
Amanda mengangguk dengan senyum dan mata yang sudah berembun. Dan melihat anggukan sang istri, tentu saja seketika Ethan meloncat. Dia langsung memeluk tubuh erat Amanda.
"Sayang, kamu nggak lagi nge-prank aku kan? Ini serius kan?" Terlihat raut wajah haru, bahagia dan ketidakpercayaan, semua menjadi satu.
Amanda kembali mengangguk. Dia seakan tidak bisa mengeluarkan kata-kata, karena rasa bahagianya menguar begitu sangat dalam, sehingga hanya untuk berkata saja Amanda tidak sanggup.
"Ya Allah ... terima kasih ya Allah!" teriak Ethan, sehingga membuat beberapa pelanggan yang ada di restoran tersebut menatap ke arahnya. Tetapi Ethan tidak perduli, karena saat ini perasaannya teramat sangat bahagia.
Bagi seorang laki-laki tidak ada hal yang membahagiakan sebagai seorang suami selain kehamilan sang istri, karena dalam pernikahan, itulah gang dinanti. Tapi walaupun Amanda belum hamil, akan tetapi bagi Ethan tidak masalah, karena baginya Amanda akan tetap menjadi ratu di dalam hidupnya.
Anak adalah sebuah Anugerah, dan Etha tidak ingin memaksakan itu. Dia menyerahkan dan memasrahkan semuanya kepada yang di atas.
"Ethan, sebenarnya ada apa ini?" tanya Tante Anjani, "kenapa kamu harus bahagia itu? Apa yang membuatmu sampai berteriak, sehingga membuat semua orang yang ada di sini seketika menatap ke arah kita?" bingungnya.
"Iya, Ethan, ada apa?" tanya om Umar ayahnya Amanda.
"Bagaimana aku tidak senang Mah, Pah? Kalian lihat sendiri!" Ethan menyerahkan kotak tersebut namun dia masih tetap memeluk erat tubuh Amanda, kemudian mengecup keningnya beberapa kali, hingga ke pipi, hidung, kedua mata dan terakhir bibirnya.
Semua orang terpaku saat melihat perlakuan Ethan. Hanya gelengan kepala yang bisa mereka lakukan saat melihat tingkah kebucinan pria tersebut.
PLETAK!
Mama Inggit menjitak kepala Ethan, karena dia sangat malu dengan perilaku putranya yang selalu nyosor walaupun di tempat umum. "Apa kau tidak punya mata? Apa tidak punya malu? Ini tempat umum. Lihat! Di sini ada kedua mertuamu, bahkan ada Tante Dina dan juga Om Samuel, tapi kau main nyosor saja."
"Aku tidak peduli, Mah. Yang kurasakan sekarang hanyalah dunia saat ini berada di dalam genggamanku. Janya milikku dan juga Amanda." Ethan kembali mengecup pipi Amanda dengan gemas.
Sementara wanita itu hanya menunduk malu. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus yang baru saja diangkat, terlihat begitu merah. Bahkan blush on yang dia pakai secara tipis dikalahkan oleh rasa malunya.
Mama Dina sangat penasaran apa yang membuat Ethan sebahagia itu, kemudian dia mendekat ke arah tante Anjani dan melihat kotak tersebut. Alangkah terkejutnya mereka berdua, matanya membulat kemudian menatap ke arah Amanda dengan lintangan air mata saat melihat tespek yang bergaris dua dengan foto USG.
__ADS_1
"Sayang, kamu hamil?" kaget tante Anjani yang tidak percaya bahwa sebentar lagi dia akan memiliki cucu dari Putri kandungnya.
"Iya Mah." Akhirnya Amanda bisa menjawab, tetapi terdengar suaranya bergetar karena menahan haru.
Papa Samuel dan juga Om Umar seketika melihat kotak itu juga, dan mereka langsung terlonjak bahagia sambil berpelukan. Namun seketika wajah Papa Samuel mendadak menjadi sedih.
'Andai saja dulu Amanda hamil oleh Darius, tentu saja kebahagiaanku berkali-kali lipat. Tapi sekarang melihat dia bahagia saja aku sudah sangat bahagia.'
"Selamat ya sayang! Mama ikut senang sekali, akhirnya kamu bisa hamil dan bisa merasakan bagaimana mengandung. Mama selalu mendoakan kesehatan kamu dan juga janin yang ada di dalam perutmu," ucap Mama Dina.
"Terima kasih Mah, aku juga nggak nyangka."
Tante Anjani segera mendekat ke arah Amanda kemudian dia memeluk erat tubuh wanita itu, menangis dalam dekapan karena kabar ini yang sudah ditunggu-tunggunya sejak lama, dan tentu saja saat mengetahuinya tante Anjani tidak bisa menahan air matanya.
"Anak mama ... kesayangan mama ... akhirnya kamu bisa hamil. Mama sangat bahagia sekali, karena ini yang kamu nantikan sejak lama. Mama sudah bilang kan, bahwa kebahagiaan pasti akan menyertaimu. Sekarang kamu tidak boleh capek-capek! Kamu tidak boleh makan makanan pedas dan tidak boleh mengerjakan yang berat-berat. Ini adalah cucu pertama mama, jadi Mama tidak ingin terjadi apa-apa dengannya!"
