Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Kedatangan Haris dan Om Samuel


__ADS_3

Happy reading....


Amanda sudah siap untuk pergi ke butik, dia tidak sabar ingin segera menemui Lulu dan membicarakan perihal kejadian semalam, dan bagaimana raut wajah dari dua penghianat tersebut.


Setelah berpamitan kepada mertuanya, Amanda pun hendak pergi dari sana. Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti oleh ucapan dari Fitri.


"Kak, kak. Kalau kamu kerja terus dan kelelahan terus, yang ada hormon kamu itu nggak bagus. Mau sampai kapan? Percuma saja kamu program hamil kalau sampai kamu stress, dan kamu kecapean, ya semua akan sia-sia," ucap Fitri sambil menyandarkan tubuhnya di dinding, sedangkan tatapannya fokus sambil memainkan kukunya.


Amanda tersenyum sinis, kemudian dia menatap ke arah Fitri tanpa membalikan badannya.


"Mungkin Allah mempunyai rencana sendiri, kenapa sampai sekarang aku belum mempunyai anak bersama dengan mas Darius. Ya masih mending sih aku belum hamil, kalau nanti hamil malah akan terus disakiti, untuk apa? Lagi pula, hamil anak sendiri itu lebih bangga dan lebih bahagia, ketimbang hamil dari pria lain."


"Maksud Kakak, apa?" tanya Fitri yang saat ini berjalan mendekat ke arah sang kakak.


"Kakak menuduh aku hamil dengan pria lain? Iya!" teriak Fitri tidak terima.


Amanda membalikkan badannya, kemudian dia melipat kedua tangan di depan dada dan menatap meremehkan ke arah Fitri.


"Siapa yang bilang kalau kakak menuduh kamu seperti itu? Ada dari kata-kata kakak tadi, yang bilang kalau kamu hamil anak pria lain? Tidak bukan. Jadi untuk apa kamu marah-marah? Sudahlah, kakak tidak ada waktu untuk berdebat sama kamu. Dan lagi pula, kamu seharusnya bersiap-siap karena sebentar lagi akan ada kejutan yang menanti kamu."


"Kejutan apa, Kak? Ulang tahunku kan masih 2 bulan lagi?"


"Justru itu, tepat dengan hari ulang tahunmu bukan?" ucap Amanda sambil melenggang meninggalkan Fitri.


Wanita itu terdiam, dia baru ngeuh jika memang acara 4 bulanan kehamilannya tepat di hari ulang ulang tahunnya.


"Ya ampun! Aku sampai lupa. Kira-kira Kak Amanda mau kasih aku kejutan apa ya?" gumam Fitri dengan lirih sambil bertanya-tanya di dalam benaknya.


Lalu wanita itu pun mengangkat bahunya, dia tidak mau peduli. Dan Fitri segera melangkah ke kamar untuk bersiap-siap, karena dia akan segera ke kantor Darius. Sebab mereka sudah berjanjian untuk makan siang di sana.


.


.


Amanda sudah sampai di butik, setelah memarkirkan mobilnya dia langsung turun dan beberapa karyawannya menyapa dirinya.


"Pagi Mbak Amanda."


"Pagi, gimana hari ini lancar?"


"Alhamdulillah lancar Mbak," jawab salah satu karyawan.


"Oh ya, apa Lulu hari ini masuk ke butik?"


"Masuk Mbak. Mbak Lulu lagi ada di dalam."


Mendengar itu Amanda mengganggukan kepalanya, kemudian dia berjalan menuju ruangan Lulu, dan melihat wanita itu tengah mendesain baju pengantin.


"Ya ampun! Sampai kapan sih lo ngedesain baju pengantin orang mulu? Kapan lo ngedesain baju pengantin sendiri, hah?" ledek Amanda sambil menaruh tasnya di sofa, kemudian dia menjatuhkan tubuhnya di atas sofa sambil menyilangkan kaki.

__ADS_1


"Kalau bukan tuntutan pekerjaan sih, gue juga ogah. Dikira nggak bosen apa, ngedesain gaun pengantin orang mulu. Gue juga pengen kali berada di atas pelaminan," jawab Lulu tanpa menoleh ke arah Amanda.


"Makanya cepet cari jodoh. Gimana mau laku, lo sendiri aja nggak mau keluar dari kandang?" ledek Amanda kembali.


Mendengar itu Lulu Langsung melempar penghapus yang berada di atas meja, dan Amanda langsung mengelak, sehingga penghapus itu pun tidak jadi mengenai dirinya.


