Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Tahu Tentang Apa?


__ADS_3

Happy reading....


Haris turun ke lantai bawah dengan segala pertanyaan yang ada di dalam benaknya tentang sepatu itu.


'Tidak mungkin jika istriku dan juga kakakku sendiri mempunyai hubungan gelap? Tidak mungkin juga mereka serendah itu?' batin Haris untuk tidak berpikiran yang bukan-bukan terhadap istrinya.


Saat sampai di lantai bawah, Haris menatap Fitri saat wanita itu mengantar dirinya sampai teras.


"Sayang, kamu kenapa sih ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Fitri dengan heran.


"Tidak. Sebenarnya ada yang ingin aku---" Ucapan Haris terhenti saat tiba-tiba saja ponselnya berdering, dan ternyata itu dari asistennya yang mengatakan jika ia harus segera ke kantor karena sebentar lagi ada meeting.


"Tidak apa-apa sayang, aku ke kantor dulu ya," ucap Haris sambil mengecup kening Fitri dengan lembut. Kemudian dia mengecup perut istrinya. "Sayang, Papa pergi ke kantor dulu ya. Kamu jangan nakal-nakal di dalam perutnya mama."


Darius juga baru saja keluar bersama dengan Amanda, dan dia melihat pemandangan itu pun merasa geram. Kemudian tatapannya bertabrakan dengan Fitri.


Sementara Amanda melihat ke arah tatapan sang suami. Dia dapat melihat jika Darius tengah cemburu saat tiba-tiba saja melihat adegan yang begitu romantis.


"Mas, apa kamu tidak iri dengan Haris dan juga Fitri? Aku kan juga pengen tahu, kamu mencium perutku seperti itu," ucap Amanda dengan manja.


"Iya sayang, kita kan juga lagi berusaha," jawab Darius sambil mengacak rambut Amanda dengan gemas. Padahal saat ini hatinya tengah bergemuruh karena menahan rasa cemburu.


'Jika saja kamu tahu Haris, kalau anak yang ada dalam kandungan Fitri bukanlah darah dagingmu, tetapi aku.' batin Darius


Kemudian ia pun pamit kepada Amanda, begitu pula dengan Haris. Dan saat Fitri akan masuk ke dalam rumah, tiba-tiba saja Amanda menghentikan langkahnya, membuat wanita itu menatap ke arah dirinya.


"Iya, kenapa Kak?" Tanya Fitri.


Amanda tidak menjawab. Dia berjalan mendekat ke arah Fitri, kemudian menatap ke arah perut wanita itu, membuat Fitri merasa keheranan. Namun juga saat ini jantungnya berdetak dengan kencang, karena dia melihat tatapan kakaknya sangat berbeda.

__ADS_1


'Aduh! Kenapa Kak Amanda menatapku seperti itu ya?'


"Kenapa sih Kak, ngeliatin aku kayak gitu banget?" tanya Fitri dengan heran.


"Tidak apa-apa," jawab Amanda. Kemudian dia mendekat dan menatap kedua netra adiknya dengan serius, membuat Fitri semakin gelisah. Dia merasa seperti seorang tersangka yang sedang diinterogasi oleh Polisi, karena tatapan Amanda begitu mengintimidasi.


Melihat kegelisahan sang adik Amanda tertawa dalam hati, kemudian dia melengos begitu saja pergi meninggalkan Fitri yang terbengong melihat sikapnya.


"Aneh banget itu orang. Nggak bicara apa-apa tapi malah melihat aku kayak begitu banget, sampai jantungku mau copot," gumam Fitri sambil mengusap dadanya.


.


.


Amanda saat ini tengah berada di butik, sementara Lulu belum sampai. Dia tengah duduk sambil memangku laptopnya mengumpulkan bukti-bukti tentang perselingkuhan suaminya, memutar video yang menjijikan antara adik dan suaminya sendiri.


"Ya ampun! Masih aja lo liat video menjijikan itu," ujar Lulu sambil duduk di samping Amanda yang baru saja datang.


Kemudian dia menyalin bukti-bukti tersebut ke dalam flash disk dan menaruhnya di laci butik, karena Amanda tidak mau jika nanti dibawa ke rumah dan ketahuan oleh Darius.


