
Happy reading....
Amanda sama sekali tidak menghiraukan kode bisikan dari Ethan. Dia berpikir mungkin saja pria itu tengah menggoda dirinya, dan itu malah dimanfaatkan oleh Amanda.
"Dengar ya Fitri! Mungkin kemarin kamu boleh mengambil Mas Darius dariku, tapi sekarang tidak. Lagi pula, apa kamu tidak malu? Kamu ingin merebut pria milik orang lain lagi? Kamu ingin membuat namamu semakin tercoreng?" Amanda menatap sinis ke arah wanita yang pernah menjadi adiknya.
"Diam kamu!" bentak Fitri dengan geram.
"Baiklah, gini saja ..." Amanda melepaskan tangannya dari leher Ethan, kemudian dia melipatnya di depan dada.
"Semua ... permisi! Mama! Papa! Alea! Haris! Mas Darius! Sini semuanya kumpul!" teriak Amanda memanggil semua orang yang ada di sana.
Semua pun kumpul, termasuk para pelayan dan ada beberapa tamu yang ikut menatap juga ke arah Amanda.
Ethan menautkan alisnya, dia bingung apa yang akan dilakukan calin istrinya. Sementara Fitri juga tak kalah bingungnya, kenapa Amanda memanggil semua orang untuk berkumpul.
"Ada apa, Nak? Kok kamu nyuruh kami berkumpul?" tanya Tante Dina dengan wajah yang kebingungan.
"Begini loh, Mah, semuanya. Tadi aku itu mergokin Fitri lagi menghasut calon suamiku, agar dia tidak jadi menikahiku, dan dia mau merebut Mas Ethan dariku," ucap Amanda sambil melirik ke arah Fitri.
Wajah wanita itu terlihat begitu tegang, dia tidak menyangka jika Amanda akan mempermalukan dirinya. "Tidak! Bohong Mah, Pah, Mas Darius. Aku tidak pernah sekalipun untuk merebutnya dari Amanda. Aku hanya menanyakan, apakah Tuan Ethan serius dengan kak Amanda? Sedangkan dia wanita mandul kan?" Fitri mencoba untuk membela dirinya, padahal raut wajahnya saat ini sudah panik.
Darius mengepalkan tangannya, dia percaya jika Fitri pasti melakukan itu dan Amanda pasti berkata jujur. Sebab Dariua sudah hafal watak dan sifat Fitri.
"Lagi pula, mana ada sih maling mengaku? Kalau maling ngaku, sudah pasti penjara penuh?" Sindir Amanda lagi.
"Diam kamu! Dasar wanita mandul! Tutup mulut busukmu ya! Aku tidak pernah melakukan itu!" bentak Fitri dengan emosi, kemudian dia berjalan ke arah Darius lalu mengapit lengannya. "Mas, aku tidak pernah melakukan apa yang dia tuduhkan. Itu semua fitnah!"
"Aku memfitnah dirimu? Untuk apa? Tidak ada gunanya!"
"Memang kamu masih dendam kepadaku, gara-gara Mas Darius memilihku daripada kamu! Iya kan?" Fitri melihat Amanda dengan tatapan mengejek.
Sementara Amanda hanya tertawa saja saat mendengar ucapan dari wanita itu. Dan Tante Dina serta Om Samuel saling melirik satu sama lain.
__ADS_1
"Nak, apa benar yang kamu katakan?" tanya om Samuel.
"Untuk apa aku bohong, Pah? Mas Ethan sendiri kok saksinya. Dia dihasut sama Fitri, berkata kalau aku ini wanita mandul, sedangkan jelas-jelas berobat ke dokter dan periksa kandungan hasilnya sehat bukan? Hanya saja, memang dulu Allah tidak mengizinkan aku mengandung benih Mas Darius, karena mungkin ya itu ... dia bermain api di belakang dengan adikku. Dan kamu Mas Ethan! Aku mau nanya, kamu pilih aku atau dia? Kalau kamu memang memilih dia, silahkan saja! Aku akan dengan sukarela melepaskan kamu!" Amanda berkata dengan enteng.
Sementara Ethan yang mendengar itu pun menganga dengan tatapan membulat, dia tidak percaya jika Amanda bisa berkata seperti itu kepada dirinya.
Bagaimana mungkin bisa Amanda meminta dirinya untuk memilih antara dia dan juga si Fitri? Sudah pasti Ethan akan memilih Amanda, sebab Ia adalah calon istrinya.
"Ayo Mas, kenapa kamu diam aja?" tanya Amanda kembali saat melihat keterdiaman calon suaminya.
"Kamu kenapa bertanya seperti itu, sayang? Sudah pasti aku akan memilihmu. Tidak mungkin aku memilih dia! Sudah bersuami, dan dia bukan tipekal aku, mudah menggoda pria lain. Aku tidak mau dengan tipe wanita seperti itu! Kamu jauh lebih hebat, martabatmu sebagai seorang wanita itu derajatnya tinggi. Kamu mampu mempertahankan harga dirimu, dan itu yang membuat aku jatuh cinta kepadamu!" tutur Ethan dengan intonasi yang tegas.
