Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Semua Gara-gara kamu!


__ADS_3

Happy reading....


Saat ini Amanda dan juga Lulu tengah berada di sebuah supermarket, sebab mereka berbelanja tentang kebutuhannya masing-masing.


"Biasanya Bibi yang belanja, tumbenan ini lo? Lagi geser ya otak lo?" ujar Lulu sambil mendorong trolinya.


"Lo juga, tumben banget? Biasanya juga yang belanja Mama lo," sindir Amanda.


Keduanya pun terkekeh karena hari ini butik libur, jadi mereka mempunyai waktu yang luang untuk bersenang-senang seharian. Kemudian mereka berjalan ke arah tempat buah-buahan di mana keduanya akan membeli beberapa aneka buah untuk stok di rumah.


Saat keduanya sedang memilih buah-buahan yang segar, tiba-tiba saja seorang wanita juga ikut membeli dan berada di hadapan Lulu serta Amanda.


"Fitri!" kaget Amanda saat melihat wanita itu yang tak lain adalah adiknya.


Fitri menengadahkan wajahnya, dia tidak menyangka jika kedua wanita itu adalah Amanda dan Lulu, tentu saja membuat Fitri sangat kaget.


"Kak Amanda," ucap Fitri dengan lirih.


Fitri masih belum siap untuk bertemu dengan Amanda, karena dia sekarang sedang kesal. Sebab karena Amanda, Darius bangkrut dan hanya mendapatkan warisan sedikit saja dari kedua orang tuanya.


Amanda yang masih kecewa pun mengajak Lulu untuk pergi dari sana, namun saat mereka berjalan, tangan Amanda tiba-tiba saja ditahan oleh Fitri, lalu wanita itu langsung menampar wajahnya dengan keras.

__ADS_1


Membuat Lulu dan juga Amanda seketika menatap ke arahnya dengan heran.


"Heh wanita sinting! Datang-datang langsung nampar! Situ sehat!" bentak Lulu yang tidak terima jika sahabatnya ditampar oleh wanita pelakor seperti Fitri.


"Dia pantas mendapatkan itu. Asal kamu tahu ya! Gara-gara kamu, mas Darius tidak mendapatkan warisan yang tepat. Dia hanya mendapatkan sedikit dari bagiannya, dan itu semua gara-gara kamu Kak! Kamu sudah mempermalukan Mas Dahrius, dan sekarang perusahaannya juga diambang kebangkrutan. Apa kamu puas? Kamu sudah membuat Mas Darius sekarang menderita!" bentak Fitri dengan sorot mata yang tajam.


Dadanya bergemuruh dan satu tangannya hendak melayang untuk menjambak rambut Amanda, namun segera ditahan oleh wanita itu. Kemudian Amanda menggenggam tangan Fitri dengan keras, membuat wanita hamil tersebut meringis.


"Puas! Aku sangat puas melihat penderitaan kalian. Jangan kamu pikir, orang lembut itu tidak bisa bermain cantik? Orang lembut itu, tidak bisa bermain licik. Kamu salah sudah membangunkan singa yang tertidur. Jadi sekarang, nikmati saja kekalahan kalian! Itu belum seberapa sih, dibandingkan dengan apa yang telah kalian lakukan," jawab Amanda sambil menghempaskan tangan Fitri.


Akan tetapi Fitri tidak terima, sebab gara-gara Amanda sekarang hidupnya menderita. Dia berjalan maju ke arah Amanda kemudian mencengkram lengan wanita itu dengan kasar, akan tetapi Amanda tetap stay cool.


"Tidak kusangka, ternyata kamu wanita yang jahat ya Kak. Kamu wanita yang licik!"


"Baru tahu ya, kalau aku ini licik? Orang baik itu, bisa berbuat licik juga. Bukankah kelicikan harus dibalas licik, kan? Aku ini bukan Nabi, bukan Tuhan yang bisa memaafkan begitu saja. Dan sekarang kamu melimpahkan semua kesalahan kepadaku? Masih kurang jelas. Tuh kaca besar!" petunjuk Amanda pada kaca yang berada di supermarket tersebut.


