Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Bab 153


__ADS_3

"Naura!" batin Darius dengan wajah yang terlihat begitu sangat terkejut.


Seketika raut wajahnya berubah tegang, keringat dingin mulai mengucur di punggungnya, karena dia takut jika Naura akan mengatakan tentang kejadian malam itu kepada keluarganya. Walaupun Naura sudah mengatakan bahwa ia tidak akan merusak rumah tangganya.


Begitu pula dengan Naura dia pun tidak tahu jika ternyata teman kedua orang tuanya adalah keluarga Darius.


"Ayo silahkan duduk!" ajak mama Dina kepada temannya, yaitu kedua orang tua Naura.


"Darius, Fitri, Haris, Alea, Amanda dan juga Ethan, kenalin, ini namanya Om Teo dan ini tante Renata dan itu adalah Putri mereka, namanya Naura." Mama Dina memperkenalkan keluarga sahabatnya kepada semua yang ada di sana.


"Kebetulan aku memang sudah mengenal Naura Mah," ujar Amanda.


"Oh ya?" kaget Mama Dina, "wah ... bagus dong! Kenal di mana?"


"Dulu dia itu temannya Mas Darius." Amanda tersenyum sambil melirik ke arah Darius, sedangkan pria itu hanya menelan saliva dengan kasar dan wajah tegang.


'Mampuslah aku.' batin Darius, 'bagaimana reaksi keluargaku jika sampai tahu? Aku sih tidak terlalu peduli jika Fitri mengetahuinya, tapi mamah dan papa ...?' Darius benar-benar dilanda kepanikan dan itu sangat terlihat jelas oleh Naura.


Naura sedari tadi terus memperhatikan pria tersebut, namun yang membuatnya heran adalah ... wanita yang sedang duduk di kursi roda di samping Darius yang sudah tidak mempunyai kaki.


'Dia siapa? Kenapa duduk di sampingnya Darius? Jangan-jangan ... dia istrinya Darius?' batin Naura bertanya-tanya.


Sementara Fitri hanya menatap tajam Naura yang sedari tadi memperhatikan suaminya. Dia pun segera menggandeng manja lengan kekar Darius, ingin membuktikan kepada wanita itu bahwa Darius hanyalah miliknya.


'Sudah ada Alea, Amanda, sekarang wanita itu. Sepertinya dia menyukai Mas Darius. Awas aja jika berani bermain-main dengan suamiku. Akan ku habisi nyawanya.' batin Fitri merasa geram.


"Oh iya .. bukannya Darius itu nikah sama Amanda ya? Gimana rumah tangga kalian, langgeng kan? Terus gimana, apa sudah dikasih anak?" tanya Tante Renata sambil melirik ke arah Amanda dan Darius bergantian. Akan tetapi tatapannya seketika mengarah kepada perut wanita itu yang mulai membuncit. "Sepertinya kamu lagi hamil ya, Nak?"

__ADS_1


"Iya Tante," jawab Amanda, tapi dia belum menjawab bahwa dirinya sudah berpisah dengan Darius.


"Iya, Amanda memang tengah hamil, tapi bukan anaknya Darius," timpal Papa Samuel, membuat keluarga Renata merasa kaget tetapi tidak dengan Naura sendiri, karena dia sudah tahu.


"Lho! Jika bukan anaknya Darius, terus anaknya siapa?" tanya om Teo.


"Amanda hamil anak suaminya, dan itu adalah Ethan, suaminya Amanda."


"Jadi mereka sudah berpisah?" tanya Tante Renata yang tidak menyangka bahwa rumah tangga pasangan itu harus kandas di tengah jalan.


Amanda hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. "Sayang sekali ya ... padahal kalian terlihat serasi. Tapi apapun itu ..., tante yakin, bahwa semua sudah jalan yang diberikan oleh Allah. Dan semoga kalian juga bahagia bersama pasangan masing-masing."


"Ya jelas aja sih, Tante, Mas Darius dulu menceraikannya, karena dia ini wanita yang overprotektif. Ditambah dia nggak pernah mau memberikan anak untuk Mas Darius," sindir Fitri yang tiba-tiba saja membuat semua orang merasa geram, tetapi tidak termasuk orang tua dari Naura, karena dia pun tidak tahu.


Seketika tatapan Tante Renata dan juga Om Teo melirik ke arah Amanda. Ethan yang mendengar itu pun tentu saja tidak terima.


"Apa maksud kamu, hah?! Jelas-jelas istri kamu itu over protektif. Kamu aja sekarang berlaga bahagia, padahal nanti setelah rumah tangga kalian mencapai beberapa tahun, kamu juga akan mengetahui sifat aslinya dia seperti apa.nTidak perlu menutupi keburukan istrimu di hadapan semua orang, karena kami sudah tahu."


"Tutup mulut kamu ya!" Ethan mengepalkan tangannya sambil menunjuk dengan tajam ke arah Fitri. Sementara wanita itu hanya berdecih dengan senyum miring di bibirnya.