Darius menatap tajam ke arah istrinya, sedangkan Fitri menggelengkan kepala dengan wajah yang sudah dilanda kepanikan.
"MEMALUKAN!" geram Darius dengan marah.
Beberapa tamu di sana berbisik-bisik, membuat Darius malu, kemudian dia pergi dari sana masuk ke dalam kamar diikuti oleh Fitri. Tapi sebelum wanita itu pergi dia menatap tajam penuh dendam ke arah Amanda, dan wanita tersebut hanya menanggapinya sambil tersenyum miring.
Dia tidak menyangka jika Fitri bisa semurahan itu dan bisa selicik itu. Padahal saat ini Fitri dan Darius sedang mempunyai bayi, tapi wanita tersebut malah jelalatan ke sana ke sini.
"Sudah lah Ma. Emang dasarnya sudah pelakor, ya pelakor. Mau diapain juga sifatnya bakalan seperti itu terus. Tidak bisa melihat kebahagiaan orang lain. Semoga kamu tidak bersifat seperti itu ya sayang," ucap Haris sambil mengusap perut Alea dan mengecup keningnya.
Wanita itu hanya tersenyum canggung dengan raut wajah terpaku, sebab perhatian Haris selama ini membuatnya sedikit terlena.
Akan tetapi, Alea tahu perhatian yang Haris berikan tidak tulus, semata-mata hanya untuk di depan orang tuanya saja. Di belakang orang tuanya, pria itu masih bersikap dingin.
"Sudah, biarkan saja. Yang pasti Nak Etha jangan pernah ya kamu sedikitpun berpaling dari Amanda! Om hanya ingin berpesan. Dia adalah wanita yang baik, wanita tangguh, jangan pernah kamu menyakitinya, seperti layaknya Putra Om yang sudah menyakiti hati Amanda! Dan jangan menyia-nyiakannya. Sekarang sudah pasti dia sangat menyesal." Om Samuel menepuk pundak Ethan.
"Om tenang saja! Saya tidak akan pernah menyakiti Amanda. Karena jika saya sudah jatuh hati pada satu wanita, saya akan memperjuangkannya, bahkan apapun yang dia minta akan saya berikan, sekalipun itu nyawan!" jawab Ethan sambil menatap hangat ke arah.
Membuat wanita itu tersipu malu, karena tatapan pria itu memancarkan rasa cinta. Namun hatinya menghangat, darahnya berdesir saat mendengar jawaban yang begitu mengharukan dari Ethan.
.
__ADS_1
.
Setelah beberapa saat, Amanda dan Ethan pun pulang, karena hari juga sudah sore. Keduanya menaiki mobil, namun arahnya tidak menuju rumah Amanda.
"Loh sayang, ini mau ke mana?" tanya Amanda dengan bingung.
"Nanti juga kamu akan tahu," jawab Ethan sambil mengusap pipi Amanda dengan lembut.
Ternyata mobil dibelokan ke kediaman orang tua Ethan, di mana Tante Inggit sengaja tadi mengirimkan pesan kepada putranya agar membawa Amanda pulang. Karena dia ingin sekali makan malam bersama calon menantunya.
"Tante." Amanda mencium tangan tante Inggit.
"Tante tadi mengirim pesan kepada Ethan, supaya dia membawa kamu ke sini. Sebab tante tuh udah masak banyak banget," jawab Tante Inggit, kemudian dia mengajak Amanda untuk masuk dan menggandeng tangannya.
Ethan yang melihat itu pun merasa cemburu, karena yang digandeng adalah Amanda, sedangkan dia adalah putranya dan malah diacuhkan.
"Mah! Kok Amanda aja sih yang digandeng? Aku juga dong!" teriak Ethan tidak terima.
"Kamu itu sudah besar, lelaki harus mengalah. Wanita itu maha benar dan maha menang," jawab Tante Inggit dan langsung dibalas kekehan oleh Amanda.
Setelah makan malam selesai, Jam menunjukkan pukul 20.00. Amanda belum pulang, karena dia baru selesai membuat brownies coklat bersama dengan tante Inggit.
Saat ini dia sedang berada di ruang tv bersama dengan Ethan, menonton drama kesukaannya.
"Sayang, kamu kenapa tadi menggoda aku? Kamu tahu nggak! Gara-gara godaan kamu, sudah membangunkan sesuatu di dalam tubuhku," bisik Ethan.
Amanda tertegun, kemudian dia melirik ke arah samping di mana saat ini Ethan Tmtengah menatapnya dengan lekat nan dalam.
"Maksud kamu?" tanya Amanda dengan bingung.
BERSAMBUNG....
Nah looh, di tagih kan🤣🤣
__ADS_1