
Happy reading....
"Oh, jadi ini alasanmu membongkar semuanya. Ternyata kau sudah mempunyai pria lain," ucap seseorang.
Amanda dan juga pria tersebut menengok ke arah samping, dan ternyata di sana ada Darius yang baru saja membeli makanan untuk Fitri di rumah sakit.
Dia kaget saat melihat Amanda tengah duduk bersama dengan seorang pria. Entah kenapa Darius merasa tak suka dan juga tak relax saat melihat Amanda makan siang bersama dengan pria lain.
"Mas Darius!" kaget Amanda, kemudian dia berdiri lalu menatap ke arah Darius yang sedang menenteng makanan.
"Oh, jadi seperti ini. Kamu memperlemahkanku di hadapan umum, dan ternyata kamu di sini yang berselingkuh dan mempunyai pria lain, iya!" bentak Darius sambil menatap tajam ke arah Amanda.
Amanda yang mendengar itu pun menjadi geram, kemudian dia menampar wajah Darius dengan keras, karena tentu saja Amanda tidak terima semua kesalahan Darius dilimpahkan kepadanya.
"Kamu yang berselingkuh, tapi sekarang melimpahkan semuanya kepadaku? Apa kamu melihat aku dan dia berciuman? Aamu melihat kami bermesraan? Dengar ya! Dia adalah klienku di butik, jadi jangan pernah menuduh sembarangan tanpa bukti!"
"Halah! Ngeles aja kamu. Jelas lah sekarang kamu sudah tertangkap, jadi kamu mempunyai cara untuk mengelak," jawab Darius dengan sinis.
Amanda yang mendengar itu pun menggelengkan kepalanya sambil tertawa sinis, kemudian dia maju selangkah ke arah Darius lalu menunjuk dada pria itu.
"Mas ... Mas. Kamu dengar ya! Otak kamu itu picik, tau nggak! Di sini siapa yang selingkuh? Bahkan selama berbulan-bulan aku harus menerima kenyataan yang begitu pahit, menerima rasa sakit saat mengetahui suamiku selingkuh dengan adikku sendiri. Kamu bayangkan nggak perasaan aku kayak gimana? Enggak kan? Setiap aku bertanya kamu mengelak terus kayak bajaj yang lagi nyalip di jalan tol. Terus sekarang kamu melimpahkan semuanya kepadaku? Mas ... Mas. Kamu itu pria yang bodoh! Kenapa aku bilang kamu bodoh. Karena kamu rela menghancurkan karirmu sendiri dengan kelakuan bejatmu itu. Kalau kamu memang mencintai Fitri, silahkan kalian bersatu. Kenapa enggak dari dulu bilang sama aku? Jadi kalian enggak harus bermain kotor seperti itu, tidak harus berbuat dosa yang besar," jawab Amanda dengan tajam.
Darius yang mendengar hal tersebut tidak terima, dia mengangkat tangannya hendak menampar wajah Amanda, namun ditahan oleh pria yang berada di sampingnya.
"Jangan pernah kasar sama perempuan! Anda ini sudah hancur. Kenapa masih menyalahkan istri Anda sendiri?" ujar pria itu dengan nada dingin.
"Anda tidak usah ikut campur ya, Tuan! Ini urusan saya dengan istri saya, paham!" bengkak Darius sambil mendorong tubuh Ethan. Membuat semua pasang mata yang ada di restoran itu menatap ke arah mereka.
Amanda menjadi tidak enak, karena dia takut membuat keributan di restoran tersebut. Kemudian wanita itu pun mengambil tasnya.
"Maaf Tuan Ethan, sepertinya makan siang kita harus ketunda dulu, karena ada pengganggu di sini." Darius yang mendengar itu menatap tajam ke arah Amanda.
__ADS_1
"Dan untuk kamu Mas. Terserah kamu mau melakukan apapun bersama dengan Fitri, I don't care! Dan ingat satu hal! Jangan pernah kamu mempersulit perceraian kita. Karena semua bukti juga sudah aku pegang, dan jangan pernah mengganggu hidupku lagi, paham!" tegas Amanda sambil menyenggol bahu Darius kemudian pergi dari sana.
Amanda benar-benar malas untuk berdebat dengan Darius, dan Ethan yang melihat kepergian wanita itu pun segera menyusulnya setelah ia menaruh uang di atas meja.
"Nona Amanda!" teriak Ethan.
"Ayo, biar saya antar pulang!"
"Tidak usah Tuan, saya bisa naik taksi saja."
