Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Hanya Pelampiasan


__ADS_3

Happy reading.....


Haris langsung berjalan bersama dengan Alea menuju kedua orang tuanya, lalu mencium tangan mereka.


Akan tetapi, tatapan Tante Dina dan juga Om Samuel tertuju pada wanita yang berada di samping Haris.


"Nak, siapa dia?" tanya Tante Dina sambil melirik ke arah Alea.


"Oh ... dia Alea, Mah, Pah, calon istriku," ujar Haris memperkenalkan Alea sebagai calon istrinya.


Dia melirik ke arah Fitri dan melihat jika wanita itu menatapnya dengan tak suka, akan tetapi Haris tidak perduli, karena baginya Fitri hanyalah masa lalu. Walaupun tidak dipungkiri jika di dalam hatinya masih ada benih-benih cinta untuk wanita itu.


Ada sekelebat rasa rindu dihati Haris saat melihat Fitri, namun rasa sakit dan juga bencinya begitu dalam sehingga mengalahkan rasa itu.


"Apa! Calon istri kamu?" kaget Tante Dina sambil menatap Haris dengan tatapan membulat.


"Iya Mah. Oh iya sayang kenalin, ini adalah Mamah dan papaku, dan itu adalah kakakku serta istri barunya," ucap Haris memperkenalkan keluarganya.


"Halo semua, perkenalkan nama saya Alea," ucap wanita itu sambil menundukkan kepalanya.


Padahal jauh di dalam lubuk hati Alea, dia merasa sangat gugup, karena berhadapan dengan orang kaya seperti Haris yang tak pernah ia sangka jika memang pria itu dari keluarga kaya raya.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau gitu duduk dulu yuk! Kita makan malam, nanti aja ngobrolnya," ajak Tante Dina


Keduanya mengangguk, kemudian mereka duduk di kursi. Sementara tatapan Fitri terus saja mengarah kepada Alea dengan tajam, dia benar-benar tak rela jika Haris menemukan penggantinya secepat itu.


Begitu pula dengan Darius yang tak menyangka jika Haris sudah menemukan pengganti istrinya secepat itu. Padahal mereka baru berpisah beberapa bulan saja.


'Kenapa aku merasa tak suka ya, saat melihat Mas Haris mendapatkan penggantiku? Apa secepat itu dia melupakanku? Dulu dia sangat mencintaiku. Bagaimana mungkin bisa dia berpaling dariku secepat itu? Aku pikir, aku masih ada di dalam hatinya? Dan kupikir, wanita itu hanyalah menjadi tempat pelampiasan rasa sakit Mas Haris saja.' batin Fitri yang merasa yakin jika Alea hanyalah pelampiasan Haris.


Entah kenapa Fitri merasa tidak yakin jika Haris mencintai Alea. Karena wanita itu tahu bagaimana Haris sangat mencintainya waktu mereka masih bersama dulu, jadi tidak mungkin jika Haris melupakannya secepat itu.


Setelah makan malam selesai, mereka berenam berjalan ke arah ruang keluarga untuk berbicara dari hati ke hati.


"Jika mama dan papa mengundang aku ke sini hanya untuk membicarakan perihal perceraianku dengan Fitri, maka sudah jelas, aku kan sudah menggugatnya. Jadi tidak ada kata lagi mediasi atau tidak ada kata rujuk," ujar Haris sambil menatap ke arah Fitri.


Wanita itu merasa sakit saat Haris mengatakan jika tidak ada lagi kata rujuk untuk mereka. Entah kenapa dia sekarang merasa tak rela, padahal dulu Fitri sangat berambisi untuk bisa bersama dengan Darius.


Sementara Alea membulatkan matanya saat mendengar penuturan Haris. Dia tidak menyangka jika pria itu memang sudah beristri dan akan bercerai, sebab Haris tidak pernah berbicara apapun soal dirinya.


'Jadi pria yang akan menikahiku adalah calon duda?' batin Alea sambil melirik ke arah Haris.


Sementara Fitri tidak terima. "Apakah secepat itu kamu melupakan aku, Mas? Sampai kamu bisa menemukan penggantiku. Tidak bisakah kita bicara baik-baik?" pinta Fitri sambil menatap ke arah Alea dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Sementara wanita itu hanya mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Fitri, sebab Alea tidak tahu jika Fitri adalah mantan istri Haris.


"Kenapa tidak? Memangnya aku ini anak bocah yang baru saja jatuh cinta, sampai untuk melupakan wanita sepertimu susah pada diriku? Hello Fitri! Dengar ya! Di dunia ini banyak wanita yang lebih baik darimu, dan tentu saja aku sudah menemukannya. Dia adalah Alea, wanita ini jauh lebih baik darimu. Dan tentunya, dia tidak mungkin untuk berselingkuh seperti dirimu. Jadi jangan pernah menyangkal apapun! Bukankah ini yang kamu inginkan, menikah dengan kakakku? Sudahlah, kita itu hanya masa lalu, jadi jangan pernah mempersulit keadaan oke! Karena aku juga tidak mau untuk kembali bersama ular seperti dirimu!" jelas Haris dengan tegas.


Fitri mengepalkan tangannya, dia tidak terima dengan ucapan Haris. Namun saat wanita itu akan menjawab tiba-tiba Darius memegang tangannya dengan sorot mata yang begitu tajam.


Dada Darius bergemuruh dengan kesal, sebab dia melihat jika Fitri seakan enggan untuk berpisah dengan Haris.


"Oh ya Mah, Pah, kalau begitu aku sama Alea pamit dulu ya. Pembicaraan ini sudah cukup kan? Dan aku juga ke sini untuk memperkenalkan Alea kepada kalian. Mungkin besok aku akan ke sini lagi, soalnya malam ini waktunya tidak tepat untuk berbicara tentang pernikahanku bersama dengan Alea. Kalau begitu kami pamit." Haris bangkit dari duduknya sambil menggenggam tangan Alea, kemudian mereka pun bersalaman.


Padahal Harris juga ingin mengatakan tentang kehamilan Alea, karena ulah dirinya. Dan dia juga ingin mengungkapkan tentang alasan untuk menikahi Alea, namun karena disana ada Darius dan juga Fitri, membuat Haris seketika mengurungkan niatnya.


Tante Dina dan juga Om Samuel mengerti tentang keadaan Harris. Mereka pun tidak bisa menahan walaupun sebenarnya Tante Dina ingin sekali mengenal Alea lebih dalamm


Dia juga ingin tahu bagaimana Haris bisa mengenal Alea. Karena tidak pernah sedikitpun pria itu bercerita kepadanya, dan itu membuat Tante Dina sangat penasaran dan ingin mengenal Allah ya lebih jauh.


Akan tetapi, saat Harris dan juga Alea sampai di ambang pintu ruangan keluarga, tiba-tiba saja terhenti oleh suara teriakan dari Fitri.


"Aku tahu kok, dia itu hanya pelampiasan kamu aja kan? Karena kamu merasa sakit, sebab aku menikah dengan mas Darius," ucap Fitri dengan lantang.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2