"Sudah Mas ... sudah." Amanda mencoba untuk menetralkan emosi suaminya yang saat ini hampir meledak, sebab Ia tidak ingin acara makan malam itu hancur gara-gara pertengkaran antara Fitri dan juga Ethan.


"Nggak bisa Sayang. Wanita seperti dia Itu harus dikasih pelajaran! Dia nggak boleh dong menjelek-jelekkan nama kamu di hadapan semua orang, hanya untuk menutupi keburukannya. Kamu dan Darius tidak akan bercerai kalau dia sendiri tidak merebut kakak iparnya yang rela tidur dan memberikan tubuhnya kepada mantan suami kamu. Dia malah menusuk kamu dari belakang, sementara dia sendiri pun sudah mempunyai suami, yaitu Haris. Tidak usah kita menutupi apapun tentangnya! Biar semua orang tahu!" marah Ethan.


Dia tidak akan terima jika nama istrinya tercoret, bahkan dibuat tak baik di hadapan semua orang. Tentu saja sebagai suami Amanda, apapun itu caranya, dia akan menjaga Amanda dengan segenap jiwa dan raganya. Tidak akan membiarkan siapapun mencemooh bahkan menghina istrinya.


"Tutup mulut kamu ya!" bentak Fitri dengan nada yang begitu marah. Dia benar-benar malu karena Ethan membongkar bobroknya di hadapan semua orang.

__ADS_1


"Kamu yang seharusnya tutup mulut, Fitri!" Kali ini Mama Dina tidak bisa lagi mentoleler sikap Fitri yang begitu arogan, bahkan tidak pernah berubah. "Seharusnya setelah keadaanmu seperti ini ... kamu bisa intropeksi diri! Kamu sudah merebut Darius dari Amanda, dan Amanda tidak pernah sekalipun membenci kamu atau membalas semua perbuatan jahatmu. Tapi apa? Kamu malah terus menyalahkannya dan malah menjelek-jelekkannya. Kalau kamu ke sini untuk membuat keributan, sebaiknya kamu pulang! Karena Mama ke sini mengundang kamu dan juga Darius ada hal penting, paham kamu!"


Keluarga Naura hanya terdiam saat mendengar pertengkaran keluarga tersebut. Mereka tidak ingin berkata apapun, sementara Mama Dina dan juga Papa Samuel merasa tak enak pada sahabatnya itu.


"Sudah, sudah. Sebaiknya kita makan malam saja! Perdebatan ini tidak usah dilanjutkan. Dan kamu Fitri ... jika kamu masih ingin berada di sini, maka jaga tata kramamu, karena sedang ada sahabat dari mama dan papa! Tetapi jika kamu masih ingin membuat keributan, silahkan pergi! Pintu terbuka dengan lebar." Papa Samuel menunjuk ke arah pintu utama.


Fitri hanya bisa terdiam dan bungkam, dia tidak bisa menjawab perkataan dari kedua mertuanya, karena semakin dia membela diri maka dirinya akan semakin di pojokan.


'Lihat saja! Aku akan buktikan bahwa aku tidak akan membiarkan Mas Darius jatuh pada wanita lain. Tapi hal penting apa yang ingin dibicarakan oleh Mama dan Papa, sampai mereka mengundang keluarga sahabatnya? Atau, acara ini sengaja hanya ingin mempermalukan diriku?' Wanita itu masih saja berprasangka buruk di dalam hatinya terhadap orang-orang yang berada di sana.


Lalu semua orang menuju ke ruang makan di mana semua hidangan sudah tersedia dengan begitu rapi dan mewah.


"Ini juga Putri kamu ya, Din?" tanya Tante Renata kepada Alea.


"Kamu ini sudah lupa rupanya. Aku tidak mempunyai Putri, tapi dia adalah menantuku, istri dari Haris."


"Wah ... sangat cantik sekali ya. Semoga saja rumah tangga kalian langgeng dan tidak pernah ada pelakor yang menghancurkan keharmonisan rumah tangga kalian," ujar tante Renata namun sedikit menyindir ke arah Fitri.


Jujur saja dia tidak terlalu suka melihat seorang wanita yang menjadi perusak rumah tangga orang lain, apalagi saat mengetahui jika Fitri ternyata sudah merusak rumah tangga saudaranya sendiri, itu membuat pandangan tante Renata sangat buruk apa adanya.


'Maksud wanita bangkotan itu apa? Dia menyindirku kah?' batin Fitri dengan geram.


"Bagaimana? Apa menantu kamu yang satu ini sudah hamil?" tanyanya penasaran.


Mendengar hal itu Alea merasa sedih, wajahnya menunduk dengan tatapan sendu. Dia mengusap perutnya yang rata, dan Haris yang melihat itu pun segera merangkul pundak sang istri, sebab ia tahu bagaimana perasaan Ale yang saat ini.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2