
Happy reading....
Amanda yang baru saja sampai di butik langsung duduk dan kembali mengerjakan tugasnya bersama dengan Lulu, namun dia lupa mengabari mamanya jika Amanda akan pulang telat. Sebab ia akan lembur bersama dengan Lulu untuk mengerjakan sebuah desain pesanan langganan.
Saat Amanda membuka HP, dia melihat sebuah pesan yang dikirim oleh Kim. Wanita itu yang penasaran pun segera membukanya.
(Maaf Bu jika saya mengganggu waktunya. Saya ingin memberitahukan jika Tuan Darius sedang menuju butik, sebab tadi terlihat begitu marah karena beberapa kolega bisnis membatalkan kerjasama dengan perusahaan kami, dan Tuan Darius menyalahkan Ibu. Jadi saya harap ibu berhati-hati. Dan saya juga mau minta maaf, karena selama ini sudah menyembunyikan tentang perselingkuhan Tuan Darius dan Nona Fitri. Sebab saya diancam dan tidak mempunyai pilihan lain Bu. Saya harap Ibu mengerti).
Amanda yang membaca pesan dari Kim seketika membulatkan matanya, dia menggelengkan kepala sambil mengusap wajahnya dengan kasar, membuat Lulu yang sedang duduk di sampingnya merasa penasaran.
"Ada apa sih? Lo kelihatan gusar banget?" tanya Lulu sambil menatap Amanda dari sudut ekor matanya.
Tanpa menjawab, kemudian Amanda memberikan ponselnya kepada Lulu, meminta wanita itu untuk membaca sendiri pesan dari Kim, sebab Amanda malas untuk menjelaskan.
Lulu menerima ponsel tersebut, lalu mulai membacanya. Seketika mata Lulu membulat kaget dengan mulut sedikit menganga.
"Astaga si dinosaurus itu, nggak ada kapok-kapoknya ya! Heran gue. Perusahaan dia yang hancur, tapi di sini malah nyalahin lo? Udah tahu dia yang salah. Emang benar ya, maling itu nggak ada yang mau ngaku, dan orang salah pasti nggak mau disalahkan. Dia benar-benar tipikal orang yang flying victim." Lulu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Entah dia tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Darius? Kenapa terus saja mengganggu hidupnya Amanda, padahal perusahaannya hancur itu karena dia sendiri, karena ulahnya dan karena dosanya. Tapi dirinya malah tidak mau disalahkan dan malah melimpahkan semua kesalahan kepada Amanda.
Lulu menatap kasihan kepada Amanda, dia tahu jika wanita itu sudah sangat berat menjalani rumah tangganya bersama Darius, menahan luka yang begitu dalam berbulan-bulan. Dan kini harus dihadapkan dengan mantan suaminya yang tak pernah mau membiarkan Amanda untuk hidup tenang.
"Lo tenang aja ya! Biar gue yang ngadepin dinosaurus itu." Lulu memegang bahu Amanda.
"Nggak usah, Lu. Biar aku aja yang ngadepin."
"Udah jangan keras kepala deh, biar gue bantu ya. Soalnya dinosaurus kayak gitu tuh keras kepala, percuma nggak bakalan mau ngalah dia," ujar Lulu.
__ADS_1
Amanda pun hanya menganggukan kepalanya, dan saat mereka sedang mengerjakan desain tiba-tiba karyawannya mengetuk pintu, dan mengabarkan jika di depan ada Darius.
Namun, saat Lulu dan juga Amanda baru saja akan keluar, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dengan kasar. Ternyata yang masuk adalah Darius. Dia tidak sabar untuk menunggu Amanda, dan karena masih menyandang sebagai suaminya, Darius mempunyai hak di butik itu jadi dia tidak harus meminta izin.
"Wah! Wah. Tidak ada sopan santun sekali Anda ya!" Sindir Lulu.
"Tidak usah banyak cingcong kamu. Saya tidak ada urusan denganmu! Saya punya urusannya sama Amanda," jawab Darius dengan nada yang tajam ke arah Lulu.
Namun wanita itu tidak gentar, dia akan melindungi sahabatnya karena memang Amanda tidak bersalah.
Dengan gerakan cepat Darius mencengkram lengan Amanda dengan kasar, membuat wanita itu meringis. Kemudian dia menghempaskan tangan Darius, tapi cengkramannya terlalu kuat.
"Apalagi sih mau kamu? Nggak ada henti-hentinya ya kamu ngusik hidup aku terus, Mas?" tanya Amanda dengan sewot.