Kemudian Lulut teringat tentang rencana Amanda semalam, lalu dia menghentikan gerakan tangan lentiknya di atas kertas. Berjalan mendekat ke arah Amanda sambil membawa 2 minuman dingin yang diambil dari kulkas.


"Gimana. Gimana? Apa reaksi mereka semalam?" tanya Lulu yang sudah tidak sabar.


Sejenak Amanda membuka minuman kaleng itu lalu menegaknya, kemudian menaruhnya di atas meja.


"Sumpah ya, kalau lo ada di sana mungkin lo juga akan tertawa terbahak-bahak tahu nggak. Bisa bayangin lah, saat Mas Darius kepeleset sampai encok, terus saat mereka ke gep dengan basah. Tapi masih bisa mengelak, emang ya kalau orang udah pinter bohong itu mencari jawaban gampang. Tapi sumpah, gue menikmati banget raut wajah mereka yang pucat dan gugup ketika gue mendesak mereka dan menyindir, seakan mereka itu berselingkuh," jelas Amanda sambil terkekeh kecil.


"Yaah ... sayang dong gue nggak ada di sana. Coba kalau ada di sana, rasanya gue pengen blender cabe 1 kilo terus gue siram di ke wajahnya mereka. Kayaknya enak deh, biar tambah pedes tuh muka!" gerutu Lulu sambil tertawa.


"Gila, sadis banget lo."


Kemudian mereka pun tertawa bersama. Lulu melihat ke arah Amanda yang bisa tertawa lepas, namun Ia juga dapat melihat kesedihan di kedua mata milik sahabatnya.


Mungkin Amanda bisa menyembunyikan luka yang begitu dalam dari semua orang, tapi tidak dihadapan dirinya. Karena Lulu sudah mengenal Amanda sangat lama, jadi dia sudah sangat hafal dengan karakter wanita itu.


Kemudian Lulu menggenggam tangan Amanda, membuat wanita itu seketika menghentikan tawanya dan menatap ke arah dirinya.


"Lo yang kuat ya. Gue yakin kok, kejahatan tidak akan pernah menang. Kebatilan tidak akan pernah berada di atas melawan kebaikan, dan penghianatan pada akhirnya akan terbongkar. Lo wanita yang kuat, wanita yang baik, wanita yang tangguh. Orang seperti lo itu, wajib mendapatkan yang terbaik. Dan Darius bukan jodoh lo. Gue yakin kok, Tuhan ingin lo menjadi wanita yang lebih tegar lagi dalam mengarungi hidup ini. Dan melalui Darius, itu adalah ujian terberat untuk menggapai sebuah kebahagiaan," tutur Lulu panjang lebar.


Mengingat penghianatan sang suami yang begitu menjijikkan, karena harus berkhianat dengan Adiknya sendiri. Di mana mereka berdua adalah orang yang paling berharga dalam hidup Amanda.


Kemudian wanita itu berdiri melihat ke arah patung yang sudah dikenakan baju pengantin yang begitu indah. Seketika bayang-bayang pernikahan dia dengan Darius pun teringat dan berputar di kepala.


"Saat gue mengenakan gaun pengantin dulu, berharap jika pernikahan gue akan langgeng sampai kakek nenek, menua bersama mengarungi bahtera rumah tangga, tapi ternyata cinta suci gue dibalas dengan tinta hitam yang begitu kelam. Mungkin gue bisa menerima perselingkuhan, jika wanita itu bukanlah Fitri. Tapi rasanya begitu sangat hancur Lu, saat orang yang kita cintai berselingkuh dengan orang yang berharga dan orang yang paling kita sayangi, menemani kita dari kecil. Lo bisa bayangin kan perasaan gue kayak apa?" Kali ini Amanda tidak bisa menahan air matanya, tapi langsung dihapus dengan kasar.


Lulu merangkul pundak Amanda, kemudian mengusapnya dengan lembut. "Lo harus menjadi wanita yang kuat, tidak bisa dirobohkan oleh siapapun. Lo adalah Amanda Dwi Hardiyanta. Seorang wanita yang tangguh, tidak terkalahkan, bahkan lo bisa lebih daripada singa betina," ucap Lulu sambil menggoyangkan pundak Amanda.


Wanita itu langsung memeluk sahabatnya. Lalu mereka pun berfokus pada kerjaannya kembali, sambil Amanda memikirkan rencana untuk memberi pelajaran kepada dua penghianat itu lagi.


.


.


Di tempat lain tepatnya di kantor, Darius saat ini tengah menunggu seseorang yang tak lain adalah Fitri. Dia juga sudah memesan makanan dan sebentar lagi kekasih hatinya akan datang.


