Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Bersatunya Udel dan Ikan Lele


__ADS_3

Happy reading...


Semenjak Lulu cuti, Amanda sering lembur di butik karena pekerjaannya harus diselesaikan. Dan malam ini seperti biasanya, jam 21.00 dia baru menutup butiknya.


Sebenarnya Amanda dilarang untuk lembur oleh tante Anjani, sebab takut kesehatannya terganggu. Namun, bagaimana lagi, pekerjaannya sangat menumpuk jadi Amanda tidak bisa meninggalkannya.


Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya, membuat wanita itu terlonjak. Dan saat melihat ternyata itu adalah Ethan.


"Astaga! Kamu ngagetin aku aja deh." Amanda mengusap dadanya yang berdebar kaget.


"Jangan dibiasakan pulang malam. Ayo aku antar pulang!" ajak Ethan akan tetapi Amanda menggeleng.


Dia membawa mobil, jadi tidak mungkin jika pulang bersama dengan Ethan. Namun, pria itu memaksa dan mengatakan jika mobil Amanda akan dibawa oleh sopirnya, karena kebetulan Etan juga membawa sopir


Selama dalam perjalanan Amanda hanya memejamkan matanya saja, karena jujur badannya terasa begitu lelah. Dan Ethan yang melihat itu pun merasa tak tega.


"Apa kamu sakit?" tanya Ethan.


"Tidak. Hanya saja sedikit lelah." Amanda menjawab tanpa membuka matanya.


"Jangan terlalu diforsir! Pekerjaan itu tidak akan ada habisnya, kesehatan mahal harganya. Jika kamu sudah sakit, memangnya bisa dibeli dengan uang? Ingat, kemarin kamu pernah masuk rumah sakit bukan? Jadi jangan sampai itu terjadi kembali!" Ethan berkata dengan nada yang begitu cemas.


Entah kenapa Amanda merasa hatinya menghangat saat mendengar perhatian dari Ethan, ada seukir senyum tipis di wajah cantiknya.


"Iya, itu karena kerjaan yang terlalu banyak saja."


"Kenapa kamu tidak mencari asisten lagi? Kalau berdua saja kan bersama dengan Lulu sudah pasti kamu akan keteteran. Lagi pula, setelah Lulu menikah nanti, kalau suaminya tidak mengizinkan bagaimana?"


Mendengar hal tersebut Amanda seketika membuka matanya, dia menatap ke arah Ethan dan memiringkan tubuhnya. Apa yang dikatakan pria itu memang benar, jika nanti setelah Lulu menikah dan dia tidak boleh bekerja lagi, otomatis Amanda akan keteteran.


"Kamu benar, sepertinya aku memang harus mencari asisten lagi untuk jaga-jaga," jawab Amanda sambil menghela nafas dengan pelan. Namun matanya terlihat sayu, hingga akhirnya tertutup rapat.


Ethan yang melihat jika wanita yang berada di sebelahnya begitu kelelahan pun hanya tersenyum kemudian satu tangannya mengusap rambut Amanda yang hitam legam.


'Setelah menikah nanti, aku tidak akan membiarkanmu capek. Aku tidak akan membiarkan kamu mengurus butik.' batin Ethan yang merasa kasihan saat melihat Amanda harus bekerja banting tulang.


Setelah mobil terparkir di kediaman orang tua Amanda, Ethan tidak tega untuk membangunkan wanita itu. Melihat nafas Amanda yang teratur, dan dia sangat yakin jikalau wanita tersebut sangat-sangat kelelahan.


Kemudian Ethan berinisiatif untuk menggendong Amanda, hingga saat di dalam rumah tante Anjani sangat kaget saat melihat Amanda digendong oleh Ethan. Namun pria itu memberikan kode agar tante Anjani jangan bertanya terlebih dahulu


Setelah membaringkan tubuh Amanda di atas kasur dan menarik selimut menutupi tubuhnya, kedua orang itu pun keluar dari kamar.


"Apa Amanda sakit?" tanya Tante Anjani dengan cemas ke arah Ethan.

__ADS_1


"Tidak Tante. Aku tidak tega membangunkannya, sepertinya dia kelelahan. Mungkin nanti setelah kami menikah, saya tidak akan membiarkan Amanda untuk bekerja Tante," jawab Ethan sambil menatap ke arah Amanda dari ambang pintu.


