
Happy reading....
Siang ini Lulu sedang berada di restoran bersama dengan suaminya. Terlihat mereka begitu mesra, bahkan sesekali Rizal pun menyuapi istrinya
Saat Lulu tengah bersandar di pundak kekar Rizal tiba-tiba pandangannya mengarah kepada sudut restoran, di mana seseorang Tengah duduk berdua.
"Loh sayang ... itu bukannya kembarannya minyak goreng sama Akmal ya?" tanya Lulu sambil menatap ke arah salah satu meja.
Rizal pun melihat dan dia menganggukkan kepalanya. "Iya ... itu Sania."
Kemudian Rizal memanggil Sania sambil melambaikan tangannya, membuat kedua orang itu seketika menatap ke arahnya.
"Hai, apa kabar?" tanya Rizal saat Sania dan juga Akmal sampai di meja mereka.
"Alhamdulillah kabar baik, kalian sendiri apa kabar?" tanya Akmal sambil menjabat tangan Lulu dan Rizal.
"Alhamdulillah kami juga baik, tidak menyangka ya kita bertemu di sini. Kalian lagi makan siang jug?a Kalau gitu barengan yuk!" ajak Rizal.
Lulu menatap tak suka ke arah suaminya, namun Rizal tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Sudahlah sayang, itu kan hanya masa lalu. Pagi pula mereka juga sudah berpasangan." bisik Rizal.
Akmal menatap tak enak kepada Lulu, karena dia tahu jika Sania pernah terobsesi kepada suaminya. "Tidak usah, biar kami makan di sana saja." tolak Akmal dengan halus.
"Tidak apa-apa, gabung aja sama kami," ujar Lulu.
__ADS_1
Sania menatap heran ke arah Lulu. Dia pikir wanita itu akan menolaknya, tapi ternyata Lulu mengizinkan akhirnya mereka pun makan bersama.
Jujur masih ada rasa sakit dan tak rela saat melihat kebahagiaan pasangan pengantin di hadapannya, namun seiring perkenalannya dengan Akmal, Sania mengerti dengan perasaan ikhlas.
Selama ini Akmal selalu memberinya pengertian bahwa mereka harus mengikhlaskan masa lalu, sebab hidup itu harus maju.
"Oh ya, gimana dengan hubungan kalian?" tanya Lulu sambil memakan spaghettinya.
"Kami masih dalam tahap penjajakan," jawab Sania.
"Padahal kalian itu cocok loh menurutku," ujar Rizal. "Cunta itu kan bisa datang seiring berjalannya waktu, tidak perlu kalian menunda-nunda."
"Bukan seperti itu! Hanya saja, aku dan Sania ingin mengenal lebih dekat, karena kami tidak ingin ceroboh dalam memilih pasangan hidup," ucap Akmal sambil meminum jusnya dan langsung dibalas anggukan oleh Sania.
"Kenapa? Kau masih berharap padanya?" kekeh Lulu dan langsung mendapat cubitan dari Rizal. "Hehehe ... maaf sayang, bercanda." Kemudian Lulu menatap ke arah Akmal. "Amanda sedang bulan madu di Filipina sama Ethan, kemungkinan beberapa hari lagi mereka pulang."
"Syukurlah ... semoga mereka bahagia sampai kakek nenek dan cepat diberikan momongan," jawab Akmal dengan legowo.
Lulu dan Rizal sangat bahagia karena melihat legowoan dan keikhlasan pada raut wajah pria tampan tersebut. Namun Rizal juga dapat melihat raut kesedihan, ia sangat yakin tidak mudah untuk melupakan seseorang yang pernah berarti di dalam hidup kita.
Tidak seperti membalikan telapak tangan karena untuk melupakan seseorang butuh waktu.
"Oh ya Lulu, Rizal, aku minta maaf ya. Selama ini mungkin aku jahat sama kalian. Aku berusaha untuk merebut Rizal dari kamu, aku juga minta maaf sama kamu Rizal, karena dulu aku pernah menyakiti hati kamu. Aku sadar, mungkin selama ini aku sudah berada di jalan yang salah. Mungkin juga waktu itu pikiranku masih kekanak-kanakan masih senang dengan Obsesi, tapi sekarang aku paham semua yang kita mau tidak bisa kita dapatkan," ucap Sania dengan raut wajah menyesal.
__ADS_1
Perkenalannya dengan Akmal membuat hidup Sania berubah, yang tadinya keras kepala, ngeyel bahkan selalu mementingkan diri sendiri, kini dia menjadi orang yang lebih baik lagi.
Lulu cukup kaget saat mendengar ucapan dari wanita yang berada di hadapannya, ia tak menyangka jika Sania mau mengakui kesalahannya.
Lulu pun menggeser tempat duduk yang kemudian dia menggenggam tangan Sania. "Tidak apa-apa ... semua manusia itu tempatnya salah. Tidak ada manusia yang sempurna, pasti semuanya pernah berbuat kesalahan. Aku dan juga Mas Rizal sudah memaafkanmu, hanya saja dulu memang aku sangat gondok dengan sikapmu, karena benar-benar terobsesi dengan suamiku," kekeh Lulu.
Sania menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. "Iya, aku juga tidak tahu, seperti tidak ada pria lain saja di dunia ini."
"Iya ... aku tahu sih kalau aku ini tampan. Jadi semua wanita yang memandangku pasti akan tergila-gila." pede Rizal sambil menyugar rambutnya ke belakang.
"Pede gila! Kamu sama Lee Min ho aja masih tampanan oppaku_" jawab dulu sambil memanyunkan bibirnya.
"Opak? Maksud kamu opak singkong?" kelakar Rizal.
"Oppa sayang, Oppa ... bukan opak," jawab dulu dengan kesal.
"Tapi Opa itu, bukannya aki-aki ya? Jadi kamu selama ini ngefans sama aki-aki?"
Lulu cemberut sambil membuang pandangannya dengan wajah ditekuk, sementara Akmal dan juga Sania malah tertawa melihat perdebatan suami istri tersebut.
"Sepertinya lama-lama kau ini ketularan gesrek istrimu." Timpal Akmal dan langsung dibalas angkuh kan oleh Rizal.
"Kau benar, sepertinya sifat gesrek istriku ini menular. Jangan aja nanti anakku juga begitu," kekehnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....