Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Kejujuran Haris


__ADS_3

Happy reading....


Alea dan juga Haris duduk di sofa setelah dipersilakan oleh Tante Dina, dan sangat terlihat jelas wajah keduanya menunjukkan sebuah ketegangan.


"Sekarang gini, mama tidak mau berbasa-basi. Haris katakan! Dia siapa? Apakah benar, jika dia calon istrimu?" tanya Tante Dina dengan nada tak sabar.


Karena jujur, beberapa hari ini dia terus aja kepikiran dengan Haris saat membawa Alea ke rumah, sebab Haris begitu cepat move-on dari Fitri, padahal tante Dina sangat tahu jika Haris begitu mencintai mantan istrinya.


"Iya, Alea ini adalah calon istri Haris. Dan Haris akan segera menikahinya," jawab Haris dengan mantap.


"Apa semudah itu kamu bisa melupakan Fitri? Maaf bukan Papa meragukan, tapi papa hanya tidak ingin jika Alea hanya menjadi tempat pelampiasan kamu saja Haris," timpal Om Samuel.


"Papah dan Mama benar, mungkin tidak semudah itu aku melupakan Fitri. Dan aku menikahi Alea juga bukan karena sebab, tapi karena ada sesuatu hal yang mengharuskan aku untuk menikahinya," ujar Haris.


Kedua orang tuanya mengerutkan kening saat mendengar ucapan Haris, mereka merasa kata-kata itu menyimpan sesuatu yang bermakna.


"Maksudnya?" tanya Tante Dina.


Sejenak Haris menghela nafas saat akan menceritakan sesuatu yang besar dan mungkin akan membuat kedua orang tuanya marah. Tapi dia harus berdiri pada prinsip awalnya, jika hari ini Haris akan menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya, sebab kejujuran itu mahal harganya.

__ADS_1


"Mama dan Papa ingat waktu di mana acara 4 bulanan Fitri, dan waktu di mana kita mengetahui tentang perselingkuhan mereka?" tanya Haris kepada kedua orang tuanya, dan tentu saja langsung dibalas anggukan oleh Tante Dina maupun Om Samuel.


"Lalu ..." Tante Dina seperti sudah tidak sabar ingin segera mendengar semuanya dari Putra bungsunya itu.


"Mungkin kejujuranku akan membuat kalian kesal dan juga marah, tapi aku juga tidak bisa untuk berbohong, karena aku tahu rasanya dibohongi seperti apa. Dan semua itu adalah sebuah kecelakaan." Lagi-lagi Haris membuat kening tante Dina dan juga Om Samuel mengkerut heran.


Mereka benar-benar sudah tidak sabar dan penasaran apa yang akan diungkapkan oleh Haris, tetapi entah kenapa Om Samuel merasa apa yang akan diucapkan putranya bukan sesuatu hal yang baik, dan bukan kabar yang bahagia. Dan pasti akan mengejutkan dirinya maupun sang istri.


"Katakanlah! Kami siap mendengarnya," ujar Om Samuel.


Haris mengangguk, kemudian dia menatap ke arah Alea yang saat ini tengah gugup juga tegang. Dia menggenggam tangan wanita itu, membuat Alea seketika menatap ke arahnya.


Sementara Tante Dina menutup mulut dengan satu tangan dengan tatapan membulat kaget, saat mendengar penuturan Haris. Dia mengerti apa yang diucapkan putranya.


"Jadi kamu ..." Om Samuel menggantung ucapannya, menatap kaget ke arah Putra bungsunya.


"Iya Pah, Alea adalah seorang pelayan pembersih kamar di sana, tapi aku tidak sengaja menidurinya. Dan satu bulan aku mencari Alea, karena dia sudah pergi. Tapi ternyata kami dipertemukan waktu di Manado, dan aku sudah bertekad jika aku menemukan keberadaan Alea, aku akan menikahinya. Apalagi saat ini Alea tengah mengandung anakku, dan aku sangat yakin jika itu benih yang kutanam pertama kali, karena waktu itu Alea masih sangat suci," tutur Haris dengan nada sedikit takut.


Tante Dina menggelengkan kepalanya. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dijelaskan oleh Haris, itu kabar yang membuatnya benar-benar sangat terkejut. Tidak pernah menyangka jika putranya bisa menghamili seorang wanita yang tak berdosa.

__ADS_1


"Kenapa kamu melakukan itu, Haris!" bentak Tante Dina dengan marah.


"Aku sama sekali tidak sadar Mah, Pah. Waktu itu kupikir dia adalah wanita yang kubayar, tapi ternyata aku salah kamar. Lalu aku harus bagaimana? Keputusanku tetap bulat akan menikahi Alea, karena sekarang dia sedang mengandung anakku."


"Berapa usia kandungannya?" tanya om Samuel sambil menatap ke arah Alea yang sedang menundukkan kepala, karena dia tidak berani menatap ke arah dua orang yang ada di hadapannya.


"Tiga minggu Pah," jawab Haris.


Tante Dina sudah tidak bisa lagi membendung air matanya, keluarganya benar-benar hancur, putranya berselingkuh dengan iparnya sendiri, dan sekarang Putra keduanya harus menghamili seorang gadis.


Sementara Haris sudah pasrah jika kedua orang tuanya akan menonjok atau menampar wajahnya, karena itu memang murni kesalahan dirinya, walaupun tanpa disengaja.


Kemudian Tante Dina mendekat ke arah Alea, membuat wanita itu benar-benar merasa ketakutan, karena dia takut jika nanti Tante Dina akan mencaci dan memaki dirinya, sebab mendengar jika dia kerja di tempat seperti itu.


Jujur dia takut jika Tante Dina berfikir kalau Alea adalah wanita penghibur.


BERSAMBUNG....


Duh Tante, jangan di apa-apain ya Alea nya🤧Kasian dia!

__ADS_1


2 Bab lagi Menyusul agak Sorean ya guys🙏🏻Author masih sibuk Nginem nih🤭JANGAN LUPA DONG VOTE DAN MAWARNYA😘Biar Author Makin Semangat👌🏻


__ADS_2