Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Makan Siang


__ADS_3

Happy reading....


Selepas acara makan malam itu, hubungan antara tante Anjani dan juga tante Inggit semakin dekat, karena mereka juga dulu adalah sahabat.


Siang ini Amanda sedang berkutat seperti biasanya dengan pekerjaan. Tiada hari tanpa dia libur, karena Amanda selalu menyibukkan dirinya, sebab itu adalah cara untuk melupakan semua rasa sakit yang ditorehkan oleh Darius dan Fitri.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya, dan itu ternyata dari Tante Anjani.


(Sayang, nanti siang kamu datang ke restoran xxx ya! Mama ngajak makan siang sama tante Inggit juga, kebetulan kami nanti mau jalan-jalan, jadi sekalian kamu ke sana ya).


(Oke mah, nanti aku ke sana).


Amanda tersenyum, dia bisa melihat raut kebahagiaan di wajah sang Mama saat bertemu dengan tante Inggit.


Kemudian Amanda melanjutkan pekerjaannya kembali, namun hari ini Lulu tidak masuk sebab dia sedang bersama dengan calon mertuanya untuk membeli kebutuhan untuk pernikahannya.


.


.


Di sebuah Mall.


"Oh ya Lulu sayang, apakah nanti kamu mau beli gaunnya atau pesan?" tanya Tante Ami selaku mamanya Rizal.

__ADS_1


''Tidak usah Tante. Nanti biar Lulu rancang sendiri. Oh Iya, nanti Tante tolong bilang ke Rizal ya supaya datang ke butik! Aku mau ukur badannya untuk dibuatkan jas," Jawab dulu


Dia memang tidak ingin memesan gaun pengantin dari orang lain, karena Lulu fikir dia bisa membuatnya sendiri. Dan wanita itu yakin jika sebelum hari H gaun pengantin itu sudah siap.


"Baiklah, nanti Tante yang bilang sama Rizal ya," ucap Tante Ami sambil mengusap pucuk kepala Lulu.


Lulu menganggukkan kepalanya sambil menatap ke arah Tante Ami dengan senyum yang melengkung di wajah cantiknya. Dia heran kenapa bisa Tante Ami mempunyai anak sedingin dan juga secuek Rizal.


Kemudian mereka pun duduk di salah satu kursi yang ada di restoran, sebab keduanya sudah merasa lapar karena hampir setengah hari mengelilingi mall untuk mencari perlengkapan pernikahan.


"Oh iya Tante, boleh kah Lulu bertanya sesuatu?"


"Tentu saja. Kamu mau nanya apa, Sayang?" jawab Tante Ami sambil meminum jusnya.


"Kenapa ya Tante, Rizal itu kok tipe cowok yang cuek dan dingin? Apakah dia pernah ada sakit hati sama wanita, atau mungkin sama mantannya?" tanya Lulu dengan hati-hati.


Tante Ami terdiam, dia menatap Lulu dengan lekat seperti sedang memikirkan sesuatu hal yang berat, dan terlihat wanita itu menghela nafas, membuat Lulu merasa tak enak..


"Kamu benar, Rizal memang pernah disakiti sama wanita. Dulu dia mempunyai pacar dan mereka sudah menjalin hubungan selama hampir 4 Tahun lamanya, namun wanita itu malah pergi untuk mengejar karirnya di luar negeri, dan dia mencampakkan Rizal begitu saja," jelas tante Ami dengan tatapan sendu.


Mendengar hal tersebut Lulu merasa tak enak, kemudian dia menggenggam tangan Tante Ami yang berada di atas meja. "Maaf ya Tante, kalau pertanyaan Lulu terkesan lancang."


"Tidak apa-apa sayang, kan kamu calon istrinya Rizal, jadi kamu harus tahu. Dan tante berharap kamu dan Rizal akan langgeng sampai kakek nenek, apapun itu rintangannya jangan biarkan pelakor masuk ke dalam rumah tangga kalian, oke!"

__ADS_1


Lulu mengangguk mantap. "Tante tenang saja! Aku tidak akan membiarkan pelakor untuk datang ke dalam Rlrumah tanggaku, kalau perlu akan kutendang secara langsung sebelum mencapai pintu rumahku," Jawab Lulu.


Tante Ami terkekeh, kemudian makanan pun datang dan mereka langsung menyantap makanan tersebut.


.


.


Di restoran xxx.


Amanda baru saja sampai dan terlihat sang Mama melambaikan tangannya. Wanita itu pun langsung menghampiri tante Anjani dan juga tante Inggit, lalu mencium tangan Mereka bergantian.


"Maaf ya Mah, Tante, tadi jalanan lumayan macet Jadi aku agak lama," ucap Amanda sambil duduk di samping sang mama.


"Tidak apa-apa sayang," jawab Tante Anjani.


Amanda menatap ke arah makanan yang begitu banyak di atas meja, kemudian dia menatap ke arah sang mama.


"Mah, ini kok makanannya banyak banget? Memangnya bakal ada tamu lagi?" tanya Amanda.


'Iya kita nunggu satu orang lagi ya," jawab Tante Anjani.


Amanda hanya mengangguk, kemudian dia kembali fokus pada ponselnya untuk membalas chat dari klien. Tiba-tiba suara bariton seseorang membuat wanita itu mengangkat wajahnya, dan Amanda cukup terkejut siapa orang keempat yang ikut makan siang bersamanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2