
Happy reading....
"Maaf_ saya tidak se--" ucapan Amanda terhenti saat dia melihat siapa orang yang baru saja. Ia kaget saat melihat siapa orang yang baru saja di tabraknya.
Begitu pula dengan orang tersebut yang juga kaget saat melihat ke arah Amanda.
"Amanda!"
"Kak Akmal!"
Sedangkan Lulu hanya menatap ke arah dua orang tersebut bergantian, kemudian Amanda mengulurkan tangannya kepada Akmal.
"Kakak apa kabar?"
"Alhamdulillah aku baik. Kamu sendiri sama Ethan apa kabar? Bagaimana rencana pernikahan kalian?" beruntun Akmal dengan pertanyaan, karena dia juga sedikit penasaran.
"Alhamdulillah Kak_ kabar kami baik. Dan satu minggu lagi kami akan melangsungkan pernikahan, nanti Kakak datang ya! Acaranya akan dilangsungkan di rumah aku."
"Pasti. Pasti Kakak akan datang. Kamu habis belanja?" Akmal melirik ke arah paper bag yang ditenteng oleh Amanda dan juga Lulu.
"Kalau kami tidak habis belanja, habis ngapain? Karaokean?" timpal Lulu sambil membuang pandangannya.
Kemudian mereka pun bergeser ke depan toko, di mana ada pembatasnya di sana. Lalu Amanda pun bertanya soal perjodohan Akmal.
"Ya ... perjodohanku lancar, kami masih saling berkenalan satu sama lain dan saling mengenal karakter, apakah nanti cocok atau tidak," Jawab Akmal.
Amanda mengangguk, "Oh iya, Kakak ke sini lagi meeting atau ...."
"Aku ke sini lagi mengantar cewek yang lagi jodohkan denganku itu. Dia lagi belanja juga di toko itu!" tunjuk Akmal pada toko yang baru saja Amanda dan Lulu belanja di sana.
Amanda dan juga Lulu membulatkan bibirnya, mereka penasaran dengan cewek yang dijodohkan oleh orang tua Akmal.
Saat Lulu tengah mengecek ponsel, tiba-tiba seorang wanita keluar dan dia mendekat ke arah Akmal.
"Maaf ya aku lama," ucap wanita yang tak lain adalah Sania.
Lulu mengangkat wajahnya, karena dia mendengar jika suara itu sangat familiar. Dan saat wajahnya mendongklak, dia kaget karena melihat Sania ada di sana.
"Kembarannya minyak goreng. Lo ngapain di sini?" tanya lulu dengan nada yang ketus namun wajahnya terlihat kaget.
"Ya ampun! Dunia itu sempit sekali ya. Di mana-mana gue harus bertemu dengan kembarannya ikan lele!" kesel Sania sambil memutar bola matanya dengan malas.
Sementara Amanda menatap heran karena Lulu yang mengenal wanita itu. Namun yang membuat Amanda geli adalah, saat Lulu menyebutnya dengan kembarannya minyak goreng, begitu pula dengan Akmal.
__ADS_1
Dia tidak menyangka jika calon istrinya ternyata kenal dengan Lulu, sahabatnya Amanda.
"Sania, kamu kenal sama dia?" tanya Akmal.
Sania tidak menjawab, bahkan dia membuang pandangannya enggan untuk menatap ke arah Lulu.
"Gimana nggak kenal Tuan Akmal. Dia ini kembarannya minyak goreng, yang selalu mengejar-ngejar suami saya, kayak nggak ada cowok lain aja. Tapi tunggu ... jangan bilang kalau dia ini yang dijodohkan dengan Anda?" tunjuk Lulu kepada Sania.
Akumal langsung menganggukan kepalanya.
"Wkwkwk! Ya ampun! Benar ya kata calon istri kamu itu, dunia ini memang sempit. Di mana x-nya Amanda itu adalah kamu, dan x-nya suamiku, adalah dia!" Lulu terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara Amanda yang mendengar itu merasa tak enak kepada Akmal. "Maaf Kak, kalau gitu kami duluan ya. Oh ya, nama aku Amanda." Wanita tersebut mengulurkan tangannya ke arah sana.
"Sania," jawab Sania dengan tatapan lekat ke arah Amanda.
Dia masih penasaran dengan perkataa Lulu yang mengatakan jika Amanda x-nya Akmal. Lalu, tatapan ia mengarah pada Akmal.
"Semoga kalian langgeng ya, dan sampai ke jenjang yang lebih serius. Aku sama Lulu duluan. Mari Kak, Sania. Nanti jangan lupa mampir ke pernikahanku ya, Kak!" Amanda menarik tangan Lulu.