"Kalian yang berbuat salah, tapi melimpahkan kepada orang lain? Dengar ya! Kalau kamu dan juga Darius itu bilang dari awal kalau kalian saling mencintai, tentu saja aku akan dengan sukarela melepaskan Mas Darius. Apalagi kami belum memiliki anak. Mungkin jika kamu jujur juga kalau kamu hamil anaknya Mas Darius atau kamu membatalkan perjodohan kami, tentu saja dengan sangat amat sukarela aku akan memberikan pria brengsek itu kepadamu. Dan asal kamu tahu ya Fitri! Orang yang pernah berselingkuh, walaupun hanya dengan bermodalkan cinta, pasti akan mengulang hal yang sama." Amanda tersenyum sinis sambil menatap ke arah Fitri dengan tajam.


Setelah mengatakan hal itu, Amanda pun pergi dari sana sambil menarik Lulu, karena dia tahu jika sahabatnya pasti akan mencak-mencak seperti Nenek Lampir.


Namun Fitri tidak membiarkan Itu, dia mencoba untuk menahan Amanda. Akan tetapi, wanita tersebut menolak dengan keras.

__ADS_1


"Sebaiknya kau jangan permalukan dirimu lagi Fitri. Ini tempat umum, dan kau bisa malu, bukan aku. Sebaiknya jangan ganggu hidupku lagi, jika ingin hidup kalian tenang! Jalani saja kebahagiaan kalian sekarang. Hidup itu disyukuri, jangan tamak," kata Amanda dengan tajam, kemudian dia melambaikan tangannya pergi meninggalkan Fitri.


Setelah membayar belanjaannya di kasir, Amanda dan juga Lulu masuk ke dalam mobil. Keduanya terdiam, sama-sama berkecamuk dengan pikirannya masing-masing.


Sejujurnya masih ada rasa sayang di hati Amanda untuk Fitri, karena walau bagaimanapun mereka sudah sedari kecil bersama-sama. Akan tetapi, penghianatan yang dilakukan Fitri membuat Amanda seperti hancur berkeping-keping.


Tidak ada hal yang paling menyakitkan bagi seseorang selain ditikung dan ditusuk dari belakang oleh saudaranya sendiri, oleh orang yang paling dia sayang dalam hidupnya.


"Heran gue sama mereka berdua, nggak ada kapok-kapoknya cari masalah sama lo? Kayaknya hidup lo itu terlalu bermakna deh, sampai dua curut itu terus aja ngintilin dan juga ngusik hidup lo," ujar Lulu sambil menyalakan mesin mobil.


Amanda hanya mengangkat kedua bahunya saja. "Biarkan sajalah. Aku juga tidak mau ambil pusing. Ayo kita jalan! Oh iya, tak jauh dari sini kan ada festival makanan. Kayaknya udah mulai, kita ke sana yuk!" ajak Amanda.


Dia ingin merefreshkan otaknya dari berbagai masalah, dan saat ini Amanda ingin hidup bebas, menikmati kebebasannya, kebahagiaannya yang selama ini tidak ia dapatkan.


Manda ingin seperti seorang gadis lagi yang mempunyai jiwa bebas, tidak dikekang untuk sementara waktu. Kemudian mobil pun melaju menuju tempat festival di mana dilaksanakan tak jauh dari sana.


Saat keduanya sampai di tempat tersebut, Lulu dan juga Amanda langsung berkelana mencari makanan kesukaan mereka, di mana banyak sekali orang yang berjualan. Karena itu adalah festival makanan tradisional juga dari berbagai daerah.


Saat Amanda baru saja membeli kerak telor, makanan khas orang Betawi, tiba-tiba saja tubuhnya tidak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf, saya tidak--" ucapan Amanda terhenti saat melihat seseorang yang ia tabrak.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


HAYOOO SIAPA ORANG ITU YA?🤔


__ADS_2