Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Memulai Misi


__ADS_3

Happy reading....


"Eh Amanda, lo mau ngapain sih bawa gue ke tempat kayak gini?" tanya Lulu sambil melihat sekeliling toko tersebut.


"Menurut lo, kita ke sini mau ngapain? Konser? .au karaoke?" jawab Amanda sambil melihat-lihat barang canggih tersebut.


Kemudian dia memanggil pelayan yang ada di sana, "Mas? Mas?" Panggil Amanda sambil melambaikan tangannya.


"Iya Mbak. Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Begini, saya lagi cari alat semacam pelacak, terus sama CCTV, namun kecil, tidak bisa untuk di ketahui gitu Mas, yang bisa ditaruh di tempat-tempat sudut atau semacamnya lah, apa ada?" tanya Amanda.


"Oh, tentu saja ada Mbak, mari ikut saya!"


Amanda dan Lulu pun mengikuti pelayan itu, dan dia membeli beberapa alat CCTV kecil beserta alat pelacak, setelah membayar mereka pun pergi dari sana.


"Jangan bilang, kalau lo itu mau naruh CCTV ini di kantor suami lo, atau di kamar?" tebak Lulu.


"Yap! Bener banget. Ternyata lo sedikit pintar juga ya, Lu. Memang gue akan menaruh CCTV ini di kantornya Mas Darius untuk melacak dia, apakah memang pria itu selingkuh. Dan sejujurnya gue penasaran, jika memang dia selingkuh dengan siapa, kemungkinan dengan sekretarisnya atau bukan," jawab Amanda.


"Lalu, bagaimana lo akan menaruh benda itu?"


"Rahasia dong." Amanda mengedipkan sebelah matanya, membuat Lulu seketika menjadi kesal, karena dia sangat penasaran bagaimana wanita itu akan menaruh benda tersebut.


"Bagi tau lah, jangan pelit-pelit sama sahabat sendiri," tawar Lulu.


Akhirnya Amanda pun membisikan rencananya, dan seketika mata Lulu berbinar. Dia tidak menyangka jika sahabatnya begitu cemerlang dalam sebuah ide yang sedikit licik.


"Gue nggak nyangka ya, ternyata di balik sifat pendiam lo, dan dibalik sifat penurut lo sebagai seorang istri, lo mempunyai otak yang cemerlang dan juga licik," ujar Lulu.


Amanda terkekeh, kemudian dia pun menjawab, "Sejujurnya gue akan menjadi kucing yang kalem sekaligus penurut, kalau tuannya juga baik sama gue. Tapi sebaliknya, kalau tuannya jahat iya kucing pun balik menyerang." Amanda melajukan mobilnya.


.


.


Setelah mengantarkan Lulu ke butik, Amanda pun melajukan mobilnya untuk menuju kantor suami. Sebab ia akan menjalankan rencananya.


Sepanjang perjalanan wanita itu terus saja tersenyum licik. Untuk pertama kali dia harus melakukan hal seperti itu, di mana tidak pernah Amanda lakukan sebelumnya.


"Maafkan aku Mas, kamu yang memaksaku untuk melawan. Kamu yang memaksa diri ini untuk menjadi istri yang pembangkang. Aku hanya ingin menegakkan keadilan. Aku hanya tidak suka dikhianati, dan jika memang benar kamu berselingkuh di belakangku, tidak akan pernah ada kata maaf untukmu Mas," gumam Amanda sambil meremas setir mobilnya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan 30 menit, dia pun sampai di sana. Amanda langsung turun menuju lift untuk naik ke lantai atas di mana ruangan suaminya berada.


Dan sesampainya di sana, dia bertemu dengan Kim, asisten sekaligus sekretaris dari suaminya.


Kim yang melihat kedatangan Amanda tentu saja sangat terkejut. "Bu Amanda!" ujar Kim dengan wajah yang kaget.


Amanda sempat heran saat melihat raut wajah wanita itu. "Siang Mbak Kim, apa suami saya ada di dalam?"


"A-ada Bu," jawab Kim dengan sedikit gugup.


Amanda mengangkat satu alisnya dengan tatapan menyipit, "Kamu kenapa, Mbak? Baik-baik aja?" tanya Amanda. Entah kenapa dia menaruh curiga kepada wanita itu, siapa tahu kan jika Kim adalah selingkuhannya Darius.


"Tidak apa-apa Bu, saya hanya kaget saja ibu tiba-tiba datang," jawab Kim sambil menggaruk belakang lehernya.


Amanda menautkan alisnya saat mendengar jawaban wanita itu, kemudian dia pun beranjak untuk masuk ke dalam ruangan milik Darius.


'Gawat! Aduh gimana ini?' batin Kim saat melihat Amanda berjalan menuju ruangan bos-nya.


Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Darius.


Pintu ruangan terbuka, dan Amanda melihat Darius sedang duduk sambil mengerjakan pekerjaannya lewat laptop. Wanita itu langsung melangkah masuk dan duduk di pangkuan Darius.


"Kamu kenapa tumben sekali ke sini tidak memberitahuku?" jawab Darius, namun wajahnya sedikit gugup.


Amanda dapat melihat kegugupan suaminya, terlihat sekali dari kedua sorot matanya. Pria itu seperti tengah menyembunyikan sesuatu, namun Amanda pura-pura tidak tahu.