Tante Anjani tersenyum, kemudian dia mengusap pundak Ethan. Wanita itu yakin jika Ethan adalah pria yang baik, dan jodoh yang terbaik untuk putrinya.


"Sebaiknya sekarang kamu pulang! Ini sudah malam, nanti mama kamu nyariin. Oh iya, tadi pas tante lagi telepon sama mama kamu, sepertinya dia lagi kurang enak badan. Kamu harus jagain ya! Kasihan mamamu. Kamu juga jangan terlalu memposir pekerjaan terus! Mama kamu juga butuh perhatian kamu, karena kan saat ini yang dia punya hanyalah kamu." Tante Anjani memberi nasihat kepada Ethan.


Mendengar jika mamanya sedang tak enak badan, membuat Ethan seketika merasa khawatir. Kemudian dia pun pamit dan segera undur diri dari kediaman orang tua Amanda.


Yang dikatakan tante Anjani memang benar, Ethan terlalu memposir waktunya untuk pekerjaan memajukan perusahaannya.bTanpa dia sadari jika sudah banyak waktu yang terbuang untuk sang mama.


"Sepertinya memang aku harus mengajak mama jalan-jalan. Oh iya! Bagaimana kalau aku pesen tiket liburan untuk keluargaku dan juga keluarga Amanda? Itung-itung ini adalah trik untuk mendekatinya, agar hubungan kami semakin dekat. Karena waktuku dan Amanda tinggal satu bulan lagi," ujar Ethan sambil menyetir mobilnya.


Kemudian dia menelpon asistennya untuk mempersiapkan segala keperluan liburannya bersama dengan keluarga Amanda, karena Ethan juga ingin menghabiskan waktunya bersama dengan sang mama.


Sesampainya di rumah, pria itu langsung berjalan menuju kamar Mamanya, di mana saat pintu dibuka dia mendapati tante Inggit sedang terbaring memejamkan matanya.


Satu tangan mengusap kepala mamanya dengan lembut, harta yang dimiliki Ethan saat ini adalah wanita yang sudah melahirkannya.


"Kamu sudah pulang, Nak?" tanya Tante Inggit dengan suara yang sedikit lirih.


"Mama sedang sakit, kenapa tidak mengabari Ethan?" Tatapan pria itu begitu cemas.


"Tidak, mama hanya kelelahan saja. Sebaiknya kamu sekarang mandi lalu istirahat ya! Sudah makan belum? Kalau belum, di meja makan Mama sudah masak," ucap tante Inggit.


"Iya Mah, nanti akan makan ya. Ethan mau membersihkan diri dulu. Mama langsung tidur istirahat yang cukup!" Pria itu mengecup kening sama mama, kemudian dia pergi meninggalkan kamar tersebut untuk memasuki kamarnya di lantai atas.


.


.


Acara ijab kabul dilangsungkan di sebuah masjid yang ada di kediaman orang tua Lulu, dan suasana terasa begitu haru, di mana saat ini kedua pengantin yang sudah sah menjadi suami istri tersebut sedang sungkeman di kaki kedua orang tua mereka untuk meminta Restu.


Namun saat mereka akan meminta restu dari kedua orang tua Lulu, tiba-tiba saja kebaya pengantin Lulu terinjak oleh kaki Rizal, membuat wanita itu merenggut kesal.


"Eh kembarannya udel. Jangan injak-injak kebaya gue kenapa sih! Makanya kalau punya mata itu jangan ditaruhnya di udel, tapi taruhnya di atas!" kesal Lulu.


PLETAK!


Sang Papa menyentil kening Lulu dengan tatapan yang tajam, karena mendengar perkataan putrinya yang mengenakan Rizal dengan kata udel.


Bahkan di suasana harus seperti itu Lulu masih menampilkan sifat barbarnya terhadap Rizal. Padahal mereka sedang sungkeman dan sudah pasti banyak air mata yang berjatuhan, tapi Lulu seketika membuat suasana hancur dengan sifatnya.


"Awwh! Sakit tahu Pah. Kenapa nyentil kening Lulu? Nanti tambah Jenong gimana?" Wanita itu mengusap keningnya yang terasa sakit.

__ADS_1


"Kamu ini ya. Ini lagi sungkeman, kantongin dulu sifat Barbar kamu. Yang ada suasananya seketika jadi acak-acakan gara-gara kamu!" Sang Papa menggelengkan kepalanya membuat Lulu seketika nyengir kuda.


Sementara Rizal hanya menahan senyum karena melihat kebarbaran sang istri, di mana tidak melihat tempat dan juga suasana.


