Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Datang Ke Acara 4 Bulanan Alea


__ADS_3

Happy reading.....


Hari ini Amanda akan pergi ke acara 4 bulanannya Alea di rumah Tante Dina dan juga Om Samuel, mantan mertuanya.


Wanita itu keluar dan menuju ruang tamu, di mana saat ini Ethan sudah menunggunya. Karena Amanda sudah janjian bersama dengan Ethan.


Dia memakai gamis berwarna hijau botol dengan pashmina yang dipadu warna ekspreso, membuatnya terlihat begitu cantik dan memukau.



"Wah! Calon istriku cantik sekali," puji Ethan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan menggoda, kebiasaan. Ayo nanti kita keburu telat!" ajak Amanda, kemudian dia berpamitan kepada tante Anjani dan juga Om Umar.


"Mama titip salam aja ya buat Tante Dina sama Om Samuel. Maaf Mama dan Papa tidak bisa datang."


"Iya nggak papa, nanti Amanda sampein. Ya sudah, kalau gitu kita berangkat dulu ya Mah. Assalamualaikum." Kemudian Amanda dan juga Ethan berjalan keluar dari rumah memasuki mobil.


Saat sedang dalam perjalanan, Ethan menghentikan mobilnya di pinggir jalan, membuat Amanda seketika menatapnya dengan heran.


"Ada apa? Apa ban mobilnya kempes?" tanya Amanda dengan tatapan bingung.


Ethan menggelengkan kepalanya, kemudian dia membuka dasbor mobil dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah yang berbentuk hati.


Melihat itu kedua alis Amanda bertaut heran dan saat Ethan membukanya wanita tersebut menutup mulut dengan tatapan membulat saat melihat kalung yang begitu sangat cantik, ditambah di tengahnya ada sebuah bandul.



"Ini kalung siapa?" tanya Amanda sambil menatap ke arah Ethan.


"Aku sengaja memesannya untukmu, dan ini untuk calon istriku, Nyonya Louise."


Mendengar itu Amanda semakin terkejut, dia sangat yakin jika kalung yang saat ini berada di hadapannya harganya sangat mahal. Dia saja belum tentu bisa untuk membelinya.


"Tapi ini pasti harganya sangat mahal? Aku--"

__ADS_1


"Jangan menolak! Jika kamu menolak, aku akan sangat sedih. Ini aku belikan khusus untukmu. Bagiku tidak ada yang mahal untuk calon istri dan wanita yang spesial di hatiku," ucap tulus Ethan.


Kemudian dia memasangkan kalung itu pada leher Amanda, dan wanita itu mengangkat sedikit jilbabnya.


"Cantik! Sangat pas untukmu." puji Ethan sambil mengusap pipi Amanda dengan lembut.


Kemudian mobil kembali melaju untuk menuju kediaman mantan mertua Amanda, dan setelah menempuh jarak beberapa saat, mereka pun sampai dan di sana. Amanda melihat ada mobilnya Darius.


Wanita itu terdiam, apalagi saat dia mengingat pertengkaran Darius dan Fitri kemarin di cafe, membuatnya merasa ragu untuk turun.


"Kenapa sayang?" tanya Ethan saat melihat Amanda hanya diam saja.


"Tidak apa-apa."


"Kamu tidak siap bertemu dengan dia?" tebak Ethan.


Entah kenapa dia meyakini jika Amanda merasa ragu untuk turun karena melihat mobilnya Darius, dan mendengar itu Amanda menggelengkan kepalanya. Kemudian mereka pun turun.


Ethan memberikan lengannya untuk digandeng oleh Amanda, dan wanita itu pun mengerti lalu dia mengalungkan tangannya di lengan kekar pria tersebut. Mereka pun masuk ke dalam dan di sana sudah ada beberapa tamu yang datang.


"Waalaikumsalam, ya ampun sayang, mama menunggu kamu loh dari tadi. Ternyata kamu datang juga, mama kira kamu nggak bakalan datang?" Tante Dina memeluk tubuh Amanda.


Walaupun wanita itu sudah tidak menjadi menantunya lagi, akan tetapi Tante Dina masih sangat menyayangi Amanda, karena baginya Amanda adalah wanita yang sudah disia-siakan oleh Darius.