"Kamu kenapa sayang? Kok kelihatan gugup gitu sih saat aku datang? Kamu nyembunyiin sesuatu ya dari aku?" ledek Amanda sambil menggoda suaminya.


"Nyembunyiin apa sih, sayang? Yang ada burung aku yang sembunyiin di balik celana," kekeh Darius.


Amanda mencubit dada bidang pria itu, kemudian dia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah sofa, duduk mengangkat sebelah kakinya untuk menopang ke kaki yang lain, sehingga memperlihatkan belahan pahanya yang putih dan mulus.


"Sayang, ayo dong kita makan siang!" ajak Amanda dengan suara sedikit manja.


Dia ingin tahu apakah jurus seperti itu mampu untuk menggoda suaminya, karena biasanya Darius digoda seperti itu saja sudah klep-klepek.


"Maaf Sayang, tapi kerjaan aku banyak banget. Kamu .makan sendiri saja, nggak papa kan?"


Terlihat wajah Amanda sedikit kecewa, apalagi saat Darius tidak melirik ke arahnya. 'Sedikit aneh.' batin Amanda.


Saat ini dia bukan lagi memakai jurus istri yang penurut, namun saat ini Amanda akan memakai jurus insting seorang istri dan perempuan, di mana semua akan terlihat jika dia memakai insting tersebut.

__ADS_1


"Kamu pulang aja ya! Aku masih banyak kerjaan soalnya." Secara halus Darius mengusir Amanda.


Wanita itu bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan ke arah suaminya lalu memeluk tubuh Darius dari belakang. "Kamu kenapa nyuruh aku untuk pulang, Mas? Ada yang kamu sembunyiin ya dari aku?"


Mendengar itu Darius sangat kesal, "Kamu itu kenapa sih, dikit-dikit curigaan terus. Aku tidak lagi nyembunyiin apapun dari kamu, Amanda. Aku lagi banyak kerjaan, kamu bisa ngerti sedikit nggak sih!" Terlihat Darius sangat kesal bahkan ada bicaranya sedikit meninggi.


Amanda cukup terkejut, karena biasanya jika dia berkata seperti itu pun, Darius tidak akan pernah terpancing emosinya. Tapi akhir-akhir ini pria itu sering sekali marah-marah jika dia menyenggol perasaannya sedikit saja.


Kemudian Amanda berjalan ke arah rak buku yang berada di samping meja kerja suaminya. "Ya, qku kan pengen makan siang aja sama suamiku. Tapi kalau kamu memang tidak mau ya sudah," jawab Amanda sambil merapikan buku tersebut.


Namun, sebenarnya dia menyelipkan CCTV di dekat vas bunga yang menyempil di balik pojokan rak buku, yang langsung mengarah ke arah meja kerja milik suaminya.


Kemudian Amanda menyandarkan tubuhnya di meja di hadapan Darius, dan satu tangannya masuk ke dalam kolong meja untuk menempelkan perekam suara untuk mengetahui percakapan apa saja yang suaminya lakukan selama di kantor.


"Ya sudah, kalau gitu aku pamit dulu deh," ucap Amanda sambil memakai tasnya, namun baru satu langkah dia pun berbalik kemudian berbisik di telinga Darius, yang membuat pria itu terpaku.


"Kalau kamu berani macam-macam di belakangku Mas, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Dan asal kamu tahu ya, betina yang baru bangun tidur itu sangat menyeramkan. Dan jangan pernah kamu membangunkan singa yang selama ini tertidur dengan pulas, karena sekalinya dia bangun bagaikan bom waktu yang meledak!"


Darius menatap ke arah Amanda dengan tajam, sementara wanita itu melenggang pergi sambil berjalan berlenggak-lenggok memperlihatkan semua keanggunan dan juga body goals miliknya.


"Maksud kamu apa?" tanya Darius yang seakan tidak mengerti dengan ucapan Amanda.


Wanita itu membuka pintu ruangan suaminya, kemudian dia pun berbalik. "Bukan apa-apa Mas hanya sebuah pesan saja," jawab Amanda, namun terkesan senyumnya sebuah isyarat yang membuat Darius harus berhati-hati.


Setelah mengatakan itu Amanda pun keluar dari sana dengan senyum merekah di bibirnya, karena dia sudah berhasil menyelipkan CCTV dan alat perekam di ruangan suaminya.


Wanita itu melirik ke arah Kim, dan terlihat jika Kim sedang menundukkan kepalanya seperti menyembunyikan sesuatu.


Amanda hanya tersenyum sinis saja, karena bagi dia sepandai-pandainya orang menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga baunya.


'Kita lihat apa yang akan Mas Darius lakukan.' batin Amanda.


Sesampainya di parkiran dia langsung masuk ke dalam mobil dan langsung menyalakan ponselnya, di mana CCTV yang ia taruh di ruangan suaminya langsung terpasang dengan ponselnya secara otomatis.


"Kita lihat, bagaimana Mas Darius selama di kantor," gumam Amanda yang seakan tidak sabar.


Namun saat layar ponselnya dibuka dan terhubung dengan CCTV yang ada di ruangan suaminya, alangkah terkejutnya Amanda saat melihat seorang wanita yang ia kenal tengah duduk di pangkuan suaminya.


Tangannya terkepal dengan sorot mata yang tajam, rahangnya mengeras, dadanya bergemuruh naik turun menandakan jika ia benar-benar sangat emosi dan tidak menyangka dengan apa yang ia lihat saat ini dengan mata kepalanya sendiri.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2