Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Tak Sadar


__ADS_3

Ethan sampai di kantor, dia menunggu Rio untuk membawakan kabar mengenai Edward, dan tak lama pria itu pun masuk.


"Bagaimana? Kau sudah menemukan di mana sekarang pria brengsek itu berada?"


"Dia ada di cafe xxx Tuan," jawab Rio.


"Kita ke sana sekarang!" Pria itu melepas jasnya kemudian mereka berjalan keluar dari kantor untuk menuju cafe di mana saat ini Edward sedang makan siang bersama selingkuhannya.


Sepanjang perjalanan rahang pria itu mengeras dengan sorot mata yang terpancar begitu tajam, tangannya terkepal seakan sudah gatal ingin segera menonjok wajah Edward.


Sesampainya di cafe, Rio menunjukkan di mana keberadaan Edward berada. Dan saat melihat pria itu tengah menyuapi seorang wanita, seketika amarah Ethan memuncak sampai ke ubun-ubun.


Dia berjalan dengan begitu tegap dan tegas. Jika tak kasat mata, bisa dilihat ada kobaran api yang mengelilingi tubuh Ethan yaitu api kemarahan. Tangannya terkepal dengan begitu kuat, dadanya bergemuruh dengan nafas naik turun.


BUGH!


Saat berada di samping Edward tanpa aba-aba dia langsung menarik kerah baju pria tersebut, membuat Edward tersentak kaget. "Hei! kau ..." Tiba-tiba dia menghentikan ucapannya dengan tatapan membulat kaget.


Pria tersebut langsung menonjok wajah Edward, kemudian dia kembali mencengkram kerah bajunya dan menonjok hidungnya sampai patah setelah itu dia menendangnya.


"Aaaghh! Apa yang kau lakukan, hah?! Apa kau sudah gila!" bentak Edward dengan sorot mata yang begitu tajam.


Ethan mengambil kursi dan hendak dilemparkan kepada Edward, akan tetapi dia sengaja melemparkannya tepat di atas kepala Edward, jika sedikit saja meleset sudah pasti kepala pria itu bocor.


"Kau dengar ya!" Dia berjongkok di hadapan Edward sambil menatap berang ke arah pria itu. Sementara semua orang di sana merasa panik dan menjerit saat melihat keributan tersebut. "Kau adalah pria yang begitu b4djingan. Kau sudah berani melukai saudaraku, dan kau sudah berani menghamilinya tapi kau tidak mau tanggung jawab. Kau malah berselingkuh dengan dia!" marah Ethan dengan nada yang begitu dingin sambil menunjuk ke arah wanita yang saat ini tengah menggigil ketakutan.


"Aku sudah bilang, bahwa aku belum siap untuk menikahinya, tapi dia malah ngotot," jawab Edward tak kalah sarkas.

__ADS_1


BUGH!


Ethan kembali menonjok wajah pria itu. Memang dia menang dari badan, karena Edward sedikit kecil darinya. "Tapi jika kau pria yang baik, kau sudah menghamili seorang wanita seharusnya kau bertanggung jawab, tapi apa? Kau malah berselingkuh dan meninggalkannya. Asal kau tahu ya! Aku tidak akan pernah mengizinkan Viona untuk dekat kembali denganmu. Dan kupastikan hidupmu akan hancur!"


Setelah mengatakan itu Ethan pergi dari sana bersama dengan Rio. Sementara Edward berdiri dibantu oleh kekasihnya. "Aawwh! Kau pikir aku takut dengan ancamanmu, hah? Kau itu hanya berani mengancam!" teriak Edward.


Ethan menghentikan langkahnya, kemudian dia berbalik ke arah Edward dan menatapnya dengan tajam. "Kau tidak tahu siapa aku, dan kau akan segera mengetahuinya Tuan Edward!" tegasnya.


Tatapan yang begitu dingin nan tajam, membuat nyali Edward sedikit menciut. Akan tetapi dia gengsi karena di sana sedang banyak orang, apalagi beberapa dari mereka berbisik-bisik.


"Jahat banget ya. Sudah menghamili pacarnya, tapi dia malah selingkuh. Lagian tuh cewek mau aja jadi selingkuhannya? Nggak takut apa sama cowok kayak gitu? Udah berani selingkuh, biasanya akan terus mengulang," ucap salah satu pelanggan yang ada di sana.


"Kamu benar. Kalau aku sih nggak mau ya. Sudah pasti kutinggalkan. Cowoknya aja mau menghamili dan tidak mau bertanggung jawab, pria macam apa?"


"Diam kalian!" teriak Edward tidak terima. "Ayo sayang kita pergi!" tariknya kepada kekasihnya yang saat ini tengah berdiri di sampingnya.


'Itu belum seberapa pria b4djingan. Aku akan membuatmu menderita. Kamu akan tahu siapa keluarga Louise yang sebenarnya.' batin Ethan dengan nada yang begitu dingin.