"Betul itu. Mama setuju dengan ucapan mamamu," timpal Mama Inggit, "kamu tidak boleh kelelahan. Semua pekerjaan harus dikerjakan oleh pelayan, dan kamu hanya boleh tidur, makan dan tidak boleh mengerjakan apapun! Maupun itu nyapu, ngepel atau bersih-bersih meja."
"Tidak!" ucap Mama Inggit, tante Anjani, Om Umar, Mama Dina dan juga Papa Samuel serempak.
Mereka seakan kompak agar Amanda tidak melakukan hal yang bisa membahayakan janinnya, dan melihat itu Amanda segera melirik ke arah Ethan, sementara pria itu hanya terkekeh kecil.
"Kalian semua ini kompak sekali ya meminta aku hanya makan dan tidur saja? Lama-lama badanku bisa seperti buntelan kasur," kelakar Amanda.
"Tidak masalah, jika itu untuk kebaikanmu," timpal papa Samuel.
Mama Dina menggenggam tangan Amanda dia menatap sendu ke arah wanita itu, karena sangat bahagia mendengar kabar yang tentu saja membuatnya sangat syok.
"Mama ikut senang ya, Nak, karena akhirnya keinginanmu tercapai. Jujur ... Mama memang sedih karena dulu Darius sudah mengkhianatimu, dan mungkin saja memang itu yang menjadi penyebab Allah tidak memberikan kalian keturunan. Tapi, Dia melihat bahwa kamu bahagia bersama dengan Ethan, makanya Allah memberikan kepercayaan untuk kamu mengandung."
__ADS_1
Amanda menitikan air mata. Dapat ia lihat dari kedua netra mantan mertuanya tersebut jika kesedihan begitu dalam, namun Amanda tidak bisa untuk memutar waktu.
"Mah, itu kan hanya masa lalu. Aku sudah memaafkan Mas Darius ataupun Fitri. Sekarang aku lagi hamil, dan aku ingin fokus pada keluargaku dan juga bayi ku. Aku tidak ingin menyimpan dendam kepada siapapun, dan aku percaya kok Mah, Mas Darius dan juga Fitri pasti bisa berubah. Boleh aku meminta sesuatu kepada Mama dan Papa?"
"Apa itu, Nak?"
"Aku mau Mama dan Papa memaafkan Mas Darius dan juga Fitri. Kalian harus bisa menerima mereka kembali. Kalau bisa, tidak masalah jika Fitri dibawa ke rumah kembali. Kasihan dia Mah, sudah tidak mempunyai kaki. Apa kita akan sejahat itu memberikan hukuman kepada mereka? Allah saja maha pemaaf," ucap Amanda dengan nada yang bijak.
Papa Samuel dan juga mama Gina saling berpandangan, mereka benar-benar kagum dengan pribadi Amanda yang begitu dewasa dan bijak dalam menangani masalah. Bahkan wanita itu sudah disakiti beberapa kali oleh Darius, bahkan rasa sakitnya sangat amat dalam, akan tetapi Amanda sama sekali tidak memiliki dendam kepada keduanya.
"Sungguh sangat mulia hatimu, Nak. Mama dan Papa tidak akan pernah menemukan wanita sepertimu lagi. Tapi jika itu permintaanmu, papa akan kabulkan," jawab Papa Samuel.
"Serius Pah?" Dan langsung dibalas anggukkan oleh pria tersebut. "Serius. Papa akan mengabulkan apapun permintaan kamu, iya kan Mah?" Pria itu menatap ke arah sang istri, dan langsung dibalas anggukkan oleh Mama Dina.
"Terima kasih ya Ma, Pa!"
"Kami yang seharusnya berterima kasih kepadamu, karena kamu selalu memikirkan orang lain tanpa memikirkan rasa sakit yang ada di hatimu. Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan kepadamu." Mama Dina mengusap pipi Amanda dengan lembut, "tapi bolehkah mama dan papa juga meminta sesuatu?" tatapannya mengarah kepada Ethan.
"Apa itu, Mah?"
"Mama dan Papa boleh kan masih menganggap kamu sebagai putri kami?" ujar Mama Dina. Dia menatap ke arah Ethan, "Nak, Amanda sudah mama anggap sebagai Putri mama. Jadi jangan pernah pisahkan kami! Sekarang Amanda lagi hamil, jadi boleh kan Mama juga memberikan perhatian kepadanya?"
Mendengar hal itu tentu saja Ethan langsung setuju. Dia tidak akan melarang jika seseorang menyayangi istrinya, karena semakin banyak orang yang menyayangi Amanda, maka semakin bahagia hati wanita itu.
"Tidak apa jika kalian memang menyayangi Amanda. Aku tidak akan melarang, karena bagiku Amanda memang pantas mendapatkannya."
Semua tersenyum lega saat mendengar jawaban Ethan. Akhirnya mereka pun mengobrol tentang seputar kehamilan, dan Amanda juga meminta petuah dari mama Dina, Mama Inggit dan tante Anjani.
"Tidak perlu kamu melakukan itu!" ujar seseorang mengagetkan semua yang ada di sana. Bahkan tawa Amanda dan semuanya terhenti. Seketika menoleh ke arah samping, dan mereka cukup terkejut saat mendapati siapa yang saat ini tengah berdiri di hadapan mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
Hayoo siapa tuh😅😅