Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Licin


__ADS_3

Happy reading ....


Amanda sampai di rumah, terlihat wajahnya semakin berbinar setelah menikah dengan Ethan. Apalagi setelah satu minggu mereka berada di Filipina membuat rumah tangga keduanya semakin lengket.


"Alhamdulillah ... akhirnya kalian pulang dengan selamat. Gimana oleh-oleh Mama, ada nggak?" tanya Tante Anjani sambil menaik turunkan alisnya.


Amanda memberikan sebuah paper bag kepada mamanya. "Ini Mah oleh-oleh dari Amanda dan juga Mas Ethan."


Saat dibuka oleh tante Anjani ternyata isinya adalah satu set berlian beserta beberapa pakaian. Namun bukan itu yang tante Anjani mau.


"Ya ampun sayang! Bukan ini yang Mama mau ... bukan oleh-oleh seperti ini yang diinginkan mama."


"Lalu oleh-oleh seperti apa, Mah?" tanya Amanda dengan bingung sambil melirik ke arah Ethan.


"Masa kamu tidak tahu sih sayang oleh-oleh yang Mama kamu mau? Dia mau cucu," timpal Om Umar yang duduk di samping istrinya.


Mendengar itu Amanda dan juga Ethan membulatkan bibirnya. "Oalah ... anak too. Mama sama Papah ini gimana sih, kalau bayi ya belum jadi lah masih tahap pembuatan. Emangnya segampang bikin adonan kue?" kekeh Amanda sambil menggelengkan kepalanya.


"Tahu nih Mama kamu, ada-ada aja. Emang kalau permintaannya selaly aneh-aneh," ucap Om Umar.


"Ya sudah, kalau gitu aku sama Mas Ethan mau masuk dulu ke dalam ya Mah, mau bersih-bersih sekalian istirahat."


Amanda pun pamit kepada kedua orang tuanya untuk naik lantai atas menuju kamarnya, karena badan dia terasa begitu lelah.


.


.


Tepat jam 19.00 malam, semua sudah kumpul di meja makan bahkan Amanda dengan telaten mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk suaminya.

__ADS_1


"Makasih ya sayang," ucap Ethan sambil tersenyum manis ke arah sang istri.


"Sama-sama Mas," jawab Amanda dengan lembut, kemudian dia pun mengambil nasi serta lauk untuk dirinya.


Di sela-sela makan malam tersebut tiba-tiba tante Anjani ingat bahwa beberapa hari yang lalu Fitri kecelakaan dan mengakibatkan kakinya harus diamputasi.


"Oh ya Nak, besok sebaiknya kamu menjenguk keadaan Fitri."


"Fitri? Memangnya dia kenapa, Mah?" tanya Amanda sambil mengunyah cumi asam pedas buatan sama mama.


"Itu ... beberapa hari yang lalu Fitri kecelakaan karena dia kejar-kejaran sama Haris sebab Fitri ketahuan mencelakai Alea dan hampir membuat kandungannya tiada," jelas tante Anjani.


Ethan dan juga Amanda membulat kaget saat mendengar ucapan dari Tante Anjani yang mengatakan jika Fitri mencelakai Alea.


Kedua orang itu tidak menyangka jika Fitri bisa melakukan hal sekeji itu kepada istrinya Haris.


Sungguh kelakuan Fitri itu di luar dari pikiran Ethan sebagai seorang laki-laki. Untung dia tidak pernah cinta dan juga tidak pernah kenal dengan wanita seperti itu.


'Tapi kalau dipikir-pikir sifatnya Fitri tidak jauh beda dengan Mona.' batin Ethan kembali.


Amanda termenung, "Lalu bagaimana keadaannya Fitri, Mah?"


"Kedua kakinya harus diamputasi," Timpal Om Umar.


