
Happy reading .....
Haris sampai di rumah itu, namun ternyata di sana sudah tidak ada orang. Entah ke mana Fitri perginya, dan saat Haris bertanya kepada tetangga ternyata mereka mengatakan bahwa Darius belum pulang sementara Fitri sedang keluar, bayi mereka juga bersama babysitter.
"Ke mana wanita itu?" gumam Haris,nkemudian dia mulai menyalakan mesin mobilnya kembali dan pergi dari sana.
Namun baru beberapa saat dia pergi, Haris melihat seorang wanita yang sedang berjalan sambil menenteng beberapa sayuran. Dia pun mengklakson mobil mengagetkan wanita itu.
Sementara Fitri yang menatap jika ada mobil Haris dia pun meneguk ludahnya dengan kasar, jantungnya berdetak kencang karena takut jika Haris mengetahui kejahatannya di restoran tadi.
"Gawat! Jangan-jangan Mas Haris mau mencelakaiku lagi? Aduh ... harus gimana aku?" gumam Fitri dengan ketakutan.
Haris turun dari mobil. "Heeii Fitri! Ke sini kamu!" teriak Haris sambil menunjuk wajah Fitri dengan marah.
Wanita itu ketakutan, dia pun berlari meninggalkan Haris, dan melihat itu tentu saja Haris mengejarnya. "Fitri ... tunggu kamu jangan lari! Kamu harus masuk ke dalam penjara! Fitri!" teriak Haris.
'Tidak. Aku tidak mau masuk ke dalam penjara. Aku harus pergi, aku harus sembunyi.' batin Fitri sambil terus berlari.
Haris terus saja mengejar wanita itu, dia tidak ingin kehilangan jejak Fitri, karena Haris akan memenjarakan wanita tersebut sebab Ia sudah berani mencelakai anak dan juga istrinya.
Saat Fitri sedang berlari, tiba-tiba dia menyeberang jalan dengan panik hingga tidak melihat adanya mobil dari arah berlawanan. Haris yang melihat itu pun meneriaki Fitri. "Fitri ... awas!"
Fitri yang mendengar itu pun menoleh, namun sudah terlambat, mobil sudah dekat dan tidak bisa mengerem. Akhirnya tubuh Fitri tertabrak hingga terlempar beberapa meter.
"Astaghfirullahaladzim! Fitri!" teriak Haris, dan langsung menghampiri tubuh Fitri yang bersimbah darah.
Melihat itu Haris segera membawa tubuh Fitri ke dalam mobil penabrak tersebut untuk dilarikan ke rumah sakit, sebab mobilnya juga sangat jauh jadi dia tidak mungkin membawa Fitri dengan mobilnya.
Setelah sampai di rumah sakit, Fitri langsung dilarikan ke UGD, sementara Haris menunggu di depan setelah membayar biaya administrasi.
Tidak ada raut kecemasan ataupun kesedihan pada Haris saat melihat Fitri sedang menderita, karena baginya hati dia sudah mati untuk wanita itu.
Tiba-tiba saja ponselnya berdering, dan ternyata itu panggilan dari Tante Dina.
"Ya Halo ... assalamualaikum mah."
"Waalaikumsalam ... Haris, kamu di mana? Kenapa belum kembali? Gimana kamu sudah menemukan siapa pelakunya?"
"Iya Mah, aku sudah menemukan pelakunya."
__ADS_1
"Lalu, siapa dia?" tanya Tante Dina dengan penasaran di seberang telepon.
"Dia Fitri, Mah. Dan tadi aku ke rumahnya untuk memenjarakan dia, tapi dianya kabur Mah. Kami saling kejar-kejaran hingga akhirnya Fitri tertabrak mobil dan sekarang dia sedang berada di rumah sakit," jelas Haris.
"Apa! Jadi pelakunya Fitri? Astaghfirullahaladzim! Mama bener-bener nggak nyangka. Terus sekarang gimana keadaan dia?"
"Nggak tahu mah, dokter belum keluar dari ruangan IGD. Nanti aku kabarin lagi ya mah." Setelah itu pun telepon terputus.
Tak lama dokter keluar dan Haris yang melihat itu segera menanyakan keadaan Fitri. "Bagaimana Dok keadaannya?"
"Begini Pak ... benturan di kakinya begitu keras, sehingga mengakibatkan tulangnya hancur. Jadi kami terpaksa harus mengoperasi dan mengamputasi kedua kaki pasien."
Haris yang mendengar itu pun sangat kaget, dia tidak menyangka jika karma yang diterima Fitri begitu sangat menyakitkan. Akhirnya Haris pun menyetujui setelah itu dia pergi dari sana.
Namun sebelum Haris pergi, dia mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada Darius.
