
Happy reading....
Amanda yang sudah sangat lelah oleh pekerjaan, ditambah dia harus tertekan dengan segala tuduhan dan juga kesalahan yang dilimpahkan kepadanya oleh Darius, membuat mood wanita itu seketika hancur.
Amanda juga tidak habis pikir, kenapa Darius terus saja mengusik dirinya? Padahal Amanda sudah tidak peduli dengan kehidupan mereka, tapi selalu saja mereka yang tersakiti, selalu mereka merasa bahwa keduanya adalah orang yang terzalimi. Padahal jelas-jelas di sini Amanda lah yang mereka dzolimi.
Ethan menatap Amanda sekilas, kemudian dia menggenggam tangan wanita itu, membuat Amanda seketika menatap ke arahnya dengan membulat kaget.
Dia tidak menyangka saat Ethan berani untuk menggenggamnya, dan Amanda yang sadar pun segera menarik tangannya dari genggaman Ethan.
"Maaf, aku hanya ingin bilang jangan terlalu dipikirkan jika mereka mengusikmu! Biarkan saja anjing menggonggong, kau terus maju untuk kehidupanmu," ujar Ethan.
"Terima kasih atas support-nya. Aku hanya bingung saja, kenapa mereka selalu saja mengusik hidupku? Padahal aku tidak pernah mengusik hidup mereka, mau mereka melakukan apapun selagi itu tidak berhubungan denganku, aku tidak peduli," jawab Amanda.
.
.
Malam ini tepat jam 21.00 Amanda dan juga Lulu baru saja selesai menuntaskan pekerjaannya, mereka memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah semakin malam, dan karyawan sudah pada pulang tinggal mereka berdua saja di butik.
"Lu, lo bawa mobil sendiri?" tanya Amanda.
__ADS_1
"Enggak. Gue nebeng lo deh, tapi arah kita berbeda? Nanti lo kecapean. Gue biar pesen taksi online aja deh," jawab Lulu sambil membereskan berkas yang ada di atas meja.
"Eh nggak usah, biar gue antar aja ya!"
"Enggak ah! Ini kan udah malam juga, nanti kalau lo ke rumah gue dulu, lo nya bakal kemaleman. Kan kasihan, lo pasti kecapean? Udah, mendingan gue naik taksi aja. Ya udah yuk kita keluar!" tolak Lulu.
Amanda pun tidak bisa menolaknya, karena memang apa yang dikatakan Lulu benar, jika dirinya sudah sangat lelah dan ingin beristirahat, sebab arah rumah mereka juga berlawanan.
Namun saat keduanya keluar dari butik, Lulu cukup kaget saat melihat mobil milik Rizal yang sudah terparkir di halaman butik. Dan benar saja pria itu keluar dari mobilnya.
"Lo bilang tadi mau pulang naik taksi? Noh Ayang beb udah nungguin! Gitu ya! Sekarang main rahasia-rahasiaan sama gue," cemberut Amanda.
"Eh enggak. Gue juga nggak tahu kenapa dia ada di sini," jawab dulu dengan kebingungan.
"Eh kulkas 6 pintu. Kok ada di sini sih?" tanya lulu dengan nada tak suka, namun hatinya jauh berbeda saat ini dia tengah senang. Namun, Lulu terlalu gengsi untuk menunjukan itu.
Tentu saja. Vagaimana bisa seorang wanita tidak merasa spesial saat dijemput oleh pria yang menjadi calon suaminya. Walaupun Lulu belum mempunyai perasaan kepada Rizal, lebih tepatnya dia tidak tahu apakah sudah mempunyai perasaan itu atau belum.
"Memangnya kenapa? Tidak boleh kalau aku menjemput calon istriku?" tanya Rizal sambil menyandarkan tubuhnya di atas kap mobil.
"Dasar kulkas. Ditanya malah nanya balik? Ya udah yuk pulang! Gue udah capek. Kamu ke sini buat jemput gue kan?" Jawab Lulu dengan ketus, kemudian dia masuk ke dalam mobil Rizal tanpa menunggu pria itu untuk membukanya.
__ADS_1
"Bestie! Gue pulang duluan ya. Lo juga langsung pulang jangan mampir ke mana-mana dulu, udah malam!" teriak Lulu, kemudian dia melambaikan tangannya ke arah Amanda dan pergi dari butik.
Melihat mobil Rizal yang sudah pergi, Amanda pun masuk ke dalam mobilnya. zelama dalam perjalanan dia mengelus dada sambil terkekeh kecil saat melihat reaksi Lulu kepada Rizal yang terkesan ketus.
"Wanita barbar itu benar-benar menggemaskan. Sama calon sendiri aja ketus banget? Nanti kalau dia udah jatuh cinta, bucinnya nggak ketulungan," gumam Amanda sambil tertawa kecil.
Namun tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing, hingga dia merasa sudah tidak kuat lagi, mungkin karena efek Amanda terlalu kelelahan.
Tiba-tiba saja ada seorang pemulung yang lewat, dan mau tak mau Amanda pun mengerem mendadak, membuat kepalanya terbentur ke setir mobil dan membuatnya semakin pusing.
Wanita itu pun keluar dari mobil lalu menghampiri pemulung yang saat ini tengah terduduk di aspal.
"Maaf Pak, Bapak tidak apa-apa?" tanya Amanda dengan cemas, namun wajahnya terlihat pucat.
"Saya tidak apa-apa Mbak. Maaf tadi saya menyeberang jalan tidak lihat-lihat," jawab Bapak tersebut sambil bangkit.
"Tidak apa-apa Pak. Apa ada yang terluka?" tanya Amanda dan bapak itu langsung menggelengkan kepalanya, kemudian dia pun berpamitan kepada Amanda
"Sssh! Kenapa kepalaku semakin pusing ya?" gumam Amanda sambil memegang kepalanya, sementara satu tangannya berpegangan kepada mobil.
Rasanya dia tidak bisa untuk menyetir kembali, karena kepalanya terasa berputar-putar, hingga tiba-tiba saja Amanda pingsan dan tak sadarkan diri di samping mobilnya. Sedangkan jalanan di sana sangat sepi.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
Author Up 2 Bab dlu ya🙏🏻😘Jangan lupa tinggalkan Jejak Kalian untuk GA juga😚Selama idul Adha semua. Maaf lahir batin ya🙏🏻🙏🏻Jangan lupa Satenya😁