
Happy reading ....
Sesampainya Amanda di rumah kedua orang tuanya, dia langsung masuk ke dalam kamar, sebab nanti sore mereka akan melakukan perjalanan menuju kota Filipina untuk melakukan bulan madu.
Amanda harus menyimpan tenaganya, karena dia tahu Ethan pasti akan meminta jatahnya kembali.
"Ethan, Amanda ke mana?" tanya tante Anjani saat melihat Ethan menuruni tangga seorang diri.
"Lagi di kamar Mah, istirahat. Kan nanti sore kita mau langsung ambil penerbangan ke Filipina," jawab Ethan.
"Ya udah, kalau gitu kamu bangunkan gih, kita makan siang bersama!"
Ethan mengangguk, terus dia kembali menaiki tangga menuju lantai atas di mana kamar Amanda berada. Dan saat sampai di sana, terlihat wajah Amanda begitu menawan saat tertidur. Dia pun menjadi tak tega untuk membangunkannya, dia ingat tadi malam dirinya menggempur Amanda cukup kuat.
"Kasihan, kamu pasti satu kelelahan ya sayang?" Ethan pun mengecup kening Amanda, setelah itu dia kembali keluar dan mengatakan bahwa mereka tidak makan siang bersama.
Tante Anjani paham dengan kondisi Amanda, karena dia juga pernah merasakan menjadi pengantin baru seperti apa.
.
__ADS_1
.
Lulu masuk ke dalam butik. Walau dia sudah tidak bekerja lagi karena Rizal memintanya untuk resign, tapi karena Amanda akan melakukan bulan madu bersama dengan Ethan selama 1 minggu, dan Lulu pun menggantikan posisi Amanda untuk mengurus butik tersebut.
"Kamu namanya Gisel ya?" tanya Lulu saat masuk ke dalam ruangan Amanda.
"Iya Mbak, saya Gisel."
"Perkenalkan, saya Lulu. Saya yang akan menggantikan Amanda sementara waktu sampai dia pulang dari bulan madunya." Lulu mengulurkan tangannya dan langsung dibalas oleh Gisel.
Kemudian keduanya pun mulai mengerjakan tugasnya masing-masing.
Setelah jam makan siang Lulu pamit kepada Gisel untuk makan di luar bersama dengan suaminya, karena dia sudah janjian bersama dengan Rizal.
.
.
"Wah! Sepertinya stroller ini bagus banget ya Nak?" tanya Tante Dina kepada Alea.
__ADS_1
"Iya Mah, tapi kan nggak boleh beli perlengkapan bayi dulu sebelum 7 bulan?"
Tante Dina menggaruk belakang lehernya, padahal tangan dia sudah gatal ingin sekali membeli perlengkapan untuk cucunya nanti, dan melihat ke antusiasan mertuanya Alea benar-benar sangat beruntung.
"Ya udah, kita cari restoran dulu yuk! Mama udah laper nih," ajak Tante Dina. Kemudian mereka pun berjalan untuk mencari restoran di sana.
Tante Dina melihat ada restoran Jepang di mall tersebut, dan dia langsung masuk memesankan beberapa makanan untuknya dan juga Alea, sebab wanita itu bingung dia memesan apa karena Alea tidak pernah makan di restoran mewah seperti itu.
Dari kejauhan ada satu pasang mata yang sedang mengintai keduanya, dengan tatapan tak suka saat melihat kebahagiaan Tante Dina bersama dengan Alea.
"Mah, Alea mau ke toilet dulu ya," pamit Alea kepada mertuanya.
"Ya udah, tapi jangan lama-lama ya nanti makanannya keburu dingin."
"Iya Mah," jawab Alea, kemudian dia berjalan dengan perlahan sambil memegangi perutnya menuju toilet yang berada di sana.
Alea benar-benar sangat beruntung memiliki mertua yang begitu sangat menyayanginya, walaupun suaminya sendiri masih terkesan sangat dingin.
Saat Alea sudah selesai dia pun mencuci tangannya di wastafel, akan tetapi tiba-tiba dari pantulan cermin Alea melihat seseorang yang sedang berdiri di dinding sambil menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
Dia cukup terkejut saat melihat orang itu ada di sana, seketika jantung Alea berdetak kencang dia takut jika orang itu berniat jahat kepadanya.
BERSAMBUNG....