"Ya pasti datang dong, Mah. Masa nggak datang? Oh iya, Aleanya mana?"


"Itu dia!" tunjuk Tante Dina pada Alea yang baru datang bersama dengan Haris.


"Selamat ya untuk pernikahan kalian! Dan ini aku ada sedikit oleh-oleh dan hadiah untuk calon baby-nya. Maaf kemarin tidak datang ke acara pernikahan kalian." Amanda memeluk tubuh Alea.


"Iya tidak apa-apa, Mbak. Terima kasih ya," jawab Alea dengan tulus.


Dia baru pertama kali bertemu dengan Amanda. Selama ini Alea hanya mendengar cerita Amanda dari Tante Dina saja, di mana mertuanya selalu membicarakan kebaikan Amanda dan juga sikap lembutnya.


Alea juga sudah mengetahui tentang apa yang sudah terjadi kepada Amanda, dan dia tahu apa yang dirasakan wanita itu.

__ADS_1


"Oh iya, ini siapa? Kayaknya Mama pernah ketemu ya, tapi lupa." Tante Dina melirik ke arah Ethan.


Mendengar itu Ethan pun mengulurkan tangannya "saya Ethan Louise, Tante, calon suaminya Amanda."


"Oh ... kamu calon suaminya? Wah! Selamat ya. Tante senang sekali karena melihat Amanda sudah mendapatkan pengganti Darius." Tante Dina melirik ke arah putranya yang saat ini sedang meminum minuman di samping papanya dengan wajah yang masam. "Lalu kapan kalian akan menikah?" sambungnya lagi.


"Insya Allah dua minggu lagi, Tante."


"Wah! 2 minggu lagi? Tapi undangannya belum nyebar loh?" seru Tante Dina yang terlihat sedikit kaget.


"Iya Tante, undangannya satu minggu lagi baru akan dibagikan," jawab Ethan.


Fitri yang baru saja kembali dari dapur seketika menatap kaget saat melihat Ethan, di mana pria itu selama ini yang ia cari. Dan sekarang seperti mendapatkan sebuah angin segar, di mana Ethan datang dengan sendirinya.


'Ya ampun! Ternyata semesta lagi berpihak kepadaku. Selama ini aku mencari si tuan tampan, dan ternyata dia datang sendiri ke sini.' batin Fitri sambil tersenyum bahagia.


Tapi seketika dia merasa kaget saat tiba-tiba saja mendengar jika Ethan adalah calon suami Amanda, dan itu membuatnya sangat kesal.


'Aku nggak peduli, mau dia calon suaminya Kak Amanda kek, atau bukan. Aku akan tetap merebutnya! Mas Darius sekarang sudah tidak bisa diandalkan, dan bagaimana bisa aku merebut pria itu dari Kak Amanda? Pokoknya aku harus bisa!' batin Fitri dengan tekad.


Acara pun dilangsungkan, di mana tidak terlalu banyak tamu yang diundang, sebab takutnya nanti akan menjadi bahan pergunjingan. Ditambah sedari tadi Darius terus saja menatap ke arah Amanda.


Dasanya dia tidak rela jika melihat wanita itu bersanding dengan pria lain. Apalagi setelah dia berpisah dengan Amanda, wanita tersebut terlihat semakin cantik.


Auranya begitu berbeda dengan Fitri, di mana Amanda semakin menawan dan enak dipandang. Sementara Fitri selalu membuatnya jengah dengan sikap marah-marah yang selalu ia tunjukkan.


'Jangan-jangan Amanda ingin bercerai dariku karena pria itu? Mentang-mentang dia lebih kaya dariku, dan Amanda mau dengannya?' batin Darius menerka-nerka.


Sementara Amanda merasa tidak nyaman saat sedari tadi Darius terus saja menatap ke arahnya. Dia mencoba mengalihkan pandangan agar tidak bersih bobrok dengan mantan suaminya.


Fitri yang melihat Darius terus saja menatap ke arah Amanda merasa geram, kemudian dia mencubit pinggang Darius, hingga membuat pria itu seketika menoleh dengan kesal.


"Jaga mata kamu ya Mas! Jangan macam-macam. Ingat! Kamu itu sama Kak Amanda sudah berpisah dan dia sebentar lagi akan menikah, paham!" gertak Fitri.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2