"Gue merasa jika di sini tidak aman deh," ujar Lulu


"Kenapa begitu?"


"Iya entah kenapa, feeling gue ya dari kasus-kasus yang gue pelajari, entah itu dari sinetron atau dari novel-novel atau apapun itu dunia nyata, biasanya saat lo mengatakan lo punya bukti pasti Darius akan mencari bukti itu. Dan gue rasa di sini bukan tempat yang tepat untuk menyembunyikan bukti itu," jelas Lulu.


"Lalu, gue harus menyimpannya di mana dong?"


"Sini biar gue bawa aja ke rumah. Di rumah gue pasti akan aman kok, nggak akan berani Darius ke rumah gue. Lagian nggak bakalan kepikiran juga, jadi lo tenang aja!"

__ADS_1


Mendengar itu Amanda mengangguk, apa yang dikatakan Lulu memang benar. Bisa jadi nanti Darius malah mencari buktinya ke butik, jadi alangkah baiknya jika di rumah Lulu barang bukti Itu disimpan..


"Oh ya. Gue heran deh, kenapa sih tadi pagi li malah nyudahin drama itu? Padahal lagi seru-serunya tahu, sebentar lagi mereka itu akan mengaku." Lulu menghela nafasnya dengan kasar, sambil menghempaskan tubuhnya di kursi di dekat meja kerjanya.


Amanda bangkit dari duduknya kemudian dia berjalan ke arah jendela, menatap pagi yang terlihat mendung, karena akhir-akhir ini cuaca juga sedang tidak baik-baik saja dan tidak menentu seperti perasaannya.


"Ya, sejujurnya gue juga mau membongkarnya tadi pagi. Tapi lo kan tahu, rencana kita itu seperti apa? Sebelum kebenaran itu meledak, maka kita harus memberi pelajaran pada dua penghianat itu," jelas Amanda.


Akhirnya Lulu pun menganggukkan kepalanya, dia tahu bahwa ini semua tidaklah mudah bagi Amanda, dan dia salut pada wanita itu karena tegar dalam menghadapi ujian rumah tangga yang Lulu rasa terlalu berat bagi seorang istri, di mana seorang suami malah menghianati pernikahan mereka yang sudah dijalin selama 5 tahun.


"Gue akan selalu ada di belakang lo, dan mensupport apapun keputusan lo. Jadi lo jangan merasa kalau sendirian ya," ujar Lulu sambil memeluk tubuh Amanda.


.


.


Sementara di kantor, Haris baru saja selesai meeting dan dia saat ini sedang berada di ruangannya. Namun pikiran pria itu tertuju kepada sepatu yang ada di kamarnya.


"Masa iya sih Kak Darius memberikan sepatu itu kepada istriku? Tapi waktu itu dia bilang kalau sepatunya akan diberikan kepada Kim," gumam hari sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di atas meja.


Dia tidak ingin berpikiran negatif kepada istri dan juga kakaknya, namun entah kenapa perasaan Haris pun tidak enak. Walaupun sudah berusaha keras ia menyingkirkan perasaan dan prasangka itu.


Kemudian Haris menelpon Fitri dan mengajaknya untuk makan siang, karena ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan olehnya.


Haris bukanlah tipekal cowok yang memendam sebuah pertanyaan dalam benaknya, karena dia lebih suka untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan cepat tanpa harus menunda-nunda. Jadi Haris mengajak Fitri untuk makan siang bersama di luar, karena dia ingin menanyakan perihal sepatu itu biar semuanya jelas dan Haris tidak berpikiran yang negatif terhadap istrinya.


Sementara di tempat lain, di kediaman orang tua Harris, saat ini Fitri tengah duduk di ruang tamu dan dia baru saja menerima telepon dari suaminya.


"Kira-kira apa ya yang akan dikatakan oleh Mas Haris ya? Terdengar dari suaranya sepertinya sangat serius. Apa ini ada hubungannya dengan perihal tadi pagi? Aduh! Jangan sampai mas Haris dan juga kedua mertuaku tahu yang sebenarnya," gumam Fitri dengan lirih.

__ADS_1


"Tahu tentang apa?" tanya seseorang di balik punggung Fitri, dan membuat wanita itu seketika langsung berbalik dan membulatkan matanya saat mengetahui siapa orang tersebut.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2