
"Itu Mah, kostum buat acara yang akan kita hadiri."
"Iya, tapi masa Mama pakai kostum bebek kayak gini? Kamu yang benar aja dong, Sayang. Nanti Mama jadi bahan tertawaan."
"Mah ... please ya! Aku mau Mama pakai kostum itu." Lagi-lagi wajah Amanda sudah murung dan ingin menangis.
Melihat hal tersebut akhirnya Mama Inggit pun menjadi pasrah. Untung saja kostum itu tidak memakai kepala bebek, jika Iya, mau ditaruh di mana mukanya? Tapi hanya ada bando dengan dua bebek kecil di kanan dan kiri.
"Sayang, kamu ini ngidam tapi kok kayak berlebihan sekali ya?" Akhirnya Ethan mengeluarkan unek-uneknya. "Masa iya aku suruh pakai kostum spider-man? Nggak sekalian aja kamu suruh aku buat pakai kostum Power Rangers."
"Wah! Boleh tuh, Mas. Nanti aku sama Lulu adain acara lagi buat kostum dari Power Rangers!" seru Amanda dengan mata berbinar.
Ethan menepuk jidatnya, dia melenggang masuk ke dalam kamar mandi hendak memakai kostum tersebut, tetapi sampai di sana dia malah membolak-balik pakaian itu.
"Ya ampun! Gila kali kalau aku pakai kostum kayak ginian. Bener-bener melekat sekali di tubuh. Apa tidak menonjol bagian pusaka Jaka Tarubku?" gumamnya sambil menegak salivanya.
Dia membayangkan bagaimana jika keluar dengan baju yang menurutnya sangat aneh, apalagi dia bukan seorang artis yang sedang main film. Sudah pasti otot-otot tubuhnya akan tercetak jelas apalagi di bagian tertentu.
"Sayang, udah belum? Cepetan dong!" teriak Amanda sambil menggedor pintu kamar mandi.
"Iya iya, sebentar!" jawab Ethan, kemudian dia mulai memakai kostum tersebut.
Benar saja sesuai dugaannya, dan sesuai apa yang ada di dalam pikirannya. Pria itu mendesah dengan kasar, wajahnya ditekuk kesal kemudian dia keluar dari kamar mandi.
Namun yang membuat terkejut adalah istrinya, sudah siap dengan kostum yang tak kalah nyeleneh.
"Sayang, kamu pakai kostum apaan sih?" protes Ethan saat melihat istrinya.
__ADS_1
"Ini namanya Jane Foster, salah satu pahlawan di dalam serial TV. Udah ... kamu jangan banyak nanya! Mendingan sekarang kita pergi tapi kalau dilihat-lihat kamu benar-benar cocok Mas pakai baju itu. Tubuh atlantis kamu itu benar-benar membuat siapa saja terkagum-kagum saat melihatnya."
"Jadi kamu ingin, suami kamu ini lekuk tubuhnya dinikmati wanita lain? Iya?" ujar Ethan, "apalagi bagian ini?" Dia menatap ke arah bawah.
Melihat itu, Amanda pun mengikuti tatapan Ethan, dan seketika matanya membulat. "Kamu benar, jumbo sekali," ledeknya.
"Jadi kamu baru nyadar kalau kesukaan kamu itu jumbo?" ledeknya.
Amanda segera berjalan ke arah lemari, kemudian dia mengambil sesuatu. "Apalagi sih sayang?" Ethan merasa bingung saat di tangan Amanda memegang sebuah kain yang entah dia pun tidak tahu bentuknya seperti apa.
"Sudah, diam saja jangan banyak protes." Kemudian dia mendekat ke arah Ethan dan mengikat kain yang ternyata adalah rok setengah lutut.
"What! Sayang, are you crazy? Masa iya aku pakai rok? Kamu yang bener aja dong!" Ethan benar-benar tidak terima.
"Ngapain kamu protes? Yang ada aku nggak rela kalau kepunyaanku dilihat oleh wanita lain. Jadi lebih aman seperti ini." Amanda menaikkan alisnya dengan senyuman mengembang.
Akan tetapi, Ethan segera melepas rok tersebut. "Aku bukan anggota cheerleaders, jadi nggak usah pakai rok kayak gini. Kamu yang benar aja dong, sayang! Masa kamu mau buat malu suamimu sendiri? Memangnya kamu mau buat suami tampan kamu ini menjadi perhatian orang lain."