"Saya pria yang bertanggung jawab, di mana saya yang mengajak Anda, dan saya pula yang harus mengantarkan Anda ke butik. Nadi tidak ada penolakan. Ayo masuk ke dalam mobil!" titah Ethan membuka pintu mobilnya.
Amanda pun akhirnya masuk ke dalam mobil pria tersebut, dan dari kejauhan Darius menatapnya dengan tangan terkepal. Dia tidak rela jika Amanda dekat dengan pria lain, apalagi pria itu lebih tampan darinya.
"Entah kenapa aku tidak rela melepaskanmu, Amanda. Aku masih sangat mencintaimu, tapi aku juga tidak ingin kehilangan Fitri," gumam Darius dengan egois.
.
.
"Tuan, saya minta maaf untuk gagalnya makan siang tadi, karena mantan suami saya. Maksud saya, calon mantan suami saya, yang sudah menghancurkan momen itu. Kalau begitu saya turun dulu, terima kasih untuk tawaran makan siangnya," ucap Amanda sambil membuka pintu mobil.
"Sama-sama, kamu adalah wanita yang kuat. Jadi harus tegar menghadapi semuanya. Entah kenapa aku merasa suamimu akan bersikeras untuk mempertahankanmu, dan mengusik hidupmu. Jadi kamu harus waspada," jawab Ethan sambil menatap lurus ke arah depan.
Amanda menengok sekilas. "Terima kasih Tuan, kalau begitu saya turun dulu."
Setelah Amanda turun dari mobilnya, Ethan pun melanjutkan meninggalkan butik tersebut. Sementara Amanda masuk ke dalam dan langsung disambut heboh oleh Lulu.
"Ya ampun! Lo dari mana aja? Terus tadi mobil siapa? Lo pergi sama siapa? Jangan macam-macam deh Amanda! Lo belum cerai ama si Darius! Nanti kalau ada fitnah, gimana?" panik Lulu.
"Ya, tadi memang sempat ketemu sama Mas Darius. Dan dia nuduh aku yang macam-macam," jawab Amanda sambil duduk di sofa.
__ADS_1
"Kok bisa!" kaget Lulu.
Akhirnya Amanda pun menceritakan tentang kejadian tadi di restoran, dan Lulu yang mendengar itu pun merasa geram kepada Darius. Karena tidak habis pikir dengan pria tersebut, dia yang berselingkuh tapi melimpahkan semuanya kepada Amanda. Dan malah menuduh Amanda yang berselingkuh dengan pria lain. Rasanya Lulu ingin sekali mengambil 20 kilo cabe, lalu memblendernya dan memasukkannya ke dalam mulut Darius.
.
.
Hari ini Fitri pulang ke rumah setelah keadaannya lebih baik, dan selama 2 hari dia dirawat di rumah sakit sampai keadaannya pulih.
Saat Darius dan juga Fitri masuk ke dalam, terlihat Tante Dina sedang duduk sambil membaca majalah, sementara Om Samuel pergi ke kantor.
Namun saat Tante Dina melihat Fitri, dia tidak perduli. Wanita itu sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Fitri di rumah tersebut, karena rasa kecewanya yang begitu dalam kepada dua orang itu.
"Mah," sapa Fitri.
Mendengar jika Fitri menyapa dirinya, Tante Dina langsung bangkit dari duduknya. Kemudian dia langsung berjalan meninggalkan ruang tamu.
"Oh ya Darius, bawa selingkuhanmu itu ke kamar tamu! Sebab kamarnya sudah di sana. Dan satu lagi, mau kalian naik kuda-kudaan jangan di rumah ini! Sana sewa hotel saja! Mama tidak mau rumah ini jadi sial karena kalian berdua!" ucap Tante Dina dengan tajam.
Fitri merasakan sakit di hatinya saat mendengar ucapan dari mertuanya tersebut, tidak pernah ia mendengar Tante Dina menghinanya bahkan berkata sarkas kepada dirinya.
Namun kali ini Fitri harus menajamkan telinga, sebab karena kesalahannya. Tapi Fitri senang karena dia bisa bersatu dengan Darius.
"Mas, sepertinya Mama benar-benar marah kepada kita," ucap Fitri dengan lirih.
"Sudahlah sayang, biarkan saja. Nanti juga mama baik, hanya perlu waktu saja," jawab Darius. Kemudian dia mengajak Fitri ke kamar tamu, di mana semua barang-barangnya sudah tertata di sana.
'Jadi Mas Haris benar-benar sudah mengusirku dari kamar. Aku benar-benar merasa bersalah kepadanya. Aku harus minta maaf pada Mas Haris, walaupun ku tahu dia tidak akan di maafkan, tapi aku harus bicara kepadanya.' batin Fitri.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1