
Kedua netra Amanda membulat saat melihat siapa yang baru saja ya tabrak. "Viona!" kagetnya.
Namun yang membuat Amanda semakin bingung adalah ... saat melihat Biona menangis. Wanita itu langsung menghapus air matanya. "Amanda ... maaf aku tidak sengaja," ucapnya sambil memalingkan wajah.
"It's okay. Kamu kenapa kok nangis?" tanya Amanda dengan bingung.
"Tidak apa-apa. Aku habis nonton film sedih tadi," bohong Vio, "kalau gitu aku duluan ya." Terlihat wajahnya begitu gugup seperti sedang menutupi sesuatu, dan itu semakin membuat Amanda penasaran.
Biasanya Viona akan terlihat riang dan heboh saat bertemu Manda, namun kali ini wanita itu seperti memendam sebuah kesedihan. "Kenapa sama tuh anak, kok tiba-tiba nangis? Apa dia lagi ada masalah, atau lagi bertengkar sama Edward?" lirih Amanda dengan heran.
Saat dia akan kembali masuk ke dalam toilet, tiba-tiba saja matanya tertuju kepada lantai di mana sebuah benda terjatuh. Amanda pun mengambilnya. "Loh ... ini kan ..." Qanita itu menggantungkan ucapannya dengan mulut menganga, kemudian dia menatap ke arah di mana Viona lewat. "Apa ini punya dia? Tapi ...?"
Wanita itu mencoba untuk menampik, akan tetapi dia sangat yakin jika itu adalah miliknya Viona. "Astaga! Jadi dia sedang hamil?" kagetnya dengan satu tangan menutup mulut saat melihat garis 2 yang berada di tespek tersebut.
Iya, Amanda menemukan tespek dan itu adalah milik Viona yang jatuh saat bertabrakan tadi. Wanita itu tidak ingin berspekulasi terlebih dahulu, akan tetapi dia sangat yakin dan sepertinya Amanda perlu berbicara dengan Ethan.
Setelah dari toilet dia pun kembali ke tempat di mana saat ini Mama Inggit dan juga Lulu tengah duduk, namun tatapan Amanda terlihat bingung. "Eh nangka walanda, lo kenapa sih dari tadi wajahnya kok kayak orang kebingungan?" tanya Lulu sambil mengusap perutnya
"Tidak apa-apa. Tadi aku cuma ketemu sama Viona aja di sini." Amanda tidak ingin Bberbicara masalah tespek tersebut kepada Mama Inggit ataupun Lulu. Dia akan terlebih dahulu membicarakannya bersama dengan Ethan.
__ADS_1
"Siapa Viona?"
"Itu ... sepupunya Mas ketan."
"Kamu ketemu sama Vio? Terus di mana sekarang dia? Atau sama kekasihnya?" tanya Mama Inggit sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Dia sudah pergi Mah. Tadi katanya ada urusan mendadakx mungkin ketemu sama kekasihnya." Setelah itu mereka pun berbicara seputar kehamilan, dan setelah selesai berbelanja Amanda, Lulu dan juga mama Inggit pun pulang karena kedua ibu hamil itu juga sudah sangat kelelahan.
"Lo yakin nggak mau bareng sama gue sama mama aja?" tanya Amanda memastikan saat Lulu sedang menunggu sopir jemputan dari Rizal.
"Nggak usah. Lagian laki gue udah nyuruh sopir buat jemput. Kalian hati-hati di jalan ya!"
.
.
Tepat jam 17.00 sore, Ethan sudah pulang ke rumah. Dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan istrinya, namun tidak biasanya Amanda tidak menyambut dirinya saat pulang.
"Mah, Amanda ke mana? Kok tumben nggak nyambut aku?" tanya Ethan pada sang mama yang sedang membaca majalah favoritnya.
__ADS_1
"Ada di kamar tuh. Sedari pulang dari mall, istri kamu ngurung terus di kamar. Mungkin dia kelelahan, coba kamu samperin gih!"
Ethan segera bergegas masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Amanda sedang duduk di tepi ranjang dengan tatapan lurus ke arah balkon. Pria itu pun langsung berjongkok di hadapannya dan memberikan sebuket bunga yang dia bawa.
"Istri aku kok ngelamun sih? Pamali, ini udah mau magrib. Lagian kamu kenapa nggak nyambut aku di luar?"
Amanda kaget saat melihat Ethan tiba-tiba saja berjongkok di hadapannya. "Astaga! Kamu kapan pulang, Mas?"
"Makanya kalau suami pulang itu harusnya disambut, jangan ngelamun." Kemudian Ethan pun duduk di samping Amanda dan merangkul pinggang wanita itu, sementara satu tangannya mengelus perut Amanda. "Bagaimana anak kita hari ini, tidak nakal kan?"
"Tidak. Dia baik-baik aja."
Ethan melihat ada sesuatu hal yang mengganggu pikiran sang istri, dan itu membuatnya penasaran. "Ada apa sayang? Kenapa wajahmu terlihat begitu bimbang? Apa ada sesuatu hal yang mengganggu pikiranmu?"
Amanda menoleh ke arah samping kemudian dia memberikan tespek kepada Ethan, dan melihat itu pria tersebut malah tersenyum. "Kamu ini ngapain ngasih tespek sama aku? Kan kamu udah pernah waktu nunjukin kemarin hamil."
"Ini bukan punya aku, Mas."
Dahi Ethan seketika mengkerut heran saat Amanda mengatakan bahwa tespek itu bukan miliknya. "Lalu ... jika bukan kamu, terus ini milik siapa?"
__ADS_1
BERSAMBUNG. ......