Dia tidak ingin wanita itu membuat keributan di sana, karena Amanda cukup terkejut jika wanita itu adalah x-nya Rizal.
Sementara Lulu terus aja menggerutu sampai mereka duduk di salah satu restoran Padahal dia tadi ingin sekali menyemprot Sania, namun dicegah oleh Amanda. Sebab itu adalah tempat umum.
.
.
Saat wanita tersebut menuruni tangga, dia melihat Ethan sudah ada di ruang tamu sedang mengobrol bersama Om Umar dan juga tante Anjani.
"Ayo, aku udah siap!" ajak Amanda.
Ethan terpaku saat melihat wanita yang sebentar lagi akan menyandang gelar sebagai Nyonya Louise. Di mana Amanda saat ini terlihat cantik dengan make up yang natural, namun mampu membuat mata terpesona.
"Ayo!" jawab Ethan sambil mengulurkan tangannya.
"Pah, Mah. Amanda sama Ethan berangkat dulu ya."
"Iya, pulangnya jangan malam-malam ya," jawab Om Umar.
Keduanya langsung mengangguk, kemudian Amanda serta Ethan pun keluar dari rumah masuk ke dalam mobil untuk menuju tempat di mana yang sudah disediakan Ethan.
__ADS_1
"Kamu benar-benar cantik sayang!" Puji Ethan sambil menjawil dagu Amanda, membuat wanita itu seketika menundukkan kepalanya dengan pipi yang sudah merona malu.
"Lama-lama kamu itu jadi tukang perayu juga ya?" kekeh Amanda sambil memasang sabuk pengamannya.
Mobil melaju membelah jalanan, Ethan sedari tadi terus saja menggenggam tangan Amanda, bahkan sesekali dia mencium tangan wanita itu, membuat Amanda tersenyum atas perlakuan dan perhatian Ethan kepada dirinya.
Namun seketika Ethan menepikan mobilnya di pinggir jalan, membuat Amanda menatapnya heran.
"Ada apa? Kok kita berhenti?"
"Kamu pakai ini dulu ya." Ethan memberikan sapu tangan, kemudian dia menutup mata Amanda.
"Memangnya harus ditutup ya?" tanya Amanda.
"Namanya bukan surprise dong kalau nggak ditutup, sayang?"
Mendengar itu Amanda pun tidak mau untuk bertanya lagi. Hingga mobil pun terparkir di salah satu parkiran di dekat pantai, di mana Ethan sudah menyiapkan tempat dinner romantis untuk dia dan juga Amanda.
Dia sengaja memilih area pantai, karena menurutnya dia ingin dinner yang berbeda. Biasanya orang akan melakukannya di restoran mewah, tapi Etan ingin alam yang terbuka.
"Sepertinya kita ada di pantai ya?" tebak Amanda karena dia bisa mendengar deburan ombak.
"Ternyata calon Nyonya Louise ku ini, benar-benar pintar. Ayo!" Ethan menggandeng tangan Amanda berjalan dengan perlahan karena takut jika wanita itu terjatuh atau tersandung.
Setelah beberapa saat mereka pun berhenti, kemudian Ethan berdiri di belakang Amanda. Lalu membuka sapu tangan tersebut, tetapi tangan Ethan menutup kembali mata Amanda.
"Aku hanya ingin dinner yang berbeda. Semoga kamu suka ya," ucap Ethan kemudian dia membuka tangannya.
Sedikit demi sedikit Amanda membuka mata, dan saat dia melihat pemandangan di hadapannya wanita itu menutup mulut dengan tatapan membulat ke arah Ethan.
"Gimana sayang? Kamu suka?"
"Suka. Suka banget. Ya ampun! Ini bagus banget sayang. Romantis lagi tempatnya, benar-benar keren," jawab Amanda yang sangat menyukai surprise dari Ethan.
Kemudian pria itu mengulurkan tangannya, dan langsung disambut oleh Amanda. Lalu mereka berjalan menuju meja yang ada di pinggir pantai, kemudian Ethan menarik kursi lalu Amanda pun duduk.
Tak lama beberapa orang datang membawakan makanan serta minuman, kemudian Amanda menggenggam tangan Ethan. "Makasih ya, ini benar-benar sangat bagus, aku suka."
"Apapun akan aku lakukan, asalkan kamu bahagia bersamaku. Dan senyummu selalu terukir indah di wajah cantikmu," jawab Ethan dengan manis.
Kemudian dia mencium tangan Amanda, membuat beberapa pelayan yang sedang menata makanan di atas meja merasa iri dengan keromantisan pasangan tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....