
Amanda seketika memeluk lengan Ethan, dan saat adegan hantunya keluar Amanda langsung memeluk tubuh pria itu, sementara Lulu yang sudah ketakutan akhirnya bersembunyi di balik punggung Amanda.
"Lo ini apa-apaan sih? Ngapain lo sembunyi di punggung gue? Sana ambil bantal!"
"Yaelah nangka walanda ... terus ngapain gue manggil lo ke sini? Sueee!" kesal Lulu.
"Ya, suruh siapa?" Amanda tak kalah kesal, kemudian dia sengaja duduk di pangkuan Ethan, membuat Lulu seketika melongo.
Sementara pasangan itu hanya cuek saja, dan saat adegan setan itu keluar kembali Amanda langsung mengalungkan tangannya di leher Ethan dan menaruh wajahnya di tengkuk pria itu.
"Anjiir! Terus gue meluk siapa? Lo berdua kalau mau mesra-mesraan jangan di hadapan gue napa! Kan laki gue belum balik!" gerutu Lulu dengan kesal.
"Salah sendiri, kenapa manggil pengantin baru ke sini," kekeh Ethan dan langsung dibales tawa kecil oleh Amanda.
"DL ...derita lo," sambung Amanda, "lagi pula ngapain lo manggil kita ke sini? Ya udah tanggung sendiri akibatnya," Amanda menggoda Lulu dengan mengacup pipi Ethan.
"Sayang, kamu jangan menggodaku deh," ujar Ethan sambil mengedipkan matanya.
Amanda hanya terkekeh sementara Lulu merengut kesal. 'Benar-benar sahabat durjana. Mereka bermesraan di hadapan gue." Lulu memutar bola matanya dengan malas, "Ya ampun! Kamu ke mana sih Yank? Kenapa belum pulang? Aku kan di sini serasa jomblo, pengen juga dicium.' batinnya.
Amanda yang melihat wajah kesal Lulu hanya bisa tertawa terbahak-bahak di dalam hati, dia merasa puas karena sudah mengerjai sahabatnya, tapi Amanda masih merasa belum afdol jika Lulu tidak mencak-mencak.
'Kayaknya seru kalau dia gue panasin biar kelabakan sekalian, hehehe ...' batin Amanda.
Lalu dia membisikan sesuatu di telinga Ethan membuat pria itu membulatkan matanya, namun seketika senyum sumringah terbit di wajah tampan Ethan.
Saat adegan romantis yang ada di TV, Ethan segera melahap bibir Amanda, membuat Lulu seketika membulatkan mata dengan mulut menganga.
"Pasangan Suuwe!" teriak Lulu, "lo pada benar-benar jahanam ya! Temen gak ada akhlak!" arah lu lu sambil melempar bantal ke arah Amanda dan Ethan, sehingga ciu-man mereka pun terlepas.
"Lo apaan sih? Lo ganggu aja deh," ujar Amanda sambil merengut kemudian dia mengusap bibir Ethan yang basah dengan jempol tangannya.
"Gak sekalian pake jempol kaki aja, Mbak?" sindir Lulu, "kalau gak ada nih kaki gue segede gaban." gerutunya, "loberdua gila! Masa ciu-man di hadapan gue. Lo kan tau laki gue lagi keluar, kalau mau ciu-man itu double date, kita lomba siapa yang paling hot."
__ADS_1
Amanda dan Ethan sebenarnya ingin tertawa, tapi mereka menahannya, apalagi saat melihat wajah Lulu yang sudah kepanasan dan pipinya pun merah seperti kepiting rebus.
"Yaelah ... lo juga udah sering ciu-man ini, Lu. Nggak usah kepanasan gitu ... tuh pipi lo sampai udah kayak tomat lagi dijemur," tawa Amanda.
"Iya. Biang keroknya itu kan kalian!" geram Lulu, kemudian dia menjauh dari pasangan itu. 'Rasain lo, Lu. Lagian auruh siapa lo nyuruh gue ke sini malam-malam pula, suruh nemenin nonton film horor. Udah tahu gue nggak suka.' batin Amanda yang merasa puas telah mengerjai sahabatnya.
"Shiit! Benar-benar mereka berdua. Mereka ingin mengerjai gue dan sekarang jiwa dalam diri gue ini meronta-ronta butuh belaian. Kamu kemana sih Mas!" teriak Lulu di dalam hati.
Setelah beberapa saat pintu rumah terbuka, masuklah Rizal menenteng dua buah kotak yang berisi seblak pesanan Lulu.
"Akhirnya kamu pulang juga Kakanda," ucap Lulu sambil bergelayut manja di lengan Rizal, membuat pria itu mengerutkan keningnya.
"Sayang, kamu sehat?" tanyanya sambil menempelkan telapak tangan di kening Lulu.