Sementara Fitri baru saja keluar dari lift, dan dia bertemu dengan Kim, dan tanpa menyapa wanita itu pun langsung masuk ke dalam ruangan kekasih gelapnya.


'Aku sangat kasihan pada Bu Amanda yang harus diselingkuhi oleh adik dan juga suaminya.' batin Kim yang merasa bersalah, karena menyembunyikan rahasia yang begitu besar.


Dia selama ini mengetahui hubungan gelap antara Fitri dan juga Darius, tapi Kim tidak berani untuk berbicara kepada Amanda ataupun keluarga Darius, sebab pria itu sudah mengancamnya akan memecat Kim.


Sementara Kim membutuhkan pekerjaan itu, sebab Ia harus membiayai kedua adiknya yang sedang bersekolah di SMP dan SMA. Dan hanya dialah tulang punggung keluarganya.

__ADS_1


"Sayang, maaf nunggu lama ya," ucap Fitri dengan manja sambil duduk di pangkuan Darius.


"Iya, aku nunggu lama banget. Gimana perjalanannya, nggak macet kan?" tanya Darius sambil mengecup bibir Fitri sekilas, kemudian tangannya mengusap perut rata wanita itu.


"Lumayan macet sih," Jawab Fitri sambil mengecup bibir Darius, namun pria itu menahan tengkuknya hingga ciumaan yang dalam pun terjadi.


"Sayang, kita teruskan yang semalam yuk! Kan terpotong gara-gara lampu rumah mati," pinta Darius sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tapi ini di kantor sayang, nanti kalau ada yang masuk gimana?"


"Kamu lupa ya, di depan kan ada Kim. Kalau ada yang masuk dia pasti akan memberitahuku dulu. Aku juga sudah memberitahu dia tadi," jawab Darius.


Kemudian tangannya mulai nakal menggerayangi dua buah semangka yang berada di hadapannya, lalu membuka kancing kemeja milik Fitri. Karena wanita itu sekarang memakai blus kemeja selutut.


"Buahnya semakin kencang dan besar ya. Aku semakin tidak tahan jika melihatnya," ucap Darius yang langsung melahap kedua buah semangka tersebut.


"Kamu memang nakal Sayang, tapi aku menyukainya," jawab Fitri sambil memejamkan matanya.


Suara erotis pun terdengar menggema di ruangan tersebut, saat Darius memainkan buah semangka itu, dengan begitu sangat lembut non eksotis.


Dia yang sudah tidak sabar pun segera memundurkan kursi lalu Fitri berdiri, kemudian Darius menarik celana segitiga milik wanita itu, sementara tangan Fitri mulai membuka celana Darius.


Kemudian dia kembali duduk di atas pangkuan pria tersebut. "Sayang, jangan menggodaku. Ayolah cepat! Aku sudah tidak tahan ini!" pinta Darius dengan suara yang serak.


Fitri hanya tersenyum menggoda.


Sementara di lantai bawah Om Samuel dan juga Haris datang ke kantornya Darius, karena mereka ingin mengajak pria itu makan siang sambil berbicara soal bisnis. Karena sudah lama sekali Haris dan juga Om Samuel tidak berbicara bertiga soal pekerjaan.


Dan mereka juga sudah berjanji untuk datang ke kantornya Darius, tapi belum mengabari pria itu karena ingin memberikan surprise.


Setelah naik ke lantai atas, keduanya keluar dari lift. Dan saat Kim sedang mengerjakan tugasnya, tiba-tiba dia tersentak kaget saat seseorang bertanya kepadanya.


"Tuan besar! Tuan Haris!" kaget Kim dengan suara yang gugup.


Haris dan juga Om Samuel merasa heran saat melihat reaksi Kim yang terlihat begitu kaget saat kedatangan mereka.


"Mbak Kim kenapa? Kok kaget gitu sih melihat kedatangan kami?" tanya Haris.


"Tidak apa-apa Tuan," jawab Kim dengan detak jantung yang tidak beraturan.


"Apa Darius ada di dalam?" tanya om Samuel.


Kim terlihat gugup, wajahnya seketika menjadi pucat dan ketakutan saat Om Samuel menanyakan tentang keberadaan bosnya.


'Astaga! Aku harus jawab apa ini? Aduh gimana ini?' batin Kim yang merasa panik dan juga kebingungan, karena harus mencari alasan untuk berbohong kepada kedua pria yang berada di hadapannya.


Sedangkan di dalam Fitri dan Darius baru saja akan memulai pertempuran. Bahkan burung beo milik Darius sudah hampir masuk kedalam lubang gua milik Fitri.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2