Setelah itu, mereka pun berjalan menuju pelaminan untuk menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan. Dan kini tibalah Amanda bersama dengan Ethan berjalan beriringan menaiki pelaminan.


"Selamat ya! Akhirnya ikan lele dan juga kembarannya udel bersatu. Aku harap pertempuran nanti malam akan membuahkan hasil," goda Amanda sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar janda pirang. Enak aja kalau ngomong! Gue aja nggak yakin kalau dia bisa bertempur," jawab Lulu dengan sedikit meledek ke arah Rizal.


Sementara pria itu merasa tertantang dengan ucapan istrinya, kemudian dia merangkul pinggang Lulu dengan agresif, membuat Amanda menahan tawanya saat melihat kepanikan di wajah sang sahabat..


"Bahkan aku bisa menerkamu saat ini juga," bisik Rizal di telinga Lulu, namun masih terdengar jelas oleh Amanda.


"Jangan macam-macam ya! Atau ku tendang biji nangka mu!" ancam Lulu dengan sorot mata yang tajam nan panik.


"Akan ku ikat tangan dan kakimu, hingga kamu tidak bisa bergerak dan tidak bisa mengelak." Rizal tidak mau kalah, membuat tawa Amanda seketika pecah. Namun, seketika dia langsung menutup mulutnya.


"Kalian kalau mau mesra-mesraan jangan di sini! Ingat, masih pelaminan. Nanti aja di kamar! Mau kalian gaya kodok kek mau gaya kuda, mau gaya ayam, gaya cacing, terserah. Tapi di sini banyak orang yang ngeliatin. Dasar pasangan somplak!" kekeh Amanda, kemudian dia berjalan turun dari pelaminan diikuti oleh tatapan tajam dari Lulu.


Setelah itu Ethan pun mengucapkan selamat kepada pengantin baru tersebut, namun di akhir kata dia menyebutkan, "Jangan terlalu menolak, saat kamu melihat kegagahannya kamu pun akan terlena."


Rizal yang mendengar pembelaan dari Amanda dan juga Ethan merasa menang, sementara Lulu mengepalkan tangannya karena kesal, sebab sedari tadi dua orang itu malah membela pria yang sekarang menyandang gelar sebagai suaminya.


'Dasar sahabat laknaat. Bukannya membela teman sendiri, malah membuat aku nervous.' batin Lulu dengan kesal.


Sementara Rizal semakin mengapit pinggang Lulu dengan agresif, membuat wanita itu mendengkus sambil menatapnya dengan tajam. Karena saat ini Lulu merasa jantungnya sudah beriuforia.


"Ingat! Ini tempat umum, lepaskan tanganmu!" titah Lulu.


"Sama suami sendiri itu harus lemah lembut, jangan barbar. Bukan lo gue, tapi aku kamu! Kalau bisa sih my hubby," bisik Rizal.


Sementara Lulu yang mendengar itu langsung terkekeh, membuat semua mata kamu undangan menatap ke arahnya.


Sedangkan Rizal hanya memasang wajah datar. Lulu yang melihat semua orang melirik ke arahnya pun merasa malu, kemudian dia bersembunyi di balik punggung suaminya.


"Ini gara-gara kamu ya! Tuh lihat semua orang ngeliatin aku. Malu tahu!" gerutu Lulu di balik punggung sang suami.


"Masa dilihatin gitu aja malu? Gimana kalau nanti aku lihat semuanya?" goda Rizal dan langsung mendapat cubitan manis dari sang istri.


'Kenapa kembaran udel hari ini berbeda banget sih? Udah tampan, tapi doyan ngegoda juga. Kemarin-kemarin kayak kulkas 6 pintu, tapi hari ini dia benar-benar 180 derajat berbeda, lebih humoris? Apakah ini topengnya, karena saat ini sedang banyak orang?' batin Lulu menerka nerka.


Namun tidak dia pungkiri, ada rasa takut di dalam hatinya untuk nanti malam saat dirinya akan belah duren bersama dengan Rizal. Karena itu adalah yang pertama bagi Lulu, dan tentu saja wanita tersebut sangat nervous. Bahkan jantungnya sudah berdebar sedari ijab qobul beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


Author Jadi gak sabar pengen liat MP nya si dua somplak🤣🤣Apakah akan romantis dan Gooll atau malah sebaliknyašŸ˜‚


__ADS_2