Saat dia kembali ke kantor di sana sudah ada Amanda. Ethan pikir tadi wanita itu tidak akan ke sana, tetapi ternyata dia malah menyusul. "Kamu kenapa nggak bilang kalau mau ke sini, sayang? Aku pikir kamu masih di apartemen Viona."


"Aku kangen sama kamu. Lagian Viona sudah jauh lebih baik kok. Aku tadi sudah menasehatinya, dan alhamdulillah dia tidak sampai mengakhiri hidupnya." Amanda memeluk tubuh Ethan. Dia cukup khawatir tadi karena Viona berniat untuk menggugurkan kandungannya.


Mendengar hal itu tentu saja Ethan sangat terkejut dan juga cemas. "Lalu bagaimana? Apakah dia sudah jauh lebih baik, atau perlu kita membawanya ke rumah sakit?"


"Tidak usah. Aku sudah memberi pengertian kepada Viona, dan sekarang dia sudah mau melupakan Edward. Dia juga berniat untuk tidak kembali lagi pada pria itu. Jujur sih, aku tidak menyangka jika Edward berbuat jahat seperti itu kepada Viona. Padahal dia adalah wanita yang baik." Amanda duduk di pangkuan suaminya kemudian dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Ethan. "Oh iya sayang, menurut kamu apakah kita harus berbicara hal ini kepada mama dan juga orang tuanya Vio?"


"Nanti saja. Untuk kali ini waktunya tidak tepat. Kita cari waktu yang bagus ya! Oh ... kamu udah makan belum?"

__ADS_1


"Udah. Tadi sebelum ke sini aku makan di apartemennya Vio, sekalian makan sama dia juga. Sekarang aku ngantuk mau tidur." Ethan yang mendengar itu segera menggendong tubuh Amanda untuk masuk ke dalam ruangan pribadinya.


Namun, bukan hanya sekedar masuk saja, akan tetapi mereka pun melakukan pemanasan yang seharusnya dilakukan oleh suami istri hingga Ethan yang sudah tidak sabar pun mengoyak baju Amanda.


"Kamu ini jangan koyakin baju aku kenapa sih! Kayak serigala aja, senangnya nyakar-nyakar. Aku kan nggak bawa baju ganti." Wanita itu merengut dengan kesal.


Namun, seketika Ethan menaruh jadi telunjuk nya di bibir Amanda. "Ssst! Jangan merusak ketenanganku sayang. Kita nikmati dulu. Soal baju aku bisa menyuruh Rio dan juga yang lain untuk membelikannya."


Amanda hanya menurut, hingga setelah permainan selesai dia pun terkapar lemas, apalagi kehamilan yang cukup besar membuat tubuhnya semakin menggoda dan berisi di bagian titik-titik tertentu, hingga membuat Ethan selalu tidak tahan melihatnyam


Tepat jam 15.00 sore Amanda terbangun. Dia tidak menemukan adanya baju ganti di sana, akhirnya dia pun membuka lemari milik Ethan dan ada kemeja berwarna putih.


Wanita itu pun memakainya, setelah membersihkan diri kemudian dia keluar. "Sayang, aku mau--" Ucapannya terhenti saat tiba-tiba saja dia melihat ada tiga orang pria yang berada di sana sedang memandangnya tak berkedip.


Bagaimana tidak? Saat ini Amanda tengah memakai baju kemeja tanpa dalaman, ditambah dia yang sedang hamil besar membuat kemeja itu terangkat setengah paha dan tentu saja amat sangat seksi, sehingga memperlihatkan paha dan juga betis jenjangnya yang mulus.


'Oh Shiit! Kenapa dia harus keluar dengan pakaian seperti itu?' batin Ethan dengan geram.


"Apa yang kalian lihat, hah!" bentaknya kepada tiga orang pria yang saat ini tengah berada di hadapannya dan menatap ke arah Amanda. Sementara wanita itu menutup bagian bawah serta dadanya. "Tutup mata kalian! Jika tidak, akan congkel!"


Ketiga pria itu pun langsung menutup matanya termasuk juga Rio. Mereka tidak berani untuk membantah, sementara Ethan langsung mengambil jasnya dan melilitkannya di pinggang Amanda lalu menggendongnya kembali ke dalam kamar.


'Astaga! Kenapa wanita hamil begitu menggoda?' batin Rio, 'aku ini pria normal. Untung saja dia istrinya Bos, jika tidak ... Haiiissh! Apa yang ku pikirkan? Ayolah Rio ... apa kau mau nyawamu berada di tangan bosmu sendiri?' Dia bergidik ngeri sambil memejamkan matanya.


BERSAMBUNG.....


Lagian si Ethan kebangetan daah, bininya kagak d beliin baju🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2