sayang, akhirnya kecebeong kamu jadi juga," celetuk Lulu.
"Saran saya ibu Lulu jangan sampai kelelahan, apalagi stress. Jika berkenan tolong dijaga pola makannya ya Bu, yang sehat-sehat ditambah juga jangan terlalu memporsir tubuh ibu jika mempunyai pekerjaan," jelas dokter tersebut.
"Siap Dok, saya tidak akan membiarkan istri saya kelelahan atau stress. Kalau begitu kami permisi ya Dok."
Lulu dan juga Rizal pun pergi dari sana setelah mendapatkan vitamin dari dokter, keduanya terus saja tersenyum dan saat sampai di dalam mobil Rizal mengusap perut Lulu yang masih rata.
"Papa berharap kamu sehat-sehat di sana ya sayang. Jangan nakal, kalau ibu kamu bandel kamu boleh menendang perutnya."
"Kok ditendang sih? Emangnya bola. Kamu ada-ada aja deh!" gerutu Lulu sambil menekuk wajahnya.
"Kalau anak kita nendang perut kamu, itu artinya kamu nggak boleh nakal." Rizal berkata sambil menoel hidung Lulu sedangkan wanita itu malah membuang pandangannya.
"Makasih ya sayang, ku benar-benar bahagia banget karena sebentar lagi aku akan sempurna menjadi seorang laki-laki dan juga suami." Rizal mengecup lembut tangan Lulu.
Mendapatkan perlakuan manis dari suaminya, membuat hati Lulu menghangat. Dia mengangguk kemudian menyandarkan kepalanya di pundak kekar sang suami.
"Kita beritahukan ini sama mama dan papa ya!" pintar Lulu
__ADS_1
Rizal mengangguk, kemudian mereka pun meninggalkan rumah sakit untuk menuju rumah. Rasanya dia sudah tidak sabar ingin segera memberitahukan kedua orang tuanya, bahwa saat ini Lulu tengah mengandung.
BERSAMBUNG......