"Apa! Diamputasi!" kaget Amanda


"Iya Nak, kedua kakinya harus diamputasi gara-gara tulangnya hancur "


Amanda merasa miris saat mendengar penjelasan dari kedua orang tuanya, dia tidak menyangka jika Fitri akan berakhir tragis itu.

__ADS_1


Kemudian wanita itu menggenggam tangan Ethan. "Mas, besok kita ke sana ya untuk menjenguk keadaan Fitri!"


"Sayang ... kamu yakin? Dia udah jahat loh sama kamu? Dia bahkan tidak meminta maaf atas segala kesalahannya. Dia tidak pernah menyadarinya. Terus sekarang ngapain kamu nengok keadaan dia? Biarin aja, anggap itu karma karena dia selama ini sudah berbuat jahat," jelas Ethan dengan acuh.


Amanda mengangguk paham, nungkin memang itu Karma untuk Fitri yang sudah berbuat jahat kepadanya sebagai kakak angkat, tapi Amanda tidak pernah menaruh dendam sedikitpun.


"Mas, setiap manusia itu ladangnya salah. Tidak ada manusia yang sempurna, setiap insan yang berada di atas muka bumi ini pasti pernah melakukan kesalahan sekecil apapun itu. Kita sebagai manusia hanya bisa memaafkan, soal karma atau bukan itu hanya urusan Allah. Aku tidak pernah sekalipun membenci ataupun dendam kepada Fitri, walaupun dia sudah jahat sama aku, karena aku percaya pembalasan Allah itu lebih pedih. Allah saja maha pemaaf kenapa kita tidak?" Amanda mencoba untuk membujuk suaminya.


Ethn benar-benar merasa beruntung karena memiliki istri seperti Amanda yang mempunyai hati lembutm


"Kamu tahu sayang! Aku benar-benar bahagia sekali, karena aku bisa memiliki ratu dan juga bidadari ya yang mempunyai hati seluas samudra Tidak semua orang bisa memaafkan kesalahan seseorang yang telah jahat sama kita, tapi kamu kamu sangat berbeda dan aku sangat bersyukur." Ethan mencium tangan Amanda.


Membuat wanita itu tersipu malu, sedangkan kedua orang tua Amanda saling melirik dengan tatapan bahagia melihat putrinya begitu disayangi dan dicintai oleh suaminya sendiri.


Om Umar selaku ayahnya Amanda berharap jika Ethan akan setia kepada putrinya tidak akan pernah menyakiti Amanda.


"Papa berharap, pernikahan kalian langgeng. Dan Ethan ... tolong jaga Amanda jangan sampai kamu menyakitinya! Jika suatu hari nanti kamu sudah tidak mencintainya lagi seperti Darius, maka kembalikan kepada Papah secara baik-baik. Karena papa akan tetap menerima Amanda apapun itu kondisinya."


Amanda benar-benar terharu mendengar ucapan Om Umar, dia sampai meneteskan air mata karena memang cinta dan kasih sayangnya orang tua itu melebihi apapun.


"Papa tenang aja! Ethan tidak akan menyakiti Amanda. Ethan bukan pria yang bodoh menyia-nyiakan sebuah berlian hanya untuk kerikil dari selokan. Jadi Ethan akan terus memperjuangkan Amanda. Walaupun nanti rumah tangga kami diterjang badai, namun kami percaya bahwa kekuatan cinta kami akan mengalahkan itu semua," ucap Ethan sambil mencium kening Amanda dengan lembut.


"Sayang ... minyak dari opornya nempel semua dong di jidat aku." kesal Amanda sambil mengelap jidatnya dengan tisu.


"Kamu ini ... lagi momen haru kok malah ngelawak sih Nak?" ucap tante Anjani.


"Bukan yang ngelawak Mama, tuh lihat keningnya Amanda kan jadinya licin kayak jalan tol gara-gara ada minyaknya. Lagian kalau mau nyium itu gosok gigi dulu, dilap dulu bibirnya." Amanda menekuk wajahnya membuat semua orang terkekeh di sana.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2