
Happy reading.....
Amanda hari ini masuk siang, karena dia semalam baru pulang dari Jakarta Utara untuk menghadiri pembukaan kedai kopinya yang baru.
Saat wanita itu masuk, dia sudah melihat Lulu yang sedang berkutat dengan pekerjaannya, karena memang satu bulan ini ada tiga gaun pengantin pesanan pelanggan. Jadi mereka harus lembur.
"Amanda, kain buat desain gaun yang ini habis. n
Nggak ada stok nih, lo bisa beliin nggak?" pinta Lulu.
"Boleh, ya udah kalau gitu gue berangkat sekarang deh, mumpung masih siang juga. Nanti kalau kesorean tokonya keburu tutup," jawab Amanda dan langsung dibalas anggukan oleh Lulu.
Amanda kembali keluar dari ruangannya, namun dia berpapasan dengan karyawannya. "Mbak, ini kopinya gimana?"
"Oh, kasih aja ke Lulu ya! Soalnya saya mau keluar," jawab Amanda.
Tadi memang sebelum dia masuk ke dalam ruangannya, Amanda meminta satu karyawannya untuk membuatkan kopi latte. Tapi karena berhubung Amanda harus keluar, jadi dia memerintahkan karyawan itu untuk memberikan kopinya kepada Lulu.
Wanita tersebut pun masuk ke dalam mobil, namun berbarengan dengan itu ada mobil Ethan yang datang, membuat dahi Amanda seketika mengkurut heran, karena tidak biasanya Ethan datang di siang hari.
__ADS_1
"Tuan Ethan."
"Hei! Kamu mau keluar ya?" tanya Ethan saat melihat Amanda akan memasuki mobil.
"Iya nih, mau beli kain. Kamu sendiri ke sini ada perlu apa?"
"Tadinya aku mau ngajak kamu makan siang," jawab Ethan sambil menggaruk belakang kepalanya.
Dia bermodalkan nekat untuk mengajak Amanda makan siang, karena setelah berkonsultasi dengan Nancy di rumah sakit, Ethan ingin memastikan perasaannya kepada wanita itu. Jadi dia terus saja mendekati Amanda untuk membuktikan apakah memang itu adalah cinta atau memang hanya ketertarikan saja, atau hanya rasa kagum pada pribadi Amanda.
"Aduh! Kayaknya nggak bisa deh. Soalnya aku harus beli kain, nanti tokonya keburu tutup," tolak Amanda dengan tak enak.
Tak ada obrolan selama dalam perjalanan, karena jujur Amanda juga merasa canggung. Entah kenapa dia merasa Ethan sedang mendekatinya.
Beberapa hari ini pria itu terus mengajaknya makan siang, dan sejujurnya Amanda merasa tak nyaman karena dengan status yang sekarang ia seorang janda. Dan berdekatan dengan seorang pria, ia takut jika nanti akan menjadi gonjang-ganjing orang lain, di mana Amanda baru saja bercerai beberapa bulan namun sudah dekat dengan pria lain, dan segampang itu mendapatkan pengganti Darius.
Namun Amanda tidak ingin bernegatif thinking, walaupun sebenarnya sebagai seorang wanita dia cukup peka dengan sikap Ethan kepada dirinya.
Sesampainya mereka di Toko, Amanda pun langsung memilih kain yang dia butuhkan. Dan setelah satu jam mereka berbelanja, Amanda dan juga Ethan memutuskan untuk kembali ke butik, karena Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 sore.
__ADS_1
Namun saat keduanya sampai di parkiran, tiba-tiba ada yang memanggil nama Amanda, membuat wanita itu seketika menoleh ke arah belakang.
Xan ternyata yang memanggilnya adalah mantan suami dan juga mantan adiknya, yaitu Darius beserta dengan Fitri.
PROK! PROK! PROK!
"Wow! Wow! Wow! Ternyata seorang Amanda Dwi Hardiyanta yang menggugat suaminya dengan tuduhan selingkuh, tidak jauh beda. Jangan-jangan kau menggugat diriku untuk dia! Karena kau ingin bersamanya, tapi kau melimpahkan kesalahan kepadaku? Iya Amanda!" gertak Darius sambil menatap tak suka ke arah Ethan.
Mendengar tuduhan dari mantan suaminya Amanda hanya memutar bola matanya dengan malas. Bagaimana tidak? Dia sudah sangat Jengah bertemu dengan dua manusia kucrut itu.
Dunia seakan terasa sempit, karena di mana-mana mereka selalu saja dipertemukan dengan suasana yang menurut Amanda kurang tepat.
"Aduh, maaf ya Pak dinosaurus Ibu tirex. Saya tidak mau untuk meladeni kalian berdua, karena pekerjaan saya masih sangat banyak. Jadi kalau untuk salah menyalahkan, itu terserah mulut Anda aja. Lagi pula, kita sudah tidak ada urusan apapun. Kita ini hanya masa lalu, paham!" jawab Amanda, kemudian dia berjalan ke arah mobil tanpa memperdulikan tatapan Darius yang tak suka.
Sedangkan Fitri hanya mengepalkan tangannya saja dengan tatapan tajam ke arah Amanda, di mana dia sangat tidak rela saat melihat Amanda dengan pria yang selama ini menjadi gebetannya.
'Kenapa pria itu bisa bersama dengan si Amanda? Apa mereka saling mengenal? Sial! Aku lagi-lagi keduluan sama Amanda. Padahal pria itu adalah incaranku. Pokoknya aku harus mendapatkan dia sebelum Amanda mendapatkannya! Sepertinya mereka belum memiliki hubungan apapun?' batin Fitri.
'Kenapa rasanya aku tidak suka melihat kamu berjalan dengan pria lain, Amanda?' batin Darius, karena dia merasa rasa cintanya masih sangat besar untuk mantan istrinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....