Rahasia With Ipar

Rahasia With Ipar
Nikah Kontrak


__ADS_3

Happy reading....


Alea menatap ke arah Haris, "Kesepakatan apa?" bingungnya.


"Tunggu saja!" jawab Haris.


Terlihat Marcelino masuk ke dalam, lalu dia memberikan sebuah surat yang sudah diisi dengan data-data sesuai permintaan Haris.


"Bacalah!" pinta Haris pada Alea.


Gadis itu menerima kertas tersebut, kemudian dia membacanya dengan seksama. Seketika kedua mata Alea membulat dengan tatapan tak percaya saat melihat apa yang tertera di dalam kertas itu.


"Apa! anikah kontrak?" kaget Alea. "Ya ampun! Kenapa hidupku macam di novel-novel sih? Harus nikah kontrak dengan seorang CEO begitu?" gumamanya.


"Ini bukan di novel-novel, tapi dunia nyata. Lagian kau pikirkan saja, bagaimana jika kau mengandung tanpa seorang suami? Pasti bukannya kau akan di cemooh, karena anak itu?" Haris menatap ke arah Alea sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

__ADS_1


Mendengar itu Alea terdiam, dia memikirkan ucapan Haris. Akan tetapi, Alea juga malas untuk nikah kontrak, sebab dia merasa hidupnya seperti dikendalikan oleh seseorang.


Alea juga punya keinginan sendiri memiliki rumah tangga, suami dan juga keluarga yang harmonis, apalagi dia hanyalah sebatang kara. Dan sekarang harus dihadapkan dengan pernikahan yang tak pernah ia mau, bahkan harus ada batas waktunya.


Melihat keterdiaman Alea, membuat Haris mengerutkan keningnya. "Jadi bagaimana, Nona? Aku rasa kau tidak punya pilihan lain," ucap Haris kembali sambil tersenyum menyeringai.


Entah kenapa melihat wajah Alea, Haris menjadi gemas, karena wajah itu begitu membuatnya tidak ingin berpaling.


Akea terduduk lesu di atas sofa. "Sepertinya hidupku memang sudah seharusnya seperti ini, selalu diambang penderitaan," gumamnya dengan nada yang sedih. "Jika seperti itu, baiklah Tuan, aku setuju," jawab Alea dengan pasrah.


Mendengar ucapan Alea, Haris menjadi tak tega. Kemudian dia meminta Alea untuk menandatangani surat itu, dan gadis itu pun menandatanganinya dengan berat hati.


'Sepertinya ini awal dari penderitaanku.' batin Alea.


"Sekarang kau boleh pergi dan akan diantarkan oleh asistenku. Besok harus siap-siap, karena aku akan membawamu untuk ke Jakarta menemui orang tuaku," ujar Harris membuat Alea seketika menatapnya.

__ADS_1


"Menemui orang tua? Maksudnya Tuan?" bingung Alea dengan tatapan menyipit.


"Maksudnya, kita kan menikah harus ada Wali. Walaupun pernikahan itu siri, tapi aku akan berusaha untuk melegalkan pernikahan kita. Walau hanya kontrak. Sudah, sebaiknya kau pulang! Marcelino antarkan dia!" titah Haris kepada asistennya.


"Baik Tuan." Pria itu pun mengantarkan Alea untuk pulang ke kontrakannya, sementara gadis tersebut merasa bingung, dia tidak menyangka jika akan bertemu dengan keluarga dari Haris.


Entah kenapa Alea belum siap, karena dia takut jika keluarga Haris malah akan marah-marah kepada dirinya dan malah mencelakainya seperti yang ada di novel-novel yang pernah ia baca. Di mana hubungannya tidak direstui, karena Haris sudah memiliki pendamping hidup atau memiliki kekasih.


Sementara Haris sedang terduduk sambil menghela nafasnya dengan kasar, dia memang akan membawa Alea untuk ketemu dengan orang tuanya, karena walau bagaimanapun, Haris tidak ingin menutupi semua dari mama dan Papanya.


"Sepertinya Papa dan Mama akan mengamuk, tapi semoga mereka juga mengerti, karena kejadian itu kan tidak disengaja," gumam Haris sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Bukan tanpa tujuan dia membawa Alea ke rumah orang tuanya, tapi ada sesuatu hal yang membuat Haris ingin membawa gadis itu ke sana.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


Tujuan apa ya yang Haris maksud?🤔


__ADS_2