( Kak, istrimu ada di rumah sakit, dia mengalami kecelakaan saat tadi kejar mengejar denganku, karena aku akan membawa dia ke dalam penjara sebab sudah mencelakai anak dan juga istriku. Dokter juga mengatakan bahwa kakinya harus diamputasi. Kalau kamu ingin ke sini, ke sini saja, aku harus menemui anak dan istriku. )
Haris berharap apa yang terjadi kepada Fitri membuat wanita itu sadar, bahwa selama ini dia telah menjadi wanita yang begitu jahat, dan mungkin saja itu memang karma dari Tuhan.
.
.
"Mamah ini ... memangnya kayak bikin adonan kue, sekali cetak langsung jadi?" geleng Amanda saat mendengar ucapan sang mama.
"Makanya kamu tiap malam bikinnya."
"Kalau itu sih udah tiap malam Mah." Timpal Ethan dan langsung mendapat tatapan tajam dari Amanda, sementara pria itu pun hanya terkekeh.
"Ya sudah, kalau gitu kalian berangkat sekarang gih, nanti keburu ketinggalan pesawat. Hati-hati di jalan ... jangan lupa baca doa ya!"
Amanda dan Ethan mengangguk, kemudian mereka mencium tangan tante Anjani dan juga Om Umar bergantian. Setelah itu keduanya masuk ke dalam mobil untuk menuju bandara, di mana pesawat milik Ethan sudah menunggu dirinya.
"Sayang, nanti aku di sana mau ketemu sama kembarannya Aliando serep," ucap Amanda sambil menyandarkan kepalanya di bahu kekar sang suami.
"Aliando Serep? Siapa itu?" tanya Ethan yang tidak mengetahui artis-artis Indonesia.
"Itu loh Mas ... dulu dia itu pernah bermain di filmnya ganteng-ganteng Harimau. Nah ... di Filipina dia punya kembaran Mas, namanya James Reid, dia juga artis dari Filipina dan benar-benar sangat tampan." Mata Amanda berbinar saat mengingat artis yang selama ini dikaguminya.
__ADS_1
"Kalau begitu kita ke Perancis aja," ucap Ethan dengan acuh.
"Hah! Kok ke Prancis sih, Mas? Kan kita mau bulan madu ke Philipina?" kaget Amanda sambil duduk dengan tegap dan menghadap ke arah suaminya dengan tatapan membulat.
"Buat apa? Yang ada 'ntar kamu ketemu sama dia, main mata lagi. Mendingan kita Prancis aja, nggak ketemu sama artis-artis yang lain!" gerutu Ethan dengan wajah cemberut.
Amanda terkekeh saat melihat suaminya sedang cemburu, kemudian dia mengapit lengan Ethan sehingga menempel di bagian kedua semangka kembar miliknya yang begitu sangat kenyal.
"Jangan cemburu dong! Kan cuma sebatas nge-fans aja, bukan berarti aku suka sama dia kan? Lagi pula, sama suamiku tetaplah gantengan suamiku ini." Amanda mencubit dagu Ethan, tapi pria itu malah membuang pandangannya.
"Jangan ngambekan ah! Jadinya kayak si Selly."
"Selly? Siapa itu?" tanya Ethan.
"Itu loh... temennya Upin Ipin. nama aslinya kan Saleh, cuman karena dia lekong, jadinya namanya Selly deh."
"Sayang! Kamu samain aku sama bencong?" kesel Ethan, dan Amanda langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak! Aku tidak menyamakan kamu sama bencong, cuma kalau kamu ngambek kayak gitu. Ya ... sedikit mirip "
"Dasar Kak Ros."
"What! Kok aku di samain sama Kak Ros sih? Aku ini nggak garang loh sayang, aku imut-imut manja gimana gitu ..."
"Nggak ada. Kamu itu Mirip Kak Ros."
"Dasar Selly." timpal Amanda sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan membelakangi tubuh Ethan.
"Sekali lagi kamu menyamakan aku sama lekong itu, maka aku tidak akan segan-segan menerkam kamu di dalam mobil!" ancam Ethan.
Akan tetapi Amanda tidak percaya, karena di sana ada sopir. "Biarin aja, emang kamu mirip Selly."
Ethan rupanya tidak main-main, dia langsung memeluk tubuh Amanda, kemudian menyesaap leher wanita itu, hingga membuat Amanda menjerit kaget karena dia tidak menyangka jika Ethan benar-benar melakukannya.
"Sayang! Apa yang kamu lakukan? Di sini ada sopir," ucap Amanda dengan wajah yang sudah merona malu, sementara sopir tersebut hanya menatap lurus ke arah depan.
"Saya tidak melihat apa-apa Nona," jawab sopir tersebut.
Padahal di dalam hatinya dia sedang kalang kabut saat melihat adegan panas yang terjadi di jok belakang.
'Astaga! Tuan dan juga Nona muda ini benar-benar kelewatan. Apa mereka tidak kasihan dengan jiwa jombloku yang meronta-ronta? Dasar pengantin baru!' gerutu sopir tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
Sabar ya Pak Sopir🤣🤣Namanya aja penganten anyar🤣