"Adanya aku yang bertanya seperti itu! Nggak puas kamu sudah mempermalukanku di depan umum, hah! Tahu tidak! Gara-gara kamu, perusahaanku tuh hampir bangkrut. 80% kolega bisnisku membatalkan kerjasama, dan itu semua gara-gara kamu, Amanda!" bentak Darius.
"Kamu bilang apa? Gara-gara aku? Hello! Sadar dong! Jadi orang tuh jangan flying victim, merasa tertindas, merasa disakiti, tapi ternyata kamu sendiri yang salah. Likir pakai otak! Di sini siapa yang salah? Kamu. Siapa yang selingkuh? Kamu. Wajar dong kalau aku ingin membalas rasa sakit hatiku. Sekarang gini deh, di balik keadaannya, kalau kamu ada di posisiku itu bagaimana? Kamu juga pasti akan melakukan hal yang sama bukan? Jadi nggak usah merasa kalau kamu yang tertindas di sini, paham!" jawab Amanda dengan nada yang tegas.
Darius tidak pernah menyangka wanita yang selama ini bersikap lemah lembut, gemulai dihadapannya, tidak pernah melawan, sekarang seperti seorang singa yang baru saja bangun tidur.
Amanda yang sekarang ada wanita yang kuat, tidak mudah untuk ditindas, dan tidak mudah untuk digertak. Wanita itu selalu saja mempunyai jawaban dan selalu menyudutkan dirinya.
"Tapi gara-gara kamu, aku mau mendapat kerugian yang sangat besar, Amanda!"
"I don't care. Itu bukan urusanku. Tugasku adalah membalas rasa sakit hati yang sudah kamu dan juga Fitri lakukan. Sekarang lebih baik kamu keluar dari sini! Dan jangan pernah kembali lagi, karena aku tidak sudi untuk melihat wajahmu ataupun wajah wanita itu! Sebaiknya kalian itu hidup tenang, jangan pernah menggangguku lagi, paham!" geram Amanda dengan wajah merah menahan amarah.
Darius menggeleng, dia tidak ingin pergi dari sana. Kemudian pria itu berjalan mendekat ke arah Amanda, dia yang sudah kalang kabut merasa geram pun ingin mencium wajah, Amanda namun wanita itu berontak.
__ADS_1
Lulu yang melihat hal tersebut segera membantu sahabatnya, namun Darius mendorongnya dengan kuat hingga membuat Lulu tersungkur ke lantai.
"Lepasin aku, Mas! Mau ngapain kamu!" teriak Amanda sambil terus memberontak, akan tetapi Darius terus saja mendekat dan mengikis jarak antara mereka.
Dia mencoba untuk mencium leher Amanda, namun wanita itu selalu saja menghindar, hingga tiba-tiba Amanda menendang kedua telur bebek milik Darius, sehingga membuat pria itu seketika meringis dan berjongkok sambil memegangi pedang pusaka berbentuk pisang ambon miliknya.
"Aawwh! Sialan kau!" ringis Darius dengan tatapan tajam, karena merasakan sakit yang begitu teramat sangat di bagian intinya.
"Itu belum seberapa Mas. Aku bisa saja meledakkan kedua buah balon yang menggantung di pohon pisang tersebut, kalau kamu berani macam-macam sama aku. Apa kamu pikir, Amanda yang sekarang itu sama dengan yang dulu? Tidak. Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini! Sebelum aku benar-benar membuat sate dari burung kakak tuamu itu!" ancaman Amanda dengan sorot mata yang tajam.
Rahangnya mengeras, dadanya kembang kempis naik turun menahan amarah yang siap meledak atas perlakuan Darius yang tak pernah ia sangka, jika pria itu berani melakukan hal semejikan tersebut kepada dirinya.
Kemudian Lulu memanggil security di depan butik, lalu dia meminta security itu untuk membawa Darius keluar.
"Ingat ya Pak, kalau dia ada ke sini lagi jangan dibiarkan masuk! Apapun alasannya!" titah Amanda kepada sekuriti yang bekerja di sana..
"Baik Bu."
Darius memberontak, tapi security itu lebih besar tenaganya. Apalagi dengan keadaan Darius yang sedang meringis kesakitan.
Sementara Amanda terduduk di sofa sambil memegangi dadanya yang berdetak dengan kencang, dia tidak menyangka jika Darius bisa senekat itu.
"Ini minum dulu," ucap Lulu menyerahkan segelas air kepada Amanda.
Wanita itu pun langsung menegaknya. "Terima kasih, Lu."
"Gila sih itu dinosaurus, benar-benar di luar kendali. Kayaknya dia udah nggak waras deh!" gerutu Lulu, sedangkan Amanda hanya mengangkat kedua bahunya saja.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....