Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
I'm fine


__ADS_3

Happy reading .....


Ethan dan Amanda menatap ke arah pinggir jalan di mana seorang wanita tengah berdiri sambil membawa belanjaan yang begitu banyak.


"Mas, kita berhenti dulu yuk di depan dia!" pinta Amanda.


Ethan pun menepikan mobilnya di hadapan wanita itu, kemudian Amanda turun. "Kamu Sania kan? Temennya kak Akmal?" tanya Amanda.


"Iya, kamu ..." Sania menggantungkan ucapannya, dia ingin menyebutkan jika Amanda adalah wanita yang dicintai Akmal tapi tidak jadi.


"Aku Amanda, kamu habis belanja?"


"Iya nih, habis belanja, soalnya nanti sore di rumah ada acara pengajian, cuma beli buah aja sih," jawab Sania sambil memperlihatkan dua plastik besar buah yang dia beli.


"Ya sudah, kalau gitu aku antar pulang yuk!" tawar Amanda.


Sania merasa bimbang, apakah dia harus ikut dengan Amanda atau tidak.


"Sudah jangan menolak, ayo!"


Akhirnya Sania mengangguk, kemudian dia ikut bersama dengan Amanda masuk ke dalam mobil sementara belanjaannya ada di bagasi.


"Oh iya ... bagaimana progres kedekatan kamu dengan Kak Akmal?" tanya Amanda memulai pembicaraan.


"Iya gitu deh, tapi kami sudah memutuskan untuk bertunangan dulu," jawab Sania dengan wajah malu-malu.


"Oh ya? Wah ... selamat ya! Aku ikut senang mendengarnya," ujar Amanda dengan mata berbinar.


Sania hanya tersenyum tipis, dia melirik ke arah Ethan yang sedang fokus menyetir. "Eeeum ... apa aku boleh bertanya sesuatu tentang Kak Akmal?"


"Tentu saja, apa itu?"

__ADS_1


"Apa makanan kesukaan dia, atau hal yang tidak dia sukai?" tanya Sania.


Dia ingin lebih dalam mengenal Akmal, dan karena Amanda adalah wanita yang pernah dekat dengan Akmal jadi tidak ada salahnya jika Sania bertanya kepada wanita itu.


Kemudian Amanda menjelaskan apa hal yang disukai oleh Akmal, mulai dari makanan, kegiatan atau hal yang tidak disukai oleh pria itu.


Dan Sania mengangguk paham, dia terpikirkan untuk membuat makanan kesukaan pria tersebut, karena semenjak Sania kenal dengan Akmal dia mulai belajar untuk memasak.


'Sepertinya boleh tuh nanti aku masakin buat Kak Akmal, semoga saja nanti dia suka.' batin Sania.


Setelah sampai di rumahnya Sania, Amanda membantu untuk menurunkan belanjaan wanita itu, kemudian dia bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Terima kasih ya, sudah mengantarkan Sania pulang," ucap mamanya Sania.


"Sama-sama Tante, kalau begitu saya pamit dulu ya soalnya saya juga harus ke butik, Tante."


"Iya hati-hati ya, Nak."


"Sama-sama, santai saja. Good luck ya untuk hubungan kamu dan juga Akmal. Aku doakan semoga kalian langgeng sampai jenjang yang lebih serius. Kalian cocok kok," ujar Amanda sambil tersenyum.


"Aamiin ..." jawab Sania.


Kemudian Amanda pun masuk kembali ke dalam mobil untuk menuju butik. Sejujurnya dia sudah sangat lelah badannya sedikit meriang karena habis bulan madu masih harus bekerja.


"Sayang, kamu nggak papa?" tanya Ethan saat melihat Amanda menyandarkan tubuhnya di jok dan terlihat wajah wanita itu sedikit pucat.


"Nggak papa kok, Mas."


Setelah mobil sampai di butik Amanda langsung turun dan berpamitan kepada Ethan, karena pekerjaan juga lumayan banyak.


"Mbak ... Mbak nggak apa-apa? Kayaknya muka Mbak sedikit pucat deh," ucap Gisel saat memperhatikan wajah Amanda.

__ADS_1


"Aku nggak papa kok Gisel."


"Tapi Mbak, wajahnya sedikit pucat loh? Sepertinya Mbak kelelahan deh, kan kemarin habis bulan madu langsung dipaksa kerja lagi."


"It's okay, mungkin memang cuma sedikit kelelahan aja, nanti aku pulang lebih awal ya."


Mendengar itu Gisel langsung menganggukan kepalanya.


.


.


Tepat jam 17.00 sore Amanda mencoba untuk menghubungi Ethan, akan tetapi nomor pria itu tidak aktif.


"Mas Ethan sepertinya lagi sibuk deh, aku pulang sendiri aja deh naik taksi," gumam Amanda.


Kemudian dia membereskan pekerjaannya yang sedikit lagi selesai.


"Gisel ... aku pulang duluan ya, kamu nggak papa kan aku tinggal?" tanya Amanda sambil memakai tasnya.


"Nggak apa-apa Mbak. Mbak duluan aja, ini juga kerjaan aku sebentar lagi kelar kok," jawab Gisel sambil tersenyum ke arah Amanda.


Mendengar itu wanita tersebut pun keluar dari butiknya, dia akan pulang karena Amanda merasa kepalanya sedikit pusing dan badannya meriang.


"Aduh ... taxi mana sih kok nggak lewat-lewat?" ucap lirik Amanda saat berdiri di tepi jalan di mana dia sedang menunggu taksi.


Amanda melihat ada taksi kosong yang sedang terparkir di seberang jalan. Ia memutuskan untuk menyeberang, akan tetapi tiba-tiba saja dari kejauhan sebuah mobil melaju dengan cepat ke arahnya.


Padahal tadi jalanan itu kosong dan Amanda juga melihat mobil itu terparkir tak jauh darinya.


"Aaakh!" jerit Amanda saat mobil itu mendekat dan dia pun sudah tidak bisa menghindar lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2