Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Bab 172


__ADS_3

"Ini punya Viona. Tadi saat aku berada di mall, aku tidak sengaja bertemu dengan dia di toilet dan kami sempat tabrakan, mungkin saja benda ini jatuh saat dia menabrak tubuhku."


"Jadi kamu bertemu sama Vio waktu di mall? Tapi bisa saja kan ini bukan miliknya. Kamu pun tidak melihat secara langsung."


Amanda awalnya sempat ragu jika itu bukan milik Vio, tapi dia yakin sebab saat dia akan masuk ke dalam toilet tidak ada benda apapun di lantai semuanya bersih.


"Aku sangat yakin sayang, dan aku melihat Vio menangis. Saat aku tanya, dia malah melengos dan beralibi bahwa ada keperluan lain. Sepertinya kamu harus bicara deh sama dia! Jujur aku takut kalau Vio hamil sebelum mereka menikah, dan Edward tidak ingin tanggung jawab."


Mendengar penjelasan istrinya Ethan terpaku. Apa yang dikatakan oleh Amanda benar, walau bagaimanapun Vio adalah sepupunya. Dia dan juga Vio besar sedari kecil, walaupun mereka sudah terpisah lama namun tidak mengurangi kasih sayang di dalam diri mereka masing-masing.


"Aku akan menemui Vio besok, tapi sepertinya aku akan menelponnya terlebih dahulu."


Saat Ethan mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Viona, tiba-tiba Amanda mencegahnya lalu menggelengkan kepala. "Jangan dulu! Sebaiknya kita temui dia besok saja."


Ethan hanya bisa mengangguk, dia beranjak dari tempat tidur untuk menuju kamar mandi membersihkan dirinya, sementara Amanda menyimpan benda itu kembali di dalam laci.


Setelah dia selesai membersihkan diri dia pun berkata, "apa kita perlu memberitahu ini kepada Mama, atau kedua orang tuanya Vio?"


"Kurasa jangan dulu deh, Mas! Kita selesaikan dan bicarakan ini baik-baik bersama dengan Vio. Lagi pula, ini kan masalah Vio dan bukan ranah kita untuk membongkar semuanya."


Ethan tersenyum saat mendengar penuturan yang sangat bijak dari Amanda, kemudian dia mengecup keningnya. "Ya sudah, sekarang kita turun yuk makan malam. Nanti Mama nungguin ngomel-ngomel lagi kayak ibu-ibu yang lagi nawar harga telur di pasar."


Amanda terkekeh mendengar hal itu, lalu mereka pun keluar dari kamar menuju ruang makan yang ada di bawah.


.

__ADS_1


.


Pagi ini Amanda dan Ethan sudah bersiap-siap karena mereka akan pergi ke apartemen milik Vio sebelum ke kantor, sebab Ethan ingin berbicara dengan sepupunya.


"Kamu yakin ingin ikut ke kantor, sayang? Tapi jangan terlalu capek ya! Mama tidak ingin kalau terjadi apa-apa dengan kandungan kamu, dengan cucu Mama," ucap Mama Inggit mengkhawatirkan keselamatan menantunya.


"Iya Mah, Mama tenang aja. Kalau gitu aku pamit dulu ya. Ayo sayang!" ajak Amanda sambil mencium tangan Mama Inggit, lalu mereka pun pergi dari sana untuk menuju apartemen milik Viona.


Selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan apapun, Amanda hanya menyadarkan kepalanya saja di bahu kekar suaminya, hingga mobil telah sampai di pelataran apartemen lalu mereka pun turut dan menuju lantai atas di mana Viona tinggal.


"Semoga saja dia ada di rumah," lirih Ethan saat mereka berada di dalam lift.


Pintu diketuk beberapa kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu. Amanda melihat pergelangan tangannya di mana jam melingkar menunjukkan pukul 07.00 pagi.


"Iya juga sih ... soalnya itu anak, kebo banget kalau tidur."


Tak lama pintu terbuka. Viona keluar mengucek matanya yang bengkak karena semalaman dia menangis. Amanda yang melihat itu pun merasa miris, sementara Ethan hanya diam terpaku melihat pemandangan yang berada di hadapannya.


"Amanda! Ethan!" kaget Viona dengan mata sipitnya.


Tanpa menunggu jawaban Viona dan tanpa dipersilakan, Ethan langsung masuk ke dalam. Dia melihat apartemen itu begitu berantakan di mana semua barang berserakan di lantai.


"Apa yang terjadi, Viona? Dan apa ini?" Ethan langsung menunjukkan tespek milik Vio, membuat wanita itu tersentak kaget dengan mata membulat namun tidak terlihat karena bengkak.


"Ka-kamu da-pat dari mana itu?" tanya Viona dengan gugup.

__ADS_1


"Aku yang menemukannya saat kemarin kita bertabrakan, dan aku sangat yakin ini adalah milik kamu. Apalagi melihat kondisi kamu kemarin sedang menangis. Maaf jika aku menceritakannya kepada Mas ketan ku, aku pikir kan kalian sepupu, jadinya Mas ketan perlu tahu."


"Sayang, aku bukan sego. Masa namaku ketan sih?"


"Habis si ikan lele biasa manggil kamu seperti itu, jadi anggap saja itu adalah panggilan kesayangan aku buat kamu." Amanda mengerlingkan matanya, membuat hati Ethan meleleh.


Viona menundukkan kepalanya air mata kembali jatuh. Dan melihat itu Amanda langsung memeluk tubuhnya. "It's oke! Tenangkan dulu dirimu. Ayo duduk!" ajaknya sambil menuju ke arah sofa.


Amanda kembali bangun, dia berjalan ke arah dapur dan mengambilkan air putih. "Ini ... minumlah dulu supaya perasaan kamu lebih baik."


"Terima kasih." Lalu menegaknya hingga tandas, karena memang semalaman dia menangis membuat tenaganya sedikit terkuras.


Sementara Ethan terus aja menatap ke arah Viona dengan lekat. Ada rasa amarah terhadap Edward jika benar dia yang menghamili sepupunya, namun dia juga penasaran apa yang membuat Viona menangis. Apa karena kehamilan itu atau mungkin karena hal lain?


"Sekarang aku tanya kepada kamu, Viona? Kenapa kau menangis, dan apa benar ini adalah milikmu?"


Viona nampak terdiam, dia ragu apakah harus mengatakannya kepada Ethan atau tidak. "Jangan ragu dan jangan takut! Aku tidak akan pernah memarahimu atau menakutimu. Kamu hanya perlu bicara kepadaku! Kita ini sepupu sudah seperti adik kakak bukan?"


Mendengar itu Viona langsung mengangguk lalu dia menghambur memeluk tubuh Ethan dan menangis sejadi-jadinya. Pria itu hanya diam sambil mengusap punggung Viona, membiarkan wanita tersebut menangis di dalam pelukannya, sementara Amanda hanya membiarkan itu.


'Kasihan Viona. Pasti dia terpukul saat mendapatkan kenyataan yang begitu pahit. Tapi kenapa dia harus menangis? Jika dia dan Edward memang melakukan itu ... harusnya mereka melakukannya suka sama suka. Jadi tidak perlu ada yang disesali, kecuali ada hal lain.' batin Amanda.


"Sekarang katakan kepadaku!" Ethan menegakkan tubuh Viona lalu menghapus air matanya. "Kenapa kau menangis? Apa benar ini adalah anaknya Edward?"


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2