Ethan akhirnya hanya bisa pasrah, dan tak lama Amanda kembali sambil membawa sarung. Pria itu hanya memutar bola matanya dengan malas. entah apa yang akan dilakukan sang istri.
Dan benar saja, Amanda memakaikan sarung itu pada pria tampan tersebut. Membuat Ethan hanya bisa mendengkus dengan kasar. "Memang ada ya, spider-man yang pakai sarung? Ini bukan spider-man namanya, tapi Suparman!" ketusnya
"Udah sih jangan banyak protes. Ayo kita pergi!"
Pria itu berjalan dengan gontai, karena dia benar-benar sangat malu. Jika boleh memilih, mendingan Ethan memakai kostum bebek yang dipakai oleh mamanya, daripada memakai kostum seperti sekarang.
Saat mereka keluar kamar, mama Inggit sudah menunggu di ruang tamu. Dia berdiri di bawah AC karena kostum itu benar-benar membuatnya seperti di dalam sauna.
__ADS_1
Namun saat menoleh ke arah samping, alangkah terkejutnya Mama Inggit. Dia pun tidak bisa menahan tawanya, hingga akhirnya wanita itu bersimpuh di lantai sambil memegangi perutnya. Tetapi tawa masih terdengar menggelegar dari mulut wanita setengah baya itu.
"Terus aja Mamah ketawa. Seneng ya, lihat anaknya kayak gini." Ethan berkata dengan wajah yang sudah ditekuk.
"Ya ... gimana mama nggak ketawa. Mana ada spider-man pakai sarung? Kamu ada-ada aja deh, hahaha!" Lagi-lagi mama Inggit terbahak-bahak.
"Udah, udah. Mendingan sekarang kita berangkat yuk," ucap Amanda.
Ethan hanya bisa mengangguk dengan wajah yang lesu, sementara Mama Inggit masih bersyukur karena dia tidak diberikan kostum yang menurutnya amat sangat aneh. Masih mending dia dikasih kostum bebek daripada harus berpakaian seperti putranya.
'Sabar Ethan. Sabar. Jika istrimu tidak sedang hamil, maka dia tidak akan pernah meminta hal aneh seperti ini. Walaupun malu, tapi aku harus memasang wajah tembok.'
Seketika Ethan mengingat bahwa mereka akan keluar bersama dengan Lulu. Dia yakin jika sahabat somplak istrinya itu pasti sudah menyiapkan kostum yang tak kalah aneh dari dirinya untuk Rizal.
'Aku jadi pengen lihat bagaimana Rizal memakai kostum pemberian dari istrinya? Apa dia akan sama denganku? Amanda saja memberiku kostum seperti ini, bagaimana dengan dia?' batin Ethan merasa penasaran.
Mereka sampai di sebuah restoran, dan benar saja saat ketiganya turun menjadi pusat perhatian. Orang-orang yang ada di sana, namun seperti apa yang Ethan ucapkan di dalam hatinya, bahwa dia akan memasang wajah tembok.
Kendati tetap saja, pria itu merasa malu karena semua orang berbisik-bisik bahkan menertawakan dirinya, namun Ethan tidak perduli.
"Tuh kan, mama udah feeling pasti kita menjadi pusat perhatian. Lihat saja! Semua orang tidak ada yang tidak menatap kita. Bahkan mereka menertawakan kita," lirih Mama Inggit.
"Biar aja, Mah. Lagi pula, kita tidak menyusahkan mereka. Kita tidak merugikan mereka, dan kita pun tidak meminta mereka melakukan hal yang sama. Anggap saja ini sebuah pahala, karena sudah membuat orang lain tertawa," ujar Amanda dengan begitu entengnya.
"Pahala sih, pahala. Tapi nggak menjatuhkan martabat suamimu juga kali, sayang," gumam Ethan dengan nada yang begitu sangat lirih, sehingga tidak terdengar oleh Amanda dan juga mama Inggit.
Ketika mereka sampai di sebuah ruangan VVIP yang sudah disewa oleh Amanda dan juga Lulu, kedua netra Mama Inggit serta Ethan membulat kaget saat melihat Rizal dan Lulu yang berpakaian tak kalah nyeleneh dari mereka.
__ADS_1
'Astaga! Ini definisi bumil yang sedang ngidam anak para planet.' batin Rizal sambil menahan tawanya saat melihat Ethan.
BERSAMBUNG.....