BUGH!
awanita itu memukul lengan suaminya karena dia merasa kesal. "Kamu ini gimana sih? Orang istri lagi hamil kok disangka gila? Benar-benar keterlaluan." rengut Lulu sambil menekuk wajah dengan tangan dilipat di depan dada.
"Ya udah, maafkan aku ya Dinda ... sekarang ini makan dulu seblaknya!" Rizal menaruh seblak itu di atas meja. "Eh, kalian juga ada di sini?" tanya Rizal kepada Amanda dan juga Ethan.
"Sorry ya kalau istri gue nyusahin ... tapi wajarlah ... ngidam dia itu memang sedikit di atas batas wajar, jadi di maklum saja," kelakar Rizal dan langsung mendapat cubitan di pinggangnya membuat pria itu mengaduh.
Setelah drama ledek meledek, akhirnya Lulu duduk di kursi, tapi dia merasa heran sebab Rizal membeli 2 kotak seblak sedangkan dia hanya meminta satu.
"Kenapa ada dua, Mas? Bukankah aku mintanya cuma satu?"
"Iya, tapi aku bingung seblak goreng apa seblak kuah, sedangkan kamu nggak bilang seblaknya apa, jadi aku beliin aja yang satu goreng yang satu kuah," paparnya.
"Aku pengennya kuah. Ya udah, kalau gitu kamu habisin yang goreng ya!" pintar Lulu.
Rizal menggelengkan kepalanya karena dia tidak suka makanan itu, dan melihat tolakan dari suaminya membuat Lulu seketika ingin menangis, namun tiba-tiba saja Amanda menawarkan diri karena dia tidak ingin melihat drama nangis menangis di malam hari.
"Udah sini biar gue aja yang habisin, daripada nanti ada adegan kuu menangis ... membayangkan, seblak Mak Ijem tidak habis ..." nyanyi Amanda dengan ekspresi yang dibuat sesedih mungkin.
__ADS_1
Ethan dan Rizal seketika tertawa saat melihat ekspresi wanita itu, tidak menyangka ternyata Amanda bisa sekocak itu jika bertemu dengan Lulu. Mereka itu seperti anak kembar yang terpisah lama.
Setelah seblak habis dan jam juga sudah menunjukkan pukul 22.00 malam Amanda dan juga Ethan pun berpamitan, karena mereka harus pulang sebab tubuhnya juga sedikit lelah.
"Thanks ya, lo udah mau gue repotin malam-malam ke sini," ucap Lulu sambil memeluk tubuh Amanda.
"Sama-sama, tapi jangan sering-sering ya. Bisa-bisa boyok gue lempok nih," kelakarnya.
"Boyok? Boyok itu apaan?" bingung Lulu.
"Kalau kata nenek gue sih, bok0ng. Udah ah gue mau pulang, dan Zal ..." Amanda menatap ke arah Rizal, "selamat ya atas penderitaanmu. Kamu harus sabar menyikapi ibu hamil, apalagi ngidamnya Lulu kan benar-benar spesial banget, sampai es cendol aja dibilang ingus."
.
.
Pagi hari Amanda sudah bersiap-siap untuk jogging, tapi seketika diurungkan niatnya karena Mama Inggit ingin mengajak mereka untuk pergi ke luar kota.
"Memangnya kita mau ke mana Mah?" tanya Amanda dengan penasaran.
"Jadi temannya Mama ini ulang tahun dan dia kebenaran ngajak untuk camping di puncak. Jadi Mama mau mengajak kamu, Ethan dan juga Gisel. Mau ya ... sementara butik kamu tutup dulu deh jangan terlalu diforsir kasihan karyawan di sana."
"'Camping? Kapan, Mah?"
"Nanti malam, makannya kita ke sana sekarang. Setelah sarapan nanti kita berangkat ketemuan di Puncak aja, soalnya nggak janjian," ujar Mama Inggit.
"Aku setuju!" seru Ethan yang baru saja turun dari tangga. "Udah lama kita nggak camping, tapi masa cuma kita berempat aja? Si Gisel kasihan tuh nggak ada pasangannya Mah."
"Iya zuruh bawa pacarnya kalau memang ada," ujar Mama Inggit, tapi nanti temen Mama juga punya anak cowok, jadi kita nanti kenalin sama Gisel siapa tahu cocok.
Amanda akhirnya mengangguk setuju, dia juga ingin tahu rasanya camping seperti apa. Apalagi saat ini dia juga belum hamil dan mereka masih pengantin baru, jadi Amanda rasa tidak ada salahnya.
"Sayang, sepertinya sensasinya lebih hot ya di dalam tenda?" goda Ethan sambil menyenggol bahu Amanda dengan nada berbisik, membuat wanita itu seketika menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
BERSAMBUNG......