Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Undangan Makan Malam


__ADS_3

Happy reading......


Amanda sedang berada di jalan untuk ke keputiknya, akan tetapi saat berada di lampu merah, dia melihat sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan. Namun, tatapan Amanda mengarah kepada seorang wanita yang tengah berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Loh! Itu bukannya tante Inggit ya?" bingung Amanda, kemudian dia menepikan mobilnya lalu turun dan menghampiri wanita tersebut.


"Tante Inggit?" panggil Amanda.


Wanita itu menoleh dan dia cukup terkejut saat melihat Amanda di sana. "Amanda!" kaget tante Inggit.


Kemudian Amanda mencium tangan wanita itu. "Tante sedang apa di sini?"


"Mobil Tante tiba-tiba saja mogok, nungguin montir yang datang lama banget. Mana Tante harus ke acara arisan lagi, udah mau dimulai," jawab tante Inggit sambil menghela nafasnya.


Amanda melihat ke arah mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan, kemudian dia pun berinisiatif untuk mengantarkan tante Inggit untuk ke tempat arisan.


"Ya sudah kalau gitu Amanda antar yuk! Kebetulan Amanda juga mau ke butik nih, sekalian lewat."


Wanita tersebut terlihat berpikir karena takut jika dia akan merepotkan Amanda, dan Amanda tahu apa yang ada dalam pikiran wanita yang berada di hadapannya.


"Amanda tidak merasa direpotan kok Tante, sekalian lewat aja. Ya udah yuk! Nanti keburu tante terlambat loh," ajak Amanda.


Wanita itu pun mengangguk, kemudian mereka masuk ke dalam mobil Amanda, melaju meninggalkan sopir tante Inggit yang sedang menunggu montir.


Selama di dalam perjalanan keduanya terus saja bertukar cerita, bahkan sesekali mereka tertawa karena tante inggit menceritakan tentang masa kecil Ethan yang begitu menggemaskan.

__ADS_1


Hingga tidak terasa mobil pun sampai di tempat arisan tante Inggit diadakan, yaitu di salah satu rumah mewah milik temannya.


"Oh ya, nanti malam kamu ada acara nggak?" tanya Tante Inggit sebelum dia keluar dari mobil.


"Nggak ada sih Tan, paling Amanda ngabisin waktu dengan lembur aja di butik. Memangnya kenapa, Tante?" tanya Amanda kembali.


"Nanti malam Tante mau ngundang kamu sama keluarga kamu untuk makan malam di rumah. Ya ... itung-itung silaturahmi aja sih antara keluarga kita, soalnya kan kita sudah kenal, jadi tidak ada salahnya jika tante bertemu sama keluarga kamu. Itung-itung sebagai ucapan terima kasih karena kamu kemarin sudah menyelamatkan tante."


Amanda terlihat terdiam beberapa saat, kemudian dia pun mengangguk. "Baiklah, nanti Amanda telepon mamah dulu ya."


"Ya sudah, kalau gitu Tante tunggu jam 07.00 malam ya. Tante turun dulu, makasih buat undangannya sayang." Tante Inggit mengusap rambut Amanda kemudian dia pun keluar dari mobil itu.


Setelah melihat tante Inggit masuk ke dalam salah satu rumah, Amanda pun melajukan mobilnya menuju butik. Dan sesampainya di sana dia sudah melihat Lulu yang sedang berkutat dengan pulpen dan juga kertas di meja.


"Tumben lo lama?" tanya Lulu tanpa melihat ke arah Amanda.


Lulu seketika menatap ke arah wanita itu. "Ciiiee ... nganterin camer," ledek Lulu.


"Jangan mulai deh lo Markonah! Udah ah, fokus pada pekerjaan."


Namun bukan Lulu namanya jika dia tidak menggoda Amanda. Wanita itu terus saja menggodanya, namun Amanda menanggapinya dengan cuek, hingga pada akhirnya Lulu pun menyerah lalu mereka fokus pada pekerjaannya.


Tidak terbersit dalam pikiran Amanda untuk membuka hatinya lagi, karena rumah tangganya bersama dengan Darius memberikan kesan yang begitu dalam di hati Amanda. Bukan sebuah kesan yang baik, namun lebih ke trauma yang membuat Amanda enggan menjalin rumah-tangga kembali.


.

__ADS_1


.


Saat ini Ethan sedang berada di kantornya, dan dia menerima telepon dari sang Mama jika nanti malam akan ada keluarga Amanda yang datang ke rumah.


Pria itu menghela nafasnya dengan kasar, dia menyandarkan tubuhnya di kursi mengingat ke masa-masa saat dia bertemu dengan Amanda dulu, dan beberapa kali secara tidak sengaja.


"Kenapa ya aku selalu saja dipertemukan dengan Amanda secara tidak sengaja? Aneh," gumam Ethan.


Dia berjalan keluar ruangan untuk menuju salah satu restoran, di mana Ethan akan mengadakan meeting. Dan aesampainya di sana, pria itu langsung masuk karena rekan bisnisnya sudah menunggu. Tapi tidak sengaja tubuhnya menabrak seorang wanita hingga hampir saja jatuh, untung Ethan langsung menangkapnya.


Tatapan mereka terkunci untuk beberapa saat, hingga Ethan langsung sadar dan membantu wanita itu berdiri.


"Anda tidak apa-apa, Nona?" tanya Etan


"Saya tidak apa-apa, Tuan," jawab wanita itu sambil tersenyum malu.


"Baiklah." Setelah itu Ethan pun masuk ke dalam restoran.


Namun tiba-tiba saja wanita tersebut mengaduh, membuat Ethan seketika menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah belakang.


"Anda tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" tanya Ethan kembali.


"Sepertinya kaki saya keseleo Tuan," jawab wanita itu sambil mengaduh dan memegangi kakinya.


Namun, entah kenapa Ethan seperti familiar dengan wajah wanita yang ia tabrak tersebut. Dia seperti pernah bertemu, namun Ethan lupa di mana.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2