
Happy reading....
Haris menatap ke arah Fitri, namun tangannya masih menggenggam Alea. Kemudian dia menarik salah satu sudut bibirnya, menatap sinis ke arah wanita yang pernah menjadi bagian di dalam hidupnya.
Kemudian Haris berjalan beberapa langkah mendekat ke arah Fitri.
"Anda ini ternyata wanita yang tingginya sangat melebihi Dewa. Mungkin Anda berpikir jika aku menikah dengan Alea hanya karena pelampiasan? No! Anda salah besar. Aku menikahinya karena dia wanita yang baik, ditambah aku juga mencintainya. Tuhan itu Maha membolak-balikkan hati manusia, jadi tidak ada yang tidak mungkin jika aku bisa melupakanmu secepat itu. Jadi nikmati saja kebahagiaanmu bersama dengan kakakku! Jangan pernah merecoki kehidupanku. Ayo Sayang!" Haris menarik tangan Alea untuk pergi dari sana.
Sementara wanita itu hanya menurut saja, karena dia masih bingung dengan situasi yang dihadapinya, di mana Fitri dan juga Haris berdebat padahal waktu mereka datang harus memperkenalkan Fitri sebagai kakak.
Selama di dalam mobil Alea terus saja terdiam, dia memikirkan situasi yang baru saja dihadapinya begitu sangat rumit.
'Jadi wanita itu mantan istrinya Tuan Haris? Dan dia menikah dengan kakaknya? Benar-benar membingungkan. Kenapa seperti tidak nyantol di otaku ya?' batin Alea dengan bingung.
Haris menatap ke arah Alea sekilas, kemudian dia pun berkata, "Kamu memikirkan tentang hubunganku dan wanita itu. Kamu pasti bingung kenapa dia malah menikah dengan kakakku bukan? Dan aku akan bercerai darinya."
Alea menatap ke arah Harris, dan dia langsung menganggukkan kepalanya, sebab tidak dipungkiri wanita itu pun sangat penasaran.
Kemudian Haris pun menjelaskan kepada Alea tentang prahara rumah tangganya bersama dengan Fitri, tidak ada yang ditutupi olehnya sedikitpun, karena Haris pikir untuk apa menutupi itu semua, toh pada akhirnya akan ketahuan juga.
Sedangkan Alea yang mendengar penjelasan dari Haris hanya diam saja. Dia menatap sendu ke arah pria yang berada di sampingnya, tidak menyangka jika Haris ternyata pernah disakiti begitu dalam oleh orang yang sangat dicintainya.
"Itu kenapa saat malam itu aku pergi ke klub malam, dan menyewa seorang perempuan. Sebab aku sangat frustasi, tapi aku tidak sengaja melecehkanmu," ujar Harris dengan nada yang lirih dan terdengar begitu menyesal.
Alea akhirnya paham jika Haris waktu itu melecehkannya dan terus saja merancau, ternyata karena dia baru saja dikhianati oleh istrinya.
__ADS_1
Entah bagaimana jika Alea yang berada di posisi Haris, mungkin dia tidak akan sekuat itu. Tapi jujur, Alea sangat penasaran kepada istri dari kakaknya, karena Alea Ingin bertemu dengan wanita tangguh seperti itu, di mana dia mampu bertahan saat suaminya bermain api dengan Adiknya sendiri.
"Apakah aku bisa bertemu dengan wanita itu? Maksudku, mantan istri dari kakaknya tuan!" pinta Alea.
"Kenapa kamu ingin bertemu dengan Amanda?"
"Iya, aku ingin saja bertemu dengannya. Dia wanita yang hebat, dikhianati oleh suami dan juga adiknya, tapi masih berdiri kokoh. Entah terbuat dari apa hati wanita itu? Aku rasa nona Amanda patut untuk diberi apresiasi sebagai wanita yang tangguh, dan dia patut untuk menjadi panutanku," jawab Alea.
"Baiklah, nanti kalau ada waktu kita bertemu dengannya. Kebetulan dia juga punya butik," jawab Haris mengiyakan.
.
.
Sementara itu Fitri dan juga Darius berpamitan kepada kedua orang tuanya, karena melihat situasi yang kurang nyaman Darius juga gagal untuk berbicara soal dana kepada Papanya, dan dia pikir mungkin besok akan langsung ke kantor Om Samuel untuk berbicara secara langsung.
Saat Fitri akan masuk ke dalam kamar tiba-tiba tangannya ditahan oleh Darius, membuat wanita itu seketika menatap ke arahnya.
"Kamu masih mencintai Harris?" tanya Darius dengan tajam.
"Tidak," jawab Fitri dengan singkat.
"Benarkah? Tapi kenapa kau tadi seakan tidak rela jika mereka akan menikah? Ingat ya! Jangan pernah macam-macam. Kamu mau kembali kepada Haris seperti apapun, dia tidak akan menerimamu lagi. Begitu pula dengan orang tuamu, mereka juga sudah tidak menerimamu. Jadi jangan banyak tingkah!" gertak Darius dengan tegas, kemudian dia masuk ke dalam kamarnya.
Fitri menekuk wajahnya dengan kesal saat mendengar bentakan dari Darius, yang tak pernah sekalipun pria itu lakukan kepadanya.
__ADS_1
Wanita tersebut pun tidak mengerti kenapa sampai dia merasa tak rela jika Haris menikah dengan Alea. Kemudian Fitri berjalan ke arah dapur dan memanggil air dingin yang ada di dalam kulkas.
'Apa iya aku sudah mulai mencintai Mas Haris? Tapi apa yang dikatakan Mas Darius memang benar, tidak mungkin Mas Haris kembali kepadaku lagi. Melihat tatapannya tadi saja dia seperti membenciku.' batin Fitri
Sementara di kamar Darius sedang duduk di tepi ranjang, dia memikirkan tentang tingkah dari Fitri yang tak bisa melayaninya seperti Amanda. Walaupun Fitri jago di atas ranjang, tapi untuk kebutuhannya Fitri kalah jauh dari Amanda.
.
.
Pagi hari di kediaman orang tua Amanda, saat ini Tante Anjani sedang mempersiapkan sarapan untuk putri dan juga suaminya.
Tiba-tiba saja Amanda turun dengan setelan jogging, karena setiap hari wanita itu selalu saja melakukan olahraga pagi.
"Mah, aku jalan dulu ya. Soalnya si Lulu udah nungguin di taman."
"Ya udah hati-hati ya sayang," ucap tante Anjani kemudian Amanda pun keluar dari rumah.
Saat sampai di taman, dia melihat Lulu sedang duduk bersama dengan seorang pria. Dan saat dihampiri ternyata pria itu tak lain adalah Rizal.
"Oalah ... ternyata lo jogging ngajak ayang beb," ledek Amanda.
"Kagak ngajak. Tadi nggak sengaja ketemu di sini," jawab Lulu dengan ketus.
"Elaah Markonah, tinggal jujur juga nggak apa-apa kali." Amanda menyenggol bahu Lulu, membuat wanita itu semakin kesal. Kemudian dia berlari meninggalkan Rizal dan juga sahabatnya, membuat kedua orang tersebut terkekeh kecil.
__ADS_1